ECONOMIC ZONE - Pada pekan ini, aktivitas operasional di Bursa Efek Indonesia mengalami penyesuaian sehubungan dengan peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus yang jatuh pada hari Kamis (14/5/2026).
Mengikuti penetapan hari libur nasional serta cuti bersama pada hari Jumat (15/5/2026), perdagangan saham di pasar reguler otomatis berakhir lebih awal pada hari Rabu (13/5/2026). Kondisi ini memberikan momentum libur panjang selama empat hari berturut-turut bagi seluruh pelaku pasar.
Periode libur akhir pekan yang panjang seperti ini umumnya dimanfaatkan untuk melakukan perjalanan wisata atau sekadar menghabiskan waktu bersama keluarga. Aktivitas liburan tersebut tentu berdampak pada peningkatan pengeluaran finansial, di mana alokasi dana pribadi akan banyak terserap untuk biaya transportasi, akomodasi, hingga konsumsi selama masa rekreasi.
Setelah menikmati waktu jeda dan menghabiskan anggaran liburan, para investor saham memiliki satu agenda finansial yang layak dicermati pada pekan kerja berikutnya.
Tepat setelah masa libur panjang berakhir, jadwal aksi korporasi berupa pembagian dividen tunai akan direalisasikan. Memasuki periode tanggal 18 hingga 22 Mei 2026, terdapat serangkaian perusahaan tercatat yang bersiap mencairkan dana.
Sejumlah emiten akan membagikan dividen dari laba tahun buku 2025.
Emiten yang membagi dividen berasal dari beragam sektor, mulai dari telekomunikasi, perbankan, konstruksi, pelayaran, hingga pertambangan. Nilai dividen yang dibagikan mencapai miliaran hingga triliunan rupiah.
Kondisi ini mencerminkan kinerja keuangan emiten yang masih solid di tengah tekanan pasar saham sejak awal tahun 2026.
PT Indosat Tbk (ISAT) menjadi salah satu emiten dengan nilai dividen terbesar, yakni Rp 3,57 triliun.
Selain itu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) juga menyiapkan dividen Rp 1,51 triliun, sementara Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) membagikan dividen Rp 850,17 miliar.
Emiten Telekomunikasi dan Perbankan Dominasi Dividen Jumbo
PT Indosat Tbk (ISAT) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 3,57 triliun atau Rp 111 per saham kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025.
Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 5 Mei 2026.
Corporate Secretary ISAT Reski Damayanti mengatakan, pembagian dividen ditopang laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 5,5 triliun dengan total ekuitas Rp 39,5 triliun per akhir 2025. Hingga emiten tambang, kontruksi, kimia dan pelayaran ikut royal tebar dividen.
Sumber: Diolah dari sumber Mirae Asset Sekuritas Indonesia.
Komentar