Lisa Susanti
Jumat, 20 Juli 2018 - 15:45 WIB

BNI Pacu Pengembangan Eksport RI

Penandatanganan Perjanjian Pemberian Fasilitas Pinjaman antara Bank BNI dan Pt Banshu Electric Indonesia.Foto/Roni.M/ECONOMICZONE
Penandatanganan Perjanjian Pemberian Fasilitas Pinjaman antara Bank BNI dan Pt Banshu Electric Indonesia.Foto/Roni.M/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk memberikan kredit berdenominasi Yen menggunakan skema jaminan kepastian pembayaran kepada pembeli atau penjual dengan Bank Garansi (Standby Letter of Credit/SBLC) untuk perusahaan berorientasi ekspor.  

Direktur Treasury dan Internasional BBNI, Rico Rizal Budidarmo mengatakan penyaluran kredit berdenominasi Yen ini baru pertama kali dilaksanakan oleh Bank lokal di Indonesia. 

"BNI menyalurkan kredit berdenominasi Yen kepada salah satu perusahaan lokal penghasil suku cadang kendaraan yang berorientasi ekspor, yaitu PT Banshu Electric Indonesia," katanya di Jakarta, Jumat (20/7).

Dijelaskan, skema kredit tersebut menggunakan pola penjaminan berupa SBLC dari parent company yang berada di Jepang dan diterbitkan oleh bank rekanan BNI di Jepang. 

Dengan pola ini, maka assesment risiko juga ditekankan kepada bank penerbit (penjamin SBLC), bukan ditekankan pada calon debiturnya. 

"Ini juga memberikan alternatif jaminan yang semula berupa fixed asset menjadi jaminan dari perbankan Jepang berupa SBLC," paparnya.

Menurut Rico, pinjaman dalam bentuk Yen ini dimungkinkan dengan adanya dukungan dari Cabang BNI yang berada di Tokyo dan juga dari bank rekanan BNI di Jepang yaitu The Hyakujushi Bank Ltd, sehingga perseroan dapat memberikan pinjaman Yen dengan bunga yang kompetitif.

Adapun skema pinjaman dengan jaminan SBLC ini relatif lebih mudah diaplikasikan bagi perusahaan-perusahaan Jepang di Indonesia. 

"Kami hanya menggunakan syarat satu tahun untuk laporan keuangan perusahaan dan jaminan SBLC dari bank mereka yang berada di Jepang. Bank tersebut harus sudah bekerjasama dengan BNI. Dengan kemudahan syarat, maka dimungkinkan bagi perusahaan Jepang yang baru beroperasi minimal satu tahun mendapatkan fasilitas pembiayaan," ungkapnya.

Lebih lanjut, pemberian pinjaman tersebut merupakan bentuk komitmen BNI dalam mendukung investasi asing khususnya perusahaan-perusahaan Jepang di Indonesia, sekaligus memberikan layanan perbankan secara menyeluruh kepada nasabah pelaku usaha mikro dan kecil (UKM). 

"Perseroan mengharapkan UKM Jepang lainnya juga tertarik mendapatkan pembiayaan melalui skema ini. Bila ada perusahaan Jepang yang telah menggunakan bank lain tentunya mereka akan mereferalkannya kepada perusahaan Jepang lainnya," ujar Rico.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
16 jam yang lalu
Jakarta Utara Hadirkan 2.665 Lowongan, Job Fair Dipadati Ribuan Pencari Kerja
Job Fair ini merupakan upaya pemerintah dalam membuka kesempatan kerja, sekaligus mempertemukan para pencari kerja dengan perusahaan dalam satu wadah.
 
Nasional
17 jam yang lalu
Pasar Perkantoran Jakarta 2026 Mulai Pulih Terlihat Dari Terbatasnya Pasokan Ruang
Setelah beberapa tahun bergerak lambat akibat tekanan ekonomi dan perubahan pola kerja, sektor perkantoran kini mulai mengalami peningkatan permintaan.
 
Nasional
19 jam yang lalu
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.743 per Dolar AS
Pelaku pasar dinilai masih mencermati berbagai sentimen global yang memengaruhi arah pergerakan mata uang, termasuk stabilitas dolar AS di pasar internasional.
 
Nasional
21 jam yang lalu
Prabowo Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 di Sidang Paripurna DPR RI
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan langsung arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara sebagai bahan pembicaraan pendahuluan dalam penyusunan RAPBN Tahun 2027 dalam momentum peringatan hari kebangkitan nasional.
 
Nasional
19/05/2026 19:32 WIB
IHSG Ambruk 2,86%, Saham Tambang dan Komoditas Rontok !!
Dari sebelas indeks sektoral, hanya sektor kesehatan yang berhasil bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0.55% Sebaliknya, sepuluh sektor lainnya kompak melemah dan menyeret IHSG makin dalam ke zona merah.
 
Nasional
19/05/2026 18:36 WIB
Kasus Dana Raib di Bank Muamalat, MUQ Langsa Tegaskan Terus Cari Kepastian Hukum
Hal tersebut setelah sebelumnya pihak MUQ Langsa melaporkan hal ini ke Polda Aceh beberapa waktu lalu yang hingga kini masih tahap penyelidikan. Diketahui dana dari uang makan santri itu disebut mencapai miliaran rupiah raib dan kini menjadi perhatian serius pihak yayasan.
 
Nasional
19/05/2026 17:12 WIB
OJK Rilis Dana Kelolaan Reksadana Meningkat Rp 49 Triliun
Peningkatan dana kelolaan menunjukkan tingkat kepercayaan investor domestik terhadap pasar modal tetap terjaga, bahkan di tengah tekanan sentimen global.
Telkomsel