ECONOMIC ZONE - S&P Global Ratings memperingatkan skema sentralisasi ekspor komoditas Indonesia berpotensi menekan ekspor, menggerus penerimaan negara, dan membebani neraca pembayaran menciptakan downside risk pada rating sovereign.
IHSG anjlok 3,54% ke 6.094 dipimpin saham tambang pasca-pengumuman Danantara oleh Prabowo, sementara rupiah tetap melemah ke Rp17.678/USD meski BI menaikkan suku bunga 50bps ke 5,25%.
Tekanan eksternal masih utuh: UST 10Y di 4,66%, Brent ditutup USD107/bbl, probabilitas Fed hike Desember ~51%. Untuk Jumat (22/5), waspadai outflow lanjutan dari saham komoditas (ADRO, ITMG, AALI, LSIP) dan SBN. Watch: detil implementasi Danantara fase Juni–Agustus, respons rating agencies, serta perkembangan Trump–Iran. Bias risk-off berlanjut.
“Tekanan eksternal masih utuh: UST 10Y di 4,66%, Brent ditutup US$107/bbl, probabilitas Fed hike Desember ~51%. Pada perdagangan Jumat ini waspadai outflow lanjutan dari saham komoditas (ADRO, ITMG, AALI, LSIP) dan SBN.
Lihat juga detail implementasi Danantara fase Juni–Agustus, respons rating agencies, serta perkembangan Trump–Iran. Bisa risk-off berlanjut,” kata Daniel Widjaja, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Jumat (22/5/2026).
Rekomendasi saham hari ini:
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) (PGAS) – Accumulating
Target harga (price)/TP)1: Rp1.865 (+2.19%) | TP2: Rp1.970 (+7.95%) | TP3: Rp2.140 (+17.26%) | Support: Rp1.750 & Rp1.680
PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company (ULTJ) – Channeling up
TP1: Rp1.610 (+2.55%) | TP2: Rp1.725 (+9.87%) | TP3: Rp1.775 (+13.06%) | Support: Rp1.555 & Rp1.525
PT Wismilak Inti Makmur (WIIM) – Upside still intact
TP1: Rp1.850 (+3.35%) | TP2: Rp2.070 (+15.64%) | Support: Rp1.660 & Rp1.500.
Komentar