ECONOMIC ZONE - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau fasilitas produksi Tangkas Motor Listrik di PT Elesun, Kawasan Industri Cidurian, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Kamis (30/7/2026).
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi penegasan dukungan Pemerintah Provinsi Banten terhadap pengembangan industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang dinilai memiliki prospek besar bagi perekonomian sekaligus transisi menuju energi bersih.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan, pengembangan kendaraan listrik sejalan dengan upaya pemerintah mendorong inovasi, efisiensi energi, dan pembangunan berkelanjutan.
“Saya baru saja dari Lembaga Administrasi Negara (LAN). Tadi yang dibahas adalah kepemimpinan yang adaptif dan ramah lingkungan. Ada kaitannya dengan motor listrik. Ini adaptif sekali dan juga ramah lingkungan,” kata Dimyati usai mendampingi kunjungan kerja Wakil Presiden.
Menurutnya, kendaraan listrik menawarkan berbagai keunggulan, mulai dari tidak menghasilkan emisi gas buang, minim kebisingan, hingga biaya operasional yang lebih efisien dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak.
Di tengah dinamika geopolitik global yang memengaruhi pasokan energi dan fluktuasi harga bahan bakar, Dimyati menilai pengembangan industri kendaraan listrik menjadi kebutuhan yang harus didukung seluruh pemangku kepentingan.
“Ini produk yang ramah lingkungan dan inovasi yang terus berkembang. Tentu harus kita dukung,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Gibran didampingi Dimyati dan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung proses produksi Tangkas Motor Listrik, mulai dari pemaparan proses manufaktur, gudang suku cadang, area pengecatan, lini perakitan, hingga melihat sejumlah unit sepeda motor listrik yang siap dipasarkan.
Founder dan CEO Tangkas Motor Listrik Agung Pamungkas mengatakan Indonesia telah memasuki babak baru pengembangan industri kendaraan listrik. Menurutnya, percepatan penggunaan kendaraan listrik menjadi salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak yang selama ini membebani anggaran negara.
“Subsidi BBM sudah terlalu tinggi, ditambah tekanan akibat dinamika global yang memengaruhi harga energi. Karena itu, kendaraan listrik menjadi salah satu solusi yang perlu terus dikembangkan,” ujar Agung.
Ia optimistis pertumbuhan industri kendaraan listrik akan semakin cepat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap transportasi yang lebih hemat, ramah lingkungan, dan didukung perkembangan teknologi dalam negeri.
Dukungan pemerintah pusat dan daerah terhadap industri EV diharapkan dapat memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional, sekaligus membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing sektor manufaktur Indonesia, khususnya di Provinsi Banten.
Komentar