Endang Muchtar
Selasa, 07 Juli 2026 - 13:36 WIB

Nasib IHSG Semester II-2026 Bergantung Sentimen Eksternal, Berikut Analisis Mirae Asset

Foto/dok. Mirae Asset Sekuritas Indonesiar/ECONOMICZONE
Foto/dok. Mirae Asset Sekuritas Indonesiar/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai ketahanan sektor eksternal Indonesia akan menjadi penentu utama sentimen pasar pada semester II-2026. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, investor diperkirakan akan lebih selektif dengan berfokus pada emiten yang memiliki fundamental kuat.

Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, mengatakan kemampuan emiten menjaga kinerja di tengah dinamika ekonomi dan suku bunga yang masih tinggi akan menjadi salah satu pertimbangan utama investor.

"Kami melihat investor akan semakin memperhatikan kualitas fundamental perusahaan. Di tengah kondisi makro yang masih berkembang, emiten dengan likuiditas yang kuat, kualitas aset yang terjaga, serta kemampuan menghasilkan kinerja yang berkelanjutan akan memiliki daya tarik lebih besar dibandingkan emiten yang lebih sensitif terhadap perubahan kondisi pasar," ujar Rully.

Menurut Rully, hal tersebut menjadi dasar Mirae Asset tetap menempatkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebagai rekomendasi utama di sektor perbankan. BBCA dinilai memiliki fundamental yang lebih kuat dibandingkan bank besar lainnya, didukung potensi ekspansi net interest margin (NIM), likuiditas yang memadai dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 74,1%, serta kualitas aset yang tetap terjaga, tercermin dari gross non-performing loan (NPL) sebesar 1,8% dan cost of credit yang stabil pada level 6 basis poin.

"Dalam kondisi likuiditas perbankan yang masih relatif ketat, kami melihat BBCA berada pada posisi yang lebih baik dibandingkan bank-bank besar lainnya. Fundamental tersebut menjadi salah satu alasan kami tetap menempatkan BBCA sebagai top pick di sektor perbankan," kata Rully.

Rully menambahkan, di tengah meningkatnya perhatian terhadap kondisi makro, investor perlu menyeimbangkan analisis terhadap faktor eksternal dengan kualitas fundamental emiten agar dapat menghadapi volatilitas pasar secara lebih optimal.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Research Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Novani Karina Saputri, menilai perhatian pasar kini mulai bergeser pada kemampuan Indonesia menjaga ketahanan sektor eksternal setelah neraca perdagangan Mei 2026 mencatat defisit sebesar USD1,61 miliar, mengakhiri tren surplus selama 72 bulan berturut-turut sekaligus menjadi defisit bulanan terbesar sejak April 2019.

Menurut Novani, defisit neraca perdagangan Mei 2026 menunjukkan meningkatnya tekanan terhadap sektor eksternal Indonesia di tengah perlambatan perdagangan global, normalisasi harga komoditas, dan tingginya impor migas. Kondisi tersebut juga terjadi ketika transaksi berjalan masih mencatat defisit dan cadangan devisa terus menurun.

"Berakhirnya surplus perdagangan selama 72 bulan menunjukkan bantalan eksternal Indonesia mulai menyempit. Dampaknya, ketergantungan terhadap arus modal portofolio untuk menjaga stabilitas eksternal menjadi semakin besar," ujar Novani.

Ia menambahkan, perhatian pasar ke depan tidak lagi hanya tertuju pada kembalinya surplus perdagangan, tetapi juga pada kondisi ketahanan sektor eksternal Indonesia secara agregat.

"Pemulihan permintaan global, pergerakan harga komoditas, tingginya kebutuhan impor energi, serta efektivitas implementasi kebijakan DHE akan menjadi faktor utama yang menentukan ketahanan sektor eksternal, stabilitas Rupiah, dan sentimen pasar. Selama surplus perdagangan masih terbatas, transaksi berjalan tetap berada dalam kondisi defisit, dan tekanan terhadap Rupiah belum sepenuhnya mereda, Bank Indonesia diperkirakan akan mempertahankan bauran kebijakan yang berorientasi pada stabilitas," tutup Novani.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
05/10/2026 18:29 WIB
Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Tekanan Global
Dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan pada 30 September 2026, OJK menyebut perekonomian global menghadapi tantangan berupa kenaikan inflasi, eskalasi konflik geopolitik, kenaikan harga minyak, serta risiko very strong El Nino terhadap harga pangan dan komoditas pertanian.
 
Nasional
04/10/2026 15:12 WIB
Azka Corbuzier Debut di Film Action “Home, Almost”, Tayang Perdana di New York
Azka Corbuzier melakoni debut akting melalui film pendek bergenre drama-action “Home, Almost” karya sutradara Tumpal Tampubolon. Film produksi Aftersun Creative bersama Dektos tersebut akan menjalani world premiere sekaligus berkompetisi di Urbanworld Film Festival 2026 di New…
 
Nasional
03/10/2026 20:34 WIB
CIMB Niaga Hadirkan OCTO untuk Pejuang Mimpi, Permudah Kelola Keuangan hingga Kejar Mimpi
Melalui OCTO, generasi muda dapat mengelola kebutuhan finansial sehari-hari, menabung, berinvestasi, mempersiapkan dana untuk masa depan, serta menikmati berbagai pengalaman hidup secara lebih bijak.
 
Nasional
03/10/2026 18:45 WIB
Festival Palang Pintu XVII Hadirkan Ragam Budaya Nusantara di Kemang
Kegiatan ini melibatkan ratusan pelaku seni dan budaya serta memberdayakan 250 pelaku UMKM.
 
Nasional
02/10/2026 17:20 WIB
DENNY JA TERIMA AMA APPRECIATION AWARD 2026, SEBAGAI PEMIMPIN KORPORASI YANG BERDAMPAK
Penghargaan diberikan dalam AMA Indonesia Conference 2026 yang mengangkat tema “From Management to Wealth Creation,” sebuah tema tentang perubahan makna kepemimpinan korporasi.
 
Nasional
02/10/2026 17:02 WIB
CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026: Menginspirasi Generasi Muda untuk Berani Mengeksplorasi Potensi Diri
CIMB Niaga percaya bahwa proses menemukan mimpi sering kali melibatkan perjalanan yang tidak mudah, namun keberanian untuk melangkah adalah kunci utamanya.
 
Nasional
01/10/2026 17:57 WIB
Padukan Mobilitas Premium dan Seni Kontemporer, BMW Indonesia Jadi Luxury Mobility Partner Art Jakarta 2026
Dalam kemitraan tahun ini, BMW dan MINI menyerahkan total 5 unit kendaraan premium untuk mendukung kelancaran mobilitas para tamu penting, kurator, dan pengisi acara Art Jakarta 2026.
Ad Placholder