ECONOMIC ZONE -Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan jumlah investor pasar modal domestik terus bertambah.
Menariknya, pertumbuhan ini terjadi di tengah dinamika global dan sentimen rebalancing indeks MSCI. Hingga saat ini, investor ritel tercatat bertambah sekitar 7 juta secara year to date.
Menurut dia, peningkatan jumlah investor tersebut turut mendorong pertumbuhan dana kelolaan industri reksadana nasional. Nilai Aktiva Bersih (NAB) atau Asset Under Management (AUM) reksadana kini mencapai Rp 718,44 triliun.
“Total AUM kita saat ini mencapai Rp718,44 triliun,” kata Friderica dalam Konferensi Pers di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (19/5/2026)"Ada berita bagusnya juga bahwa di tengah berita rebalancing MSCI, saya bisa sharing kepada teman-teman bahwa nilai aktiva bersih dan reksa dana kita di tahun ini justru meningkat sebesar Rp49,71 triliun yang berasal dari net subscription investor ritel,” kata wanita akrab disapa Kiki, di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Kenaikan tersebut, kata Kiki, setara pertumbuhan sekitar 6,39% sehingga total dana kelolaan reksadana nasional kini mencapai Rp718,44 triliun. Menurut Kiki, peningkatan dana kelolaan menunjukkan tingkat kepercayaan investor domestik terhadap pasar modal tetap terjaga, bahkan di tengah tekanan sentimen global.
Selain itu, basis investor pasar modal Indonesia juga terus berkembang pesat. OJK mencatat penambahan sekitar 7 juta investor ritel baru sejak awal tahun (year-to-date).
"Kita melihat bahwa perspektif investor ini juga meningkat dalam hal confidence untuk masuk ke market ditandai dengan peningkatan investor," ungkap dia.
Kiki menilai bahwa berbagai reformasi pasar modal yang dilakukan regulator tidak hanya bertujuan memperbesar ukuran pasar (market size), tetapi juga memperkuat kualitas fundamental industri. Reformasi tersebut difokuskan pada peningkatan integritas pasar, transparansi, serta keterbukaan informasi guna memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global.
Komentar