Endang Muchtar
Rabu, 13 Mei 2026 - 14:21 WIB

Jelang Long Weekend Mei 2026 Sejumlah Emiten Tebar Triliunan Dividen

Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Pada pekan ini, aktivitas operasional di Bursa Efek Indonesia mengalami penyesuaian sehubungan dengan peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus yang jatuh pada hari Kamis (14/5/2026).

Mengikuti penetapan hari libur nasional serta cuti bersama pada hari Jumat (15/5/2026), perdagangan saham di pasar reguler otomatis berakhir lebih awal pada hari Rabu (13/5/2026). Kondisi ini memberikan momentum libur panjang selama empat hari berturut-turut bagi seluruh pelaku pasar.

Periode libur akhir pekan yang panjang seperti ini umumnya dimanfaatkan untuk melakukan perjalanan wisata atau sekadar menghabiskan waktu bersama keluarga. Aktivitas liburan tersebut tentu berdampak pada peningkatan pengeluaran finansial, di mana alokasi dana pribadi akan banyak terserap untuk biaya transportasi, akomodasi, hingga konsumsi selama masa rekreasi.

Setelah menikmati waktu jeda dan menghabiskan anggaran liburan, para investor saham memiliki satu agenda finansial yang layak dicermati pada pekan kerja berikutnya.

Tepat setelah masa libur panjang berakhir, jadwal aksi korporasi berupa pembagian dividen tunai akan direalisasikan. Memasuki periode tanggal 18 hingga 22 Mei 2026, terdapat serangkaian perusahaan tercatat yang bersiap mencairkan dana.

Sejumlah emiten akan membagikan dividen dari laba tahun buku 2025.

Emiten yang membagi dividen berasal dari beragam sektor, mulai dari telekomunikasi, perbankan, konstruksi, pelayaran, hingga pertambangan. Nilai dividen yang dibagikan mencapai miliaran hingga triliunan rupiah.

Kondisi ini mencerminkan kinerja keuangan emiten yang masih solid di tengah tekanan pasar saham sejak awal tahun 2026.

PT Indosat Tbk (ISAT) menjadi salah satu emiten dengan nilai dividen terbesar, yakni Rp 3,57 triliun.

Selain itu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) juga menyiapkan dividen Rp 1,51 triliun, sementara Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) membagikan dividen Rp 850,17 miliar.

Emiten Telekomunikasi dan Perbankan Dominasi Dividen Jumbo

PT Indosat Tbk (ISAT) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 3,57 triliun atau Rp 111 per saham kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025.

Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 5 Mei 2026.

Corporate Secretary ISAT Reski Damayanti mengatakan, pembagian dividen ditopang laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 5,5 triliun dengan total ekuitas Rp 39,5 triliun per akhir 2025. Hingga emiten tambang, kontruksi, kimia dan pelayaran ikut royal tebar dividen.

Sumber:  Diolah dari sumber Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
23 jam yang lalu
Purbaya: Jaga Kepercayaan Publik
Dalam arahannya, Purbaya menegaskan aparatur pajak tidak boleh terlibat praktik titipan, transaksi kepentingan, maupun perlakuan khusus yang dapat merusak integritas institusi perpajakan.
 
Nasional
12/05/2026 17:16 WIB
Solusi Tekanan Air Rendah: WizFlo Hand Shower dari American Standard
Budaya Mandi dan Pentingnya Arus Air Stabil bagi Kesehatan
 
Nasional
12/05/2026 16:31 WIB
Wapres Gibran Turun Tangan Terowongan MRT Fase 2A Dikebut
Gibran menekankan pentingnya integrasi untuk wilayah di sekitar Jakarta. Ia memandang transportasi yang terpadu bukan hanya urusan Jakarta semata, melainkan mencakup kawasan yang lebih luas.
 
Nasional
12/05/2026 14:14 WIB
Akhir Mei 2026 Stok Beras Nasional Diproyeksi Tembus 6 Juta Ton
Pemerintah juga menargetkan Bulog dapat menguasai hingga 70 persen stok beras nasional guna memperkuat stabilitas harga dan ketahanan pangan nasional.
 
Nasional
12/05/2026 13:34 WIB
Pemerintah Sikapi Perbedaan soal Polemik Aturan Outsourcing Antara Buruh dan Pengusaha
Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No. 7/2026 tentang Pekerjaan Alih Daya yang diterbitkan Menaker Yassierli menjelang peringatan Hari Buruh Internasional, awal Mei lalu.
 
Nasional
12/05/2026 13:06 WIB
Industri Kosmetik Menghadapi Jalan Buntu Diproyeksikan Melampaui US$10 Miliar pada 2026.
Ketergantungan tinggi terhadap bahan baku impor hingga potensi kenaikan harga, seiring tekanan geopolitik yang belum mereda menjadi hambatan nyata untuk mencapai potensi besar tersebut.
 
Nasional
07/05/2026 06:17 WIB
Disertasi Doktoral Soroti Urgensi RUU Transfer Pricing untuk Perkuat Kepastian Hukum dan Penerimaan Negara
Rekonstruksi Hukum Transfer Pricing Berbasis Kepastian Hukum untuk Mendukung Optimalisasi Penerimaan Negara Indonesia
Telkomsel