Endang Muchtar
Jumat, 22 Mei 2026 - 10:07 WIB

Denny JA: Jika Berhasil, Prabowo Akan Dikenang sebagai Bapak Kemandirian Bangsa

Foto/dok. Denny JA/ECONOMICZONE
Foto/dok. Denny JA/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Denny JA menyatakan pidato Presiden Prabowo Subianto pada 20 Mei 2026 bukan sekadar pidato ekonomi tahunan, melainkan deklarasi arah ekonomi baru Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Denny JA dalam esainya yang dipublikasikan di Facebook Denny JA’s World dan kemudian beredar luas di berbagai WhatsApp Group.

Menurut Denny JA, inti pidato Prabowo sangat jelas: Indonesia bukan miskin karena kekurangan sumber daya alam, tetapi karena kekayaannya terlalu lama bocor keluar negeri. “Ini paradoks terbesar Indonesia: negeri kaya, tetapi banyak rakyatnya belum menikmati kekayaan itu secara adil,” ujar Denny JA.

Ia menggambarkan Indonesia seperti “rumah besar beratap emas, tetapi lantainya bocor di banyak sudut.”

-000-

Denny JA menilai Prabowo sedang membawa Indonesia menuju model ekonomi nasionalistik berbasis Pasal 33 UUD 1945. Negara, menurutnya, ingin kembali menjadi pengarah utama ekonomi strategis. Bukan untuk membunuh pasar, tetapi memastikan pasar bekerja bagi kepentingan nasional.

“Ini bukan sosialisme klasik, tetapi jalan tengah. Pasar tetap hidup, namun negara hadir untuk menjaga agar kekayaan nasional tidak terus bocor,” tulis Denny JA.

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut selama 22 tahun Indonesia mencatat surplus perdagangan sekitar USD 436 miliar, tetapi sekitar USD 343 miliar kembali mengalir keluar negeri. Jika dirata-ratakan, kebocoran itu mencapai sekitar USD 15,6 miliar per tahun, atau sekitar Rp265 triliun per tahun.

Ada pula estimasi kerugian akibat praktik under-invoicing selama 34 tahun yang disebut mencapai USD 908 miliar atau sekitar Rp15.400 triliun. Data kebocoran tersebut, menurut Denny JA, merujuk pada pidato resmi Presiden Prabowo 20 Mei 2026, yang mengolah catatan BPS, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan selama dua dekade terakhir. “Ini bukan sekadar kebocoran kecil. Ini lubang besar dalam struktur ekonomi nasional,” kata Denny JA.

-000-

Denny JA menyebut arah ekonomi Prabowo sangat dekat dengan konsep developmental state Asia Timur. Ia mencontohkan Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan yang berhasil menjadi negara industri maju bukan semata karena pasar bebas, tetapi karena negara hadir secara aktif: memilih sektor strategis, membangun industri nasional, mengarahkan investasi, melindungi industri muda, dan mendorong transfer teknologi.

“Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan tidak naik kelas hanya dengan menjual bahan mentah. Mereka maju karena negara memimpin industrialisasi dengan disiplin dan visi jangka panjang,” ujarnya. Namun Denny JA mengingatkan, negara kuat saja tidak cukup.

Keberhasilan model Asia Timur, katanya, lahir karena birokrasi mereka relatif meritokratik, profesional, disiplin, dan berorientasi hasil. Karena itu, Denny JA menilai kebijakan ekspor satu pintu melalui BUMN hanya akan berhasil jika dijalankan secara transparan, berbasis teknologi digital, real-time monitoring, audit independen internasional, dan seleksi direksi yang profesional. “Jika tidak, kebocoran lama hanya pindah rumah: dari swasta gelap ke birokrasi gelap,” katanya.

-000-

Denny JA juga mengingatkan risiko besar jika nasionalisme ekonomi dijalankan tanpa tata kelola yang sehat. Ia mencontohkan Venezuela yang memiliki cadangan minyak sangat besar, tetapi gagal karena institusi melemah, korupsi membesar, dan perusahaan negara dipolitisasi.

Nigeria pun mengalami paradoks serupa: kaya energi, tetapi lama terjebak dalam korupsi dan tata kelola yang lemah. “Pelajaran dunia sangat jelas: negara kuat tanpa integritas bisa berubah menjadi predator. Tetapi negara kuat dengan kompetensi bisa menjadi pembangun peradaban,” ujar Denny JA.

-000-

Di akhir esainya, Denny JA menegaskan bahwa pidato Prabowo akan dikenang jika benar-benar berubah menjadi disiplin tata kelola, bukan sekadar retorika politik. “Indonesia memang kaya. Tetapi kekayaan tanpa institusi hanya menjadi cerita sedih. Nasionalisme tanpa kompetensi menjadi slogan. Negara kuat tanpa akuntabilitas menjadi bahaya,” tulisnya.

Namun jika negara mampu menutup kebocoran, memimpin industrialisasi, menjaga pasar tetap hidup, dan memastikan kekayaan alam benar-benar kembali kepada rakyat, Denny JA percaya Indonesia dapat memasuki babak baru sejarahnya.

“Jika berhasil, Prabowo meletakkan fondasi Indonesia baru. Ia akan dikenang sebagai Bapak Kemandirian Bangsa,” pungkas Denny JA.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
24 jam yang lalu
Investasi ORI030 Lewat wondr by BNI Bisa Dapat Cashback hingga Rp15 Juta
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menghadirkan program cashback hingga Rp15 juta bagi investor yang melakukan pembelian Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI030 melalui aplikasi wondr by BNI
 
Nasional
13/07/2026 06:48 WIB
Demam Piala Dunia Meredup, Harga Tiket Terjun Bebas Usai AS dan Portugal Tersingkir
Meski delapan tim yang lolos mayoritas favorit juara seperti Argentina, Prancis, Inggris, dan Spanyol, daya tarik laga perempat final di Los Angeles berkurang drastis.
 
Nasional
12/07/2026 17:12 WIB
Melesat ke Panggung Dunia: Transformasi Bandara Soekarno-Hatta Menuju 10 Besar Global
InJourney Airports terus mempercepat transformasi Bandara Soekarno-Hatta melalui kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk InJourney Holding dan Danantara Indonesia.
 
Nasional
12/07/2026 14:29 WIB
Drama Babak Tambahan! Susah Payah Tekuk Swiss, Argentina Hadapi Inggris di Semifinal
Argentina melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menang 3-1 atas Swiss lewat perpanjangan waktu. Julian Alvarez jadi bintang.
 
Nasional
12/07/2026 10:07 WIB
Lolos Dramatis ke Perempat Final, Bellingham Sebut Karakter Inggris Luar Biasa
Jude Bellingham memuji karakter skuat Inggris yang sukses menembus semifinal Piala Dunia 2026 usai menumbangkan Norwegia 2-1
 
Nasional
12/07/2026 07:18 WIB
BNI Tebar Promo di Puspa Nuswantara 2026, Dorong Transaksi Digital UMKM Batik
BNI melengkapi ekosistem pembayaran digital di Puspa Nuswantara 2026 melalui penyediaan mesin EDC dan QRIS
 
Nasional
11/07/2026 08:32 WIB
BNI Tegaskan Kepercayaan Nasabah Jadi Fondasi Industri Keuangan Digital Masa Depan
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menegaskan bahwa kepercayaan nasabah menjadi fondasi utama dalam membangun industri keuangan digital masa depan
Telkomsel