Endang Muchtar
Senin, 03 Agustus 2026 - 16:40 WIB

Menkeu Purbaya Targetkan Ekonomi 2026 Tumbuh 5,6%-6%

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto/dok. kemenkeu/ECONOMICZONE)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto/dok. kemenkeu/ECONOMICZONE)
Dummy

ECONOMIC ZONE -Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan ekonomi Indonesia  pada triwulan II 2026 masih tumbuh kuat di tengah tantangan ekonomi global. 

Ia menjelaskan daya beli masyarakat yang tetap terjaga mendukung konsumsi rumah tangga. Selain itu, ada peran shock absorber Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam mendorong efektivitas program perlindungan sosial, stabilisasi harga pangan dan energi, penciptaan lapangan kerja, serta stimulus pada periode libur sekolah.

“Investasi diperkirakan tumbuh kuat ditopang oleh proyek-proyek hilirisasi bernilai tambah tinggi dan pembangunan infrastruktur pada program prioritas pemerintah. Konsumsi pemerintah diperkirakan tumbuh positif sejalan dengan percepatan belanja program prioritas, pembayaran gaji ke-13 bagi aparatur negara, dan penyaluran bantuan sosial,” ucap Purbaya dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang digelar di Kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Jakarta, Senin (3/8).

Purbaya menambahkan, koordinasi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia (BI) terus diperkuat dalam menjaga kecukupan likuiditas perekonomian dan perbankan. Hal itu, kata dia, tercermin dari pertumbuhan uang primer yang tinggi sepanjang triwulan II dan berlanjut tumbuh 15,4% pada Juli 2026, dengan fungsi intermediasi perbankan yang semakin baik.

Meskipun aktivitas manufaktur sempat termoderasi pada akhir triwulan II, Purbaya menyebut aktivitas manufaktur kembali melanjutkan ekspansi pada Juli 2026 dengan PMI manufaktur di level 50,2. Itu menurutnya menunjukkan pemulihan optimisme pelaku usaha.

“Ke depan, sinergi kebijakan antara lembaga anggota KSSK akan terus diperkuat guna menjaga keberlanjutan momentum pertumbuhan. Dengan sinergi kebijakan tersebut, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 diperkirakan berada pada kisaran 5,6%-6,0% year-on-year, ditopang berbagai sinergi kebijakan pemerintah dan lembaga anggota KSSK untuk menjaga keberlanjutan momentum pertumbuhan,” imbuhnya. 

 

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
39 menit yang lalu
Bersama Danantara, BTN Jadi Penyalur Terbesar dalam Akad Massal 62.000 Rumah Subsidi
Sebanyak 30.203 Debitur BTN Mengikuti Akad secara Langsung dan Daring
 
Nasional
21 jam yang lalu
BNI Dukung Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi
BNI mendukung pelaksanaan akad massal bagi 62.710 debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan
 
Nasional
22 jam yang lalu
Cerita BNI Dampingi Nasabah Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
BNI sebagai salah satu bank penyalur KPR subsidi terus mendukung Program Tiga Juta Rumah melalui penyediaan pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah
 
Nasional
01/08/2026 16:21 WIB
Laporan Keuangan Telkom Semester I 2026: Akselerasi Transformasi TLKM 30: Pendapatan, EBITDA, dan Laba Bersih Normalisasi Telkom Tumbuh Kuat di Paruh Pertama 2026
Pendapatan konsolidasi meningkat 3,9% YoY, EBITDA naik 3,8% YoY, sementara laba bersih normalisasi tumbuh 6,2% YoY.
 
Nasional
31/07/2026 10:56 WIB
Dorong Ekonomi Bersih, Wapres Gibran Dukung Penuh Industri Motor Listrik di Banten
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi penegasan dukungan Pemerintah Provinsi Banten terhadap pengembangan industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV)
 
Nasional
30/07/2026 20:28 WIB
Sequis Life Bekali Perempuan Wirausaha Menghadapi Era Digital melalui SHEPRENEUR Learning Series 
Program ini bertujuan memperkuat literasi keuangan sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku usaha perempuan agar mampu mengembangkan bisnis secara berkelanjutan di era digital.
 
Nasional
30/07/2026 19:39 WIB
Waktunya Setara! Pemerintah Beri Potongan Biaya 20% untuk Difabel di 9 Sektor
Hingga kini, lebih dari 4 juta penyandang disabilitas telah terverifikasi dan mendapatkan Kartu Penyandaan Disabilitas (KPD).
Ad Placholder