EKA
Jumat, 13 November 2020 - 15:03 WIB

Saham Garuda Indonesia Melesat Didukung Sentimen Holding Pariwisata

Foto/Dok-Garuda/ECONOMICZONE
Foto/Dok-Garuda/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Harga saham maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) melesat 15,28 persen di level Rp332/saham dengan nilai transaksi Rp218,3 miliar dan volume perdagangan 681,7 juta saham pada perdagangan sesi I, Kamis (12/11). Sedangkan pada penutupan perdagangan, Saham Garuda Indonesia tertinggi berada di posisi Rp350, posisi terendah Rp282 dan ditutup pada Rp318. Saham Garuda Indonesia mencatatkan volume perdagangan 1.096.503.100 dengan nilai 356.829.147.400 sebanyak 52.094 kali.

Dalam sepekan terakhir saham GIAA naik 37,19 persen, sebulan naik 44,35%, dan 6 bulan terakhir melesat 105% dengan kapitalisasi pasar Rp 8,59 triliun. Hari ini asing mencatatkan net sell atau jual bersih saham Garuda Rp 4,22 miliar sehingga penguatan saham didorong aksi beli investor domestik. Sementara saham GMFI juga ‘loncat’ 13,25% di level Rp 94/saham dengan nilai transaksi Rp 17,8 miliar dan volume perdagangan 192 juta saham.

Saham Garuda pada pekan lalu juga sempat terkerek dengan kabar bahwa ustaz Yusuf Mansur yang baru melepas sebagian keuntungan di saham PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) akan masuk ke saham Garuda. Saham Garuda menguat secara fundamental terjadi antara lain karena rencana Menteri BUMN, Erick Thohir membentuk holding penerbangan (aviasi) dan pariwisata dengan salah satu anggotanya Garuda Indonesia.

“[Dalam tahap] Persetujuan pemerintah… Iya [selesai akhir tahun],” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dilansir dari CNBCIndonesia, Jumat (13/11).

Holding ini nantinya akan dipimpin oleh PT Survai Udara Penas (Persero) alias Penas. Beberapa perusahaan yang akan di holding ini antara lain Garuda Indonesia, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), PT Angkasa Pura I dan II, dan PT Hotel Indonesia Natour (HIN). Holding disebut-sebut akan melibatkan PT Pelita Air Services (Pelita Air) dan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav).

Selain sentimen positif, Garuda Indonesia sempat diterpa pemberitaan dugaan skandal korupsi pemesanan pesawat jenis Bombardier. Serious Fraud Office (SFO) alias lembaga penyidik tindak pidana pasar keuangan Inggris melakukan penyelidikan terkait dugaan korupsi Bombardier dan Garuda terkait pemesanan pesawat pabrikan Kanada tersebut. Otoritas Inggris ini turun tangan mengingat saham Class B Bombardier tercatat di Bursa London Stock Exchange (LSE).

“Sehubungan dengan pemberitaan mengenai lembaga anti korupsi Inggris (Serious Fraud Office), Garuda Indonesia akan menghormati proses hukum yang tengah berjalan sehubungan dengan dugaan suap kontrak penjualan pesawat Bombardier pada periode tahun 2012 lalu. Garuda Indonesia juga secara aktif akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak berwenang guna memastikan dukungan penuh Perusahaan atas upaya penegakan hukum kasus tersebut,” kata Irfan.

Dukungan Garuda Indonesia terhadap upaya penegakan hukum ini selaras dengan mandat yang diberikan Pemerintah untuk terus memperkuat implementasi Good Corporate Governance pada seluruh aktivitas bisnis Perusahaan.

Dalam keterbukaan informasi, Garuda Indonesia menyatakan tidak terlibat secara langsung terhadap proses penyelidikan tersebut, sehingga dalam hal ini Perseroan tidak mendapatkan informasi secara resmi mengenai latar belakang dan perkembangan dari dugaan tersebut Lebih lanjut sehubungan dengan dugaan tersebut. “Perseroan dalam hal ini akan menghormati proses hukum yang tengah berjalan dan akan berkoordinasi dengan pihak-pihak berwenang guna memastikan dukungan Perseroan atas upaya penegakan hukum kasus tersebut. Dukungan Perseroan terhadap upaya penegakan hukum ini selaras dengan mandat yang diberikan Pemerintah kepada kami untuk terus memperkuat implementasi Good Corporate Governance pada seluruh aktivitas bisnis Perseroan,” kata PV Corporate Secretary, Mitra Piranti dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sampai saat ini, lanjutnya, tidak ada informasi atau kejadian penting yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perseroan serta dapat mempengaruhi harga saham perseroan. Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir mendukung penuh pemeriksaan yang dilakukan SFO. Lembaga ini tengah menyelidiki dugaan penyuapan dan korupsi terkait kontrak dan pesanan Garuda.

“Kami di Kementerian BUMN sangat mendukung untuk penindak-lanjutan masalah hukum di Garuda karena ini merupakan bagian dari Good Corporate Governance dan transparasi yang dijalankan sejak awal kami menjabat dan sesuai dengan program transformasi BUMN. Dan, kami akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (KPK, Kumham, dan Kejaksaan) dalam penanganan kasus Garuda. Kumham membantu kami dalam melakukan revisi kontrak melalui mutual legal assistance,” kata Menteri BUMN, Erick Thohir.

Melansir Aerotime, Garuda disebutkan telah mengoperasikan 18 jet regional Bombardier CRJ-1000. Adapun kesepakatan untuk memperoleh pesawat tersebut diselesaikan selama Singapore Airshow pada Februari 2012. Kala itu, maskapai pelat merah setuju untuk memperoleh enam pesawat CRJ-1000 dengan opsi untuk menerima pengiriman 12 jet tambahan. Kesepakatan antara kedua belah pihak mencapai US$ 1,32 miliar dengan harga jual. Garuda Indonesia lantas menerima pengiriman jet regional pertama buatan Kanada pada Oktober 2012. Adapun Bombardier telah mengirimkan CRJ-1000 terakhirnya pada Desember 2015 lalu.

“Karena ini adalah investigasi langsung, SFO tidak dapat memberikan komentar lebih lanjut,” demikian pernyataan singkat SFO.

Erick Thohir mengaku akan bersikap koperatif terkait perkembangan kasus tersebut. BUMN, kata dia, akan berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan dalam membantu penanganan kasus Garuda Indonesia.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dalam penanganan kasus Garuda. Kemenkumham membantu kami dalam melakukan revisi kontrak melalui mutual legal assistance,” katanya. (*)

Diolah dari CNBC dan berbagai sumber

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
18/10/2021 14:26 WIB
BNI Life Bayarkan Uang Pertanggungan Rp1,2 Miliar Kepada Nasabah
PT BNI Life Insurance (BNI Life) kembali membayarkan uang pertanggungan kepada nasabah. Uang pertanggungan Rp1,2 Miliar diserahkan secara simbolis di kediaman ahli waris.
 
Nasional
18/10/2021 14:21 WIB
Pencegahan Varian Baru Covid-19, Penumpang Pesawat Luar Negeri Wajib Karantina
Pandemi COVID-19 belum berakhir, namun varian baru seperti varian Mu dan Lambda bermunculan di beberapa negara.
 
Nasional
15/10/2021 19:04 WIB
Sambut 35 Tahun Operasional KA Babaranjang, KAI Hadirkan Lokomotif Livery Vintage Era Tahun 1953-1991
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan kembali livery lokomotif era tahun 1953 – 1991 pada 3 unit Lokomotif seri CC 202. Peluncuran lokomotif seri CC 202 dengan livery vintage ini dilakukan untuk memperingati 35 tahun operasional KA Batu Bara Rangkaian Panjang (Babaranjang)…
 
Nasional
15/10/2021 18:59 WIB
Jelang WSBK 2021, Menko Perekonomian Tinjau Kesiapan Bandara Internasional Lombok
Menjelang kedatangan peserta dan panitia perhelatan World Superbike (WSBK) 2021, Menteri Koordinator Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto meninjau kesiapan Bandara Internasional Lombok.
 
Nasional
13/10/2021 17:35 WIB
Garap TOD, Adhi Commuter Properti Gandeng China Railway
PT Adhi Commuter Properti (ADCP), pengembang properti terintegrasi dengan transportasi massal, menjalin kerjasama dengan China Railway 20 Bureau Group Corporation (CR20G) untuk mendukung penyelesaian sejumlah proyek hunian yang sedang dikerjakan anak usaha PT Adhi Karya Tbk.
 
Nasional
13/10/2021 17:33 WIB
BRI dan Fintech Kolaborasi Layanan Pembayaran Mudah dan Aman
Ekosistem Digital saat ini memberikan impact besar dalam bisnis. Indonesia dikenal sebagai salah satu rumah yang ekosistem digitalnya cukup berpengaruh di Asia Tenggara, melahirkan berbagai fintech unicorns dengan perkembangan sistem pembayaran yang semakin pesat.
 
Nasional
12/10/2021 17:17 WIB
Holding Ultra Mikro Ubah Kepemilikan Saham, Pegadaian Ganti Nama Jadi PT Pegadaian
ian (Persero) resmi berganti nama menjadi PT Pegadaian. Hal tersebut berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2021 Tanggal 02 Juli 2021 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia…
Telkomsel