Endang Muchtar
Kamis, 09 Juni 2022 - 15:54 WIB

Hasil Kajian Sekolah Farmasi ITB: Produk Tembakau yang Dipanaskan Terbukti Lebih Rendah Risiko Daripada Rokok  

Tiga Peneliti dari Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (SF-ITB).Foto/EndangMuchtar/ECONOMICZONE
Tiga Peneliti dari Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (SF-ITB).Foto/EndangMuchtar/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan, secara komparatif memiliki risiko yang lebih rendah daripada rokok. Hal tersebut diperkuat dengan hasil kajian literatur ilmiah dari Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (SF-ITB) yang berjudul “Kajian Risiko (Risk Assessment) Produk Tobacco Heated System (THS) Berdasarkan Data dan Kajian Literatur.”
 
Anggota tim pengkaji dari SF-ITB, Prof. Dr.rer.nat. Rahmana Emran Kartasasmita, M.Si., menjelaskan prevalensi merokok di Indonesia tidak kunjung menurun meski pemerintah telah melakukan berbagai upaya. Seiring perkembangan teknologi dan inovasi yang didukung dengan penelitian selama dua dekade terakhir, lahir ragam produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektrik, snus, dan kantong nikotin. Kehadiran dari produk ini dapat digunakan untuk membantu perokok dewasa untuk beralih dari kebiasaannya karena memiliki profil risiko yang jauh rendah daripada rokok.
 
“Produk tembakau alternatif masih menjadi fenomena baru di Indonesia dan kajian literatur ilmiah maupun kajian ilmiah di dalam negeri terhadap produk ini masih sedikit sehingga belum memberikan informasi yang menyeluruh bagi publik, terutama perokok dewasa. Atas pertimbangan tersebut, SF-ITB melakukan kajian literatur ilmiah secara mendalam dan komprehensif untuk mempelajari profil risiko serta potensi manfaatnya bagi perokok dewasa,” kata Prof. Emran dalam keterangannya.
 
Prof. Emran mengungkapkan SF-ITB melakukan kajian literatur ilmiah berbasis kajian risiko terhadap salah satu produk tembakau alternatif, yakni produk tembakau yang dipanaskan. Kajian ini dilakukan berdasarkan metode standar yang dilakukan di seluruh dunia untuk menghitung perkiraan tingkat risiko. SF-ITB mengacu pada lembaga-lembaga dunia seperti, WHO (World Health Organization), IARC (International Agency for Research on Cancer, suatu lembaga di bawah WHO), CDC (Centers for Disease Control and Prevention), dan US-EPA (Environmental Protection Agency) dalam proses kajiannya.


 
Proses kajian risiko yang dilakukan oleh Prof. Emran dan tim melalui beberapa tahapan, yaitu penelusuran literatur independen dan publikasi ilmiah untuk mencari data kualitatif dan kuantitatif terkait berbagai senyawa dalam produk tembakau yang dipanaskan dan standard cigarette sebagai komparator, beserta penggolongan karsinogenitasnya dengan merujuk pada IARC.
 
Lalu, setelah data diperoleh, tim SF-ITB melakukan pencarian data karakterisasi bahaya untuk senyawa dengan nilai ambang (non-karsinogenik dan karsinogenik non-genotoksik) dan tanpa nilai ambang keamanan (karsinogenik genotoksik), penghitungan kajian paparan dengan kasus skenario terburuk, serta dilanjutkan dengan karakterisasi risiko untuk non-karsinogenik dan substansi karsinogenik.
 
Berdasarkan hasil kajian SF-ITB, Prof. Emran mengatakan produk tembakau yang dipanaskan tidak sepenuhnya bebas risiko. Namun, produk ini terbukti memiliki profil risiko kesehatan lebih rendah dibandingkan dengan rokok. “Produk tembakau alternatif harus didukung penggunaannya bagi perokok dewasa yang ingin beralih dari kebiasaannya. Sekarang, tersedia produk tembakau alternatif yang terbukti memiliki paparan zat berbahaya (harmful and potentially harmful constituents atau HPHC) yang lebih rendah daripada rokok,” kata Prof. Emran.
 
Hasil kajian tersebut juga selaras dengan sejumlah riset lainya yang dilakukan oleh lembaga-lembaga kesehatan di dunia. Misalnya, Public Health England dan German Federal Institute for Risk Assessment (BfR) yang menyimpulkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan dan rokok elektrik memiliki risiko yang lebih rendah daripada rokok. UK Committee on Toxicology (COT), bagian dari Food Standards Agency, juga menyimpulkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan mengurangi bahan kimia berbahaya sebesar 50% hingga 90% daripada rokok.
 
Dengan sejumlah hasil kajian ilmiah yang tersedia saat ini, Prof. Emran mengajak pemerintah dan pemangku kepentingan terkait lainnya untuk turut mengkaji produk tembakau alternatif dengan menggandeng para peneliti, akademisi, pelaku industri, asosiasi, hingga konsumen. Hasil dari penelitian tersebut akan semakin memperkuat fakta-fakta yang sudah ada tentang produk tembakau alternatif sehingga menjadi referensi terpercaya dalam menyebarkan informasi kepada publik.
 
“Kajian ilmiah yang dilakukan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya sangat ditunggu-tunggu oleh pelaku industri, asosiasi, konsumen, dan akademisi karena masih banyaknya informasi yang simpang siur mengenai produk tembakau alternatif di publik. Hasil kajian ilmiah ini nantinya dapat menjadi informasi yang komprehensif bagi publik, terutama perokok dewasa, demi turunnya prevalensi merokok sehingga kesehatan masyarakat kian membaik,” tutup Prof. Emran.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
17 jam yang lalu
Nasib IHSG Semester II-2026 Bergantung Sentimen Eksternal, Berikut Analisis Mirae Asset
Kondisi tersebut juga terjadi ketika transaksi berjalan masih mencatat defisit dan cadangan devisa terus menurun.
 
Nasional
21 jam yang lalu
OJK dan KPPU Resmi Perkuat Kolaborasi Cegah Praktik Monopolistik
Menurutnya, kepercayaan adalah fondasi utama di sektor jasa keuangan yang harus dijaga bersama melalui transparansi, integritas dan menjunjung persaingan usaha yang sehat.
 
Nasional
23 jam yang lalu
Menuju Piala Presiden 2026: Bandung dan Surabaya Jadi Tuan Rumah Turnamen Pramusim
Adapun lima klub sepak bola lokal yang akan berpartisipasi antara lain Arema FC, Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, PSMS Medan.
 
Nasional
24 jam yang lalu
DPRD DKI Dukung Tertibkan Parkir Liar, Minta Ojol Diberi Ruang Tunggu Khusus
DPRD DKI dukung Dishub tertibkan parkir liar, namun ingatkan agar ojol tetap diberi tempat tunggu layak demi hindari macet berulang.
 
Nasional
24 jam yang lalu
Drama Menit Akhir! Racikan Luis de la Fuente Pulangkan Portugal dari Piala Dunia
Luis De La Fuente puji kejelian pemain pengganti Spanyol yang sukses tekuk Portugal untuk amankan tiket perempat final Piala Dunia 2026.
 
Nasional
07/07/2026 01:23 WIB
Norwegia Depak Brasil, Stale Solbakken Sebut Taktiknya Mirip Man City Kontra Real Madrid
Pelatih Norwegia, Stale Solbakken sangat bangga skuatnya sukses menyingkirkan Brasil lewat taktik ala Man City vs Real Madrid.
 
Nasional
07/07/2026 00:30 WIB
Perburuan Sepatu Emas Memanas, Erling Haaland Terus Bayangi Messi dan Mbappe
Erling Haaland terus bayangi Kylian Mbappe dan Lionel Messi di bursa top skor Piala Dunia 2026. Persaingan Sepatu Emas makin sengit!
Telkomsel