Roni Mawardi
Rabu, 01 Juli 2026 - 06:20 WIB

Bank Jakarta dan BEI Kompak Dorong Transformasi dan Kualitas di Tengah Dinamika Ekonomi

Foto/Dok-BankJakarta/ECONOMICZONE
Foto/Dok-BankJakarta/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - JAKARTA – Industri keuangan nasional dinilai masih memiliki fundamental yang kuat di tengah berbagai tantangan ekonomi global. Namun, perubahan lanskap bisnis dan perilaku pasar membuat pelaku industri harus melakukan transformasi agar tetap relevan dan mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan secara fundamental kondisi perbankan nasional masih berada dalam kondisi yang baik. Hal itu tercermin dari pertumbuhan kredit yang masih positif, permodalan yang kuat, likuiditas yang terjaga, serta rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang relatif rendah.

"Persoalannya sebenarnya bukan di fundamentalnya, tetapi medan permainannya berubah," kata Agus dalam bincang-bincang "Shaping the Next Era of Indonesia's Capital Market", Investor Day 2026, Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Menurut dia, dalam beberapa tahun terakhir industri perbankan menghadapi berbagai dinamika yang sulit diprediksi, mulai dari pandemi Covid-19, konflik geopolitik global hingga perubahan kebijakan perdagangan internasional. Kondisi tersebut membuat bank tidak lagi dapat menjalankan strategi bisnis secara business as usual.

Agus juga mengingatkan adanya tekanan terhadap biaya dana atau cost of fund perbankan. Menurut dia, bunga deposito dalam lelang dana antarbank sempat menyentuh level 11,5 persen, yang menjadi sinyal meningkatnya biaya penghimpunan dana bagi industri perbankan.

Menghadapi perubahan tersebut, Bank Jakarta menjalankan transformasi di berbagai aspek bisnis. Transformasi dilakukan mulai dari penguatan model bisnis, digitalisasi layanan, manajemen risiko hingga budaya kerja perusahaan.

Sebagai bank yang mayoritas sahamnya dimiliki Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Bank Jakarta memfokuskan pengembangan bisnis pada penguatan ekosistem pemerintah daerah.

Agus menyebut perputaran anggaran di lingkungan Pemprov DKI Jakarta memiliki potensi besar yang dapat menjadi sumber pertumbuhan bisnis berkelanjutan bagi perseroan.

Selain itu, Bank Jakarta juga mempercepat transformasi digital secara menyeluruh, mulai dari pembaruan infrastruktur teknologi, pengembangan aplikasi hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Di sisi lain, penguatan manajemen risiko juga menjadi perhatian utama. Menurut Agus, risiko yang dihadapi industri perbankan saat ini tidak lagi terbatas pada risiko kredit, tetapi semakin multidimensi, termasuk ancaman keamanan siber.

"Risiko ke depan itu akan semakin multidimensi," ujarnya.

BEI Dorong Investor Berkualitas

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Jeffry Hendrik menekankan pentingnya penguatan kualitas investor dalam mendukung pendalaman pasar modal Indonesia.

Menurut Jeffry, bersama Otoritas Jasa Keuangan dan self-regulatory organization (SRO), BEI terus mendorong peningkatan transparansi pasar, penyediaan data investor yang lebih granular, pendalaman pasar, serta penguatan keterbukaan informasi kepada publik.

"Kami yakin dengan transparansi yang lebih baik, tentu akan ada trust yang lebih tinggi," kata Jeffry.

Ia mengungkapkan jumlah investor domestik saat ini telah melampaui 28 juta. Namun, peningkatan jumlah investor harus diiringi dengan peningkatan kualitas agar dapat menjadi fondasi yang kuat bagi pasar modal nasional.

Jeffry menegaskan bahwa pasar modal membutuhkan investor yang memiliki literasi dan pemahaman investasi yang memadai. Investor juga perlu memahami profil risiko masing-masing dan tidak semata-mata mengikuti tren pasar. 

"Mampu melakukan analisis, tidak hanya ikut-ikutan apa kata influencer, tidak FOMO," ujarnya.

Pesan tersebut sejalan dengan strategi yang diterapkan Bank Jakarta dalam menghadapi dinamika ekonomi saat ini. Agus mengatakan perusahaan tidak lagi mengejar pertumbuhan semata, melainkan mengutamakan pertumbuhan yang sehat dan berkualitas.

"Kita enggak kejar-kejaran nyari pertumbuhan besar, tetapi yang kita kejar adalah pertumbuhan yang sehat dan berkualitas," kata Agus.

Baik sektor perbankan maupun pasar modal menilai bahwa kualitas akan menjadi faktor penentu dalam menjaga ketahanan industri keuangan ke depan. Transformasi digital, penguatan tata kelola, transparansi, serta peningkatan literasi keuangan dinilai menjadi fondasi penting untuk menghadapi perubahan yang semakin cepat dan kompleks.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
08/10/2026 17:09 WIB
Wapres Dukung Produk Kreatif Wirausahawan Muda di INACRAFT 2026 Youthpreneurs
Dalam peninjauannya, Wapres beserta Ibu Selvi Gibran Rakabuming melihat beragam produk yang dipamerkan para wirausahawan muda, mulai dari produk kriya hingga berbagai produk kreatif lainnya.
 
Nasional
08/10/2026 16:16 WIB
Dicari: Technopreneur dengan Inovasi AI Berdampak bagi Indonesia! Telkomsel Kembali Gelar Program Impact Incubator NextDev ke-12
Pendanaan perusahaan digital rintisan di Indonesia tercatat menurun 94,8% sepanjang 2021–2025, sementara Indonesia baru memperoleh sekitar 4% dari pendanaan AI di Asia Tenggara.
 
Nasional
07/10/2026 12:25 WIB
Erick Thohir Nilai Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 Penting untuk Persiapan Timnas ke Piala Dunia
Ketum PSSI Erick Thohir menambahkan bahwa bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar harus memiliki semangat juang yang tinggi untuk meningkatkan sepak bola tanah air.
 
Nasional
05/10/2026 18:29 WIB
Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Tekanan Global
Dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan pada 30 September 2026, OJK menyebut perekonomian global menghadapi tantangan berupa kenaikan inflasi, eskalasi konflik geopolitik, kenaikan harga minyak, serta risiko very strong El Nino terhadap harga pangan dan komoditas pertanian.
 
Nasional
04/10/2026 15:12 WIB
Azka Corbuzier Debut di Film Action “Home, Almost”, Tayang Perdana di New York
Azka Corbuzier melakoni debut akting melalui film pendek bergenre drama-action “Home, Almost” karya sutradara Tumpal Tampubolon. Film produksi Aftersun Creative bersama Dektos tersebut akan menjalani world premiere sekaligus berkompetisi di Urbanworld Film Festival 2026 di New…
 
Nasional
03/10/2026 20:34 WIB
CIMB Niaga Hadirkan OCTO untuk Pejuang Mimpi, Permudah Kelola Keuangan hingga Kejar Mimpi
Melalui OCTO, generasi muda dapat mengelola kebutuhan finansial sehari-hari, menabung, berinvestasi, mempersiapkan dana untuk masa depan, serta menikmati berbagai pengalaman hidup secara lebih bijak.
 
Nasional
03/10/2026 18:45 WIB
Festival Palang Pintu XVII Hadirkan Ragam Budaya Nusantara di Kemang
Kegiatan ini melibatkan ratusan pelaku seni dan budaya serta memberdayakan 250 pelaku UMKM.
Ad Placholder