Lisa Susanti
Kamis, 02 Agustus 2018 - 15:23 WIB

Lima Masalah Pokok Sektor Pertanian Versi HKTI

diskusi Publik HKTI dengan tema “Tantangan Pertanian Indonesia 5 Tahun ke Depan” di Jakarta, Kamis (2/8).Foto/Roni.M/ECONOMICZONE
diskusi Publik HKTI dengan tema “Tantangan Pertanian Indonesia 5 Tahun ke Depan” di Jakarta, Kamis (2/8).Foto/Roni.M/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Jakarta - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menyampaikan lima permasalahan pokok yang selama ini menjadi kendala di sektor pertanian khususnya dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Lima permasalah pokok tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Sekretariat DPP HKTI Jakarta, Kamis, 2 Agustus 2018.

Sejumlah pakar pertanian tampil sebagai pembicara dalam FGD tersebut yakni, Sekjen HKTI Mayor Jenderal (Purn) Bambang Budi Waluyo, Ketua Dewan Pakar HKTI Prof Agus Pakpahan, Akademisi IPB Eva Anggraini serta Ekonom Senior UGM Gunawan Sumodiningrat

Budi menyampaikan kelima permasalahan tersebut terdiri dari permodalan, kemudian masalah lahan pertanian yang semakin menyempit, teknologi pertanian modern yang harus diaplikasikan oleh petani, masalah pupuk serta kendala pemasaran.

“Dalam FGD kami berupaya menemukan solusi atas permasalahan tersebut, selanjutnya akan kami sampaikan kepada pemerintah agar bisa dieksekusi segera setidaknya dalam lima tahun kepemimpinan nasional hasil pemilihan presiden 2019,” ujar Budi usai FGD tersebut.

Terkait masalah permodalan, Gunawan menyampaikan perlunya sistem dan manajemen pengelolaan dana desa yang seharusnya fokus disalurkan kepada para petani. Penyaluran dana desa tersebut menurutnya harus dilakukan lebih tepat sasaran dengan membentuk Badan Usaha Petani yang kemudian disalurkan ke komunitas-komunitas petani baik di tingkat desa, kabupaten, provinsi hingga komunitas petani nasional.

"Ini sebenarnya sudah saya sampaikan kepeda Pak Menteri agar fokus pada petani, melalui lembaga yang betul-betul profesional tanpa terpengaruh suku ras, agama, dan politik,” ujarnya.

Adapun terkait penggunakan teknologi, Pakar Pertanian IPB Eva Anggraini menyampaikan dalam meningkatkan produktivitasnya, pemerintah harus melakukan pembinaan agar petani bisa memanfaatkan teknologi. “Misalnya terkait takaran pupuknya, benihnya menggunakan yang mana bisa terukur dengan teknologi,” ujarnya.

Tidak kalah penting, soal pemasaran hasil pertanian, HKTI meminta agar Bulog bisa bekerja lebih baik agar harga jual produk pertanian di tingkat petani tidak anjlok.

Namun para pembicara yang tampil menyadari, semua permasalah serta solusi yang ditawarkan tidak akan berarti tanpa kemauan dan pemahaman dari pemimpin yang nantinya menjalankan roda kepemimpinan.

Karena itu mereka berharap calon wakil presiden yang nantinya mendampingi capres Joko Widodo dalam pilpres 2019 benar-benar sosok yang menguasai dan memiliki kemauan tinggi memajukan pertanian dan petani di Indonesia.

“Lima permasalah besar tadi, tentu harus ada solusinya, paling penting disini karena melekat dengan manusia yang mengerjakannya. Karena itu kami melihat perlunya pemimpin yang memahmi pertanian. Dengan pemahaman yang mendalam maka persoalan pupuk, benih, teknologi, dan pasar yang selama ini kurang berpihak kepada petani dan pertanian bisa dicariakn solusinya dengan baik,” ujar Agus Pakpahan.

Dalam kesempatan sebelumnya Ketua Umum HKTI, Jenderal (Purn) Moeldoko menyampaikan, selain sejumlah permasalah pokok tadi, Dia mengidentifikan permasalahan tambahan di sektor pertanian yaitu kurangnya minat generasi muda untuk masuk ke sektor pertanian. “Ini karena kondisi pertanian kita kurang menjanjikan. Kalau kita coba dari kondisi yang kurang menjanjikan menjadi menjanjikan, maka saya pastikan banyak yang akan bergabung dengan kita (petani),” ujar Moeldoko.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
12 jam yang lalu
Wujudkan Semangat Berbagi di Hari Raya Iduladha, TelkomGroup Salurkan 910 Hewan Kurban untuk Masyarakat
Sinergi TelkomGro up hadirkan kebahagiaan Iduladha bagi lebih dari 60 ribu masyarakat di berbagai daerah Indonesia.
 
Nasional
21 jam yang lalu
Indocement Tebar Dividen Rp 468 per Lembar Saham
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)
 
Nasional
21 jam yang lalu
Kebijakan DHE Siap Berlaku, Presiden Prabowo Pastikan Ekspor Strategis Tetap Jalan
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pelaksanaan ekspor komoditas strategis seperti crude palm oil (CPO), batu bara, dan ferro alloy melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia.
 
Nasional
24 jam yang lalu
Kemenprin Perkuat Produk IKM Siap Kuasai Pasar Modern
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ekosistem industri nasional, khususnya bagi pelaku IKM agar semakin mampu bersaing di pasar domestik maupun global.
 
Nasional
22/05/2026 10:36 WIB
S&P kritisi skema ekspor Danantara, IHSG anjlok, sovereign rating dipertaruhkan
IHSG anjlok 3,54% ke 6.094 dipimpin saham tambang pasca-pengumuman Danantara oleh Prabowo, sementara rupiah tetap melemah ke Rp17.678/USD meski BI menaikkan suku bunga 50bps ke 5,25%.
 
Nasional
22/05/2026 10:07 WIB
Denny JA: Jika Berhasil, Prabowo Akan Dikenang sebagai Bapak Kemandirian Bangsa
Pernyataan itu disampaikan Denny JA dalam esainya yang dipublikasikan di Facebook Denny JA’s World dan kemudian beredar luas di berbagai WhatsApp Group.
 
Nasional
21/05/2026 22:15 WIB
Bank Jakarta Raih Penghargaan Indonesia Best CSR in Bank Sector 2026
Bank Jakarta berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Indonesia Best Corporate Social Responsibility (CSR) in Bank Sector 2026 pada 8th Anniversary Indonesia Best CSR Awards 2026
Telkomsel