I.E.K
Sabtu, 04 Juli 2020 - 07:48 WIB

Penumpang Meningkat Tajam, KAI Ajak Seluruh Stakeholder Patuhi Protokol Kesehatan di KRL

Foto/Roni.M/ECONOMICZONE
Foto/Roni.M/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo meminta seluruh stakeholder untuk patuh pada protokol kesehatan yang diterapkan pada KRL Jabodetabek khususnya pengaturan jam kerja bagi pegawai di masa Adaptasi Kebiasaan Baru. Dirinya meminta seluruh instansi pemerintah, BUMN, BUMD, dan swasta untuk mengatur jam kerja pegawainya sesuai Surat Edaran Gugus Tugas Covid-19 No 8 Tahun 2020 tanggal 14 Juni 2020 agar kepadatan di stasiun dan di KRL dapat tetap terkendali.

“Kepadatan dapat terjadi dikarenakan dua hal, adanya pembatasan kapasitas angkut KRL dan terus bertambahnya penumpang terutama pada masa peak hour,” kata Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (4/7).

Sejak diberlakuannya PSBB Transisi di DKI Jakarta pada 5 Juni 2020, jumlah penumpang KRL semakin meningkat dari waktu ke waktu. Pada hari pertama kerja sejak diberlakukannya PSBB transisi yaitu Senin 8 Juni, jumlah penumpang yang dilayani KRL adalah sebanyak 300.029 penumpang. Pada Senin, 29 Juni jumlah tersebut sudah mencapai 393.498 penumpang atau meningkat 31 persen.

“Dengan adanya pembatasan kapasitas KRL sebanyak 45% atau 74 penumpang per kereta, maka antrean di stasiun pada jam sibuk tidak dapat dihindarkan,” tambahnya.

Kepadatan sebetulnya dapat dihindari jika seluruh pihak mematuhi pengaturan jam kerja sesuai SE Gugus Tugas Covid-19 No 8 Tahun 2020. Dengan adanya pengaturan jam kerja, antrean penumpang yang biasanya terjadi pada pukul 06.30 s.d 07.30 setiap hari dapat melandai karena jadwal keberangkatan penumpang bergeser dan tidak bersamaan seperti saat ini.

“Berdasarkan data, tidak ada pergeseran peak hour sejak terbitnya SE Gugus Tugas Covid No 8 Tahun 2020 tanggal 14 Juni 2020. Sampai saat ini, peak hour pagi berkisar pada rentang 06.30 s.d 07.30 dan malam pada rentang 16.30 s.d 18.30,” terangnya.

KAI mengapresiasi pemerintah pusat dan daerah yang menyediakan bus gratis dari berbagai stasiun untuk menuju ke DKI Jakarta. Namun, armada yang disediakan masih belum mampu untuk mengakomodir sebagian besar penumpang yang akan ke DKI Jakarta.

“Alangkah baiknya, setiap perusahaan maupun instansi juga menyediakan angkutan bus bagi pekerjanya masing-masing, sehingga kepadatan di KRL dapat semakin terurai,” tambahnya.

Dari sisi operasional, KAI sudah semaksimal mungkin meningkatkan kapasitas perjalanan melalui berbagai pengaturan pola operasi. Jam operasional KRL sudah diperpanjang dari sebelumnya pada masa PSBB DKI yaitu 05.00 – 18.00, dan sejak PSBB Transisi jam operasional diperpanjang menjadi pukul 04.00 – 21.00. Jumlah perjalanan pun sudah bertambah dari 774 perjalanan di masa PSBB dan kini sudah menjadi 938 perjalanan perhari dimana sudah mencapai 95% dari perjalanan di masa normal yaitu 991 perjalanan per hari.

“Jarak antar kereta pada jalur sibuk seperti Bogor di jam sibuk juga sudah seperti pada masa normal, dimana jaraknya hanya 5 menit antar keberangkatan kereta,” terangnya.

Sejak awal pandemi, KAI melalui KCI telah menerapkan protokol kesehatan di KRL. Penumpang KRL wajib menggunakan masker selama berada di area stasiun dan di dalam KRL, suhu tubuh maksimal 37,3 derajat celsius, dihimbau rutin mencuci tangan di wastafel yang disediakan, rutin melakukan pembersihan kereta dengan cairan pembersih yang mengandung disinfektan, serta protokol kesehatan lainnya. Untuk menegakkan protokol tersebut, KCI sudah bekerjasama dengan TNI dan Polri dengan menempatkan ratusan petugas di berbagai stasiun yang jumlah penumpangnya tinggi.

KCI juga mengimbau agar para penumpang mematuhi marka yang ada di stasiun maupun di kereta agar tetap dapat menjaga physical distancing antar penumpang. Saat kondisi padat, petugas akan melakukan penyekatan dengan zona-zona antrean di stasiun, sehingga akan memunculkan antrean di stasiun terutama pada jam sibuk. Petugas di dalam KRL juga terus mengingatkan penumpang untuk bergeser ke kereta yang kosong jika terjadi kepadatan.

Sebagai transportasi publik dengan jumlah pengguna terbesar di wilayah Jabodetabek, KRL memiliki peran vital dalam mendukung aktivitas warga untuk kembali produktif dengan disiplin dan aman. KAI dan KCI tetap berkomitmen melayani seluruh masyarakat dengan berbagai protokol kesehatan yang diterapkan dengan ketat dan tegas.

“Dengan terus meningkatnya jumlah penumpang dari waktu ke waktu, KAI berharap seluruh pihak dapat bekerjasama agar KRL dapat melayani penumpang dengan maksimal dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” pungkasnya.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
13 jam yang lalu
JETOUR T1 Meluncur di Bandung, Urban Adventure SUV Dibanderol Mulai Rp393 Juta
PT Jetour Sales Indonesia resmi memperkenalkan JETOUR T1 kepada masyarakat Bandung
 
Nasional
24 jam yang lalu
Comeback Gila! Sempat Tertinggal, Argentina Bungkam Mesir 3-2 Lewat Gol Bersejarah Enzo Fernandez di Piala Dunia 2026
Argentina menang dramatis 3-2 atas Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 berkat gol ke-3.000 sejarah turnamen dari Enzo Fernandez.
 
Nasional
07/07/2026 18:37 WIB
Kinerja Intermediasi Terjaga, Sektor Jasa Keuangan Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan
Hal tersebut disampaikan dalam Siaran Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Juni 2026 yang digelar setelah rapat pada 1 Juli 2026.
 
Nasional
07/07/2026 14:23 WIB
Indonesia Forestry Carbon Hub Resmi Beroperasi, Dongkrak Potensi Ekonomi Hijau Rp5 Triliun.
Langkah strategis yang dilakukan di Jakarta pada Senin (6/7) ini merupakan wujud nyata kerja cepat kementerian dalam mengeksekusi arahan dan kepemimpinan kuat Presiden Prabowo Subianto.
 
Nasional
07/07/2026 13:44 WIB
Mendekatkan Layanan, CIMB Niaga Syariah Hadirkan Inovasi Digital Branch di Malang
Peresmian ini dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Indra Kuspriyadi, Kepala OJK Malang Farid Falatehan, Chief of Syariah Consumer & Emerging Business Banking CIMB Niaga Bung Aldilla, Head of Syariah Network CIMB Niaga Evita Barliana, serta jajaran pemerintah…
 
Nasional
07/07/2026 13:36 WIB
Nasib IHSG Semester II-2026 Bergantung Sentimen Eksternal, Berikut Analisis Mirae Asset
Kondisi tersebut juga terjadi ketika transaksi berjalan masih mencatat defisit dan cadangan devisa terus menurun.
 
Nasional
07/07/2026 10:15 WIB
OJK dan KPPU Resmi Perkuat Kolaborasi Cegah Praktik Monopolistik
Menurutnya, kepercayaan adalah fondasi utama di sektor jasa keuangan yang harus dijaga bersama melalui transparansi, integritas dan menjunjung persaingan usaha yang sehat.
Telkomsel