Endang Muchtar
Rabu, 01 Juli 2026 - 16:36 WIB

BPS Mencatat Indonesia Mengalami Defisit Perdagangan Sebesar USD 1,61 Miliar Pada Mei 2026.

Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami defisit perdagangan sebesar USD 1,61 miliar pada Mei 2026. Angka itu berbalik dari surplus USD 4,30 miliar pada Mei 2025 dan meleset dari ekspektasi pasar yang memproyeksikan surplus USD 1,2 miliar.

BPS menyebut Mei 2026 menjadi defisit perdagangan pertama sejak April 2020. Penyebabnya adalah ekspor yang turun secara tak terduga dan impor yang melonjak. Ekspor Indonesia Mei 2026 turun 5,73 persen secara tahunan menjadi USD 23,20 miliar. Capaian itu berbalik dari kenaikan 21,98 persen pada April 2026, yang merupakan pertumbuhan terkuat sejak Agustus 2022.

Penurunan Mei juga bertentangan dengan perkiraan pasar sebesar kenaikan 6,4 persen. Ini merupakan penurunan ekspor kedua pada 2026 dan penurunan paling tajam sejak November. Ekspor non-minyak dan gas tercatat USD 22,45 miliar atau turun 4,50 persen secara tahunan. Pada April, ekspor nonmigas masih tumbuh 23,26 persen.

Di sisi lain, impor Indonesia Mei 2026 naik 22,16 persen secara tahunan menjadi USD 24,81 miliar. Angka itu di atas ekspektasi pasar 19,5 persen, tetapi sedikit melambat dibanding pertumbuhan April yang 22,49 persen. BPS mencatat pertumbuhan impor yang kuat didorong upaya pemerintah mendukung permintaan domestik dan harga minyak yang lebih tinggi.

Untuk gambaran sebelumnya, total nilai impor April 2026 mencapai USD 25.213,7 juta. Rinciannya, migas USD 4.598,6 juta dan nonmigas USD 20.615,1 juta dengan porsi masing-masing 18,24 persen dan 81,76 persen. Dibanding Maret 2026, impor April 2026 naik 31,28 persen atau USD 6.007,9 juta. Kenaikan dipicu impor nonmigas 28,55 persen atau USD 4.578,8 juta dan migas 45,09 persen atau USD 1.429,1 juta.

Jika dibanding April 2025, impor April 2026 naik USD 4.628,7 juta atau 22,49 persen. Kenaikan itu berasal dari nonmigas USD 2.549,6 juta atau 14,11 persen dan migas USD 2.079,1 juta atau 82,52 persen. Neraca perdagangan merupakan salah satu indikator utama ketahanan eksternal Indonesia. Surplus selama bertahun-tahun menopang stabilitas rupiah dan cadangan devisa.

Defisit pada Mei 2026 terjadi di tengah tekanan harga komoditas global dan permintaan domestik yang meningkat. Kondisi ini menjadi catatan BPS setelah periode ekspor yang kuat pada April 2026. Meskipun Mei mengalami defisit, secara kumulatif neraca perdagangan Indonesia untuk periode Januari–Mei 2026 masih mencatat surplus USD4,03 miliar yang berasal dari surplus sektor nonmigas USD16,31 miliar, sementara sektor migas defisit senilai USD12,28 miliar.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
17/07/2026 20:57 WIB
BNI Bawa Tiga UMKM Binaan ke Bulan Koperasi Indonesia 2026
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menghadirkan tiga usaha mikro, kecil, dan menengah binaan dalam ajang Bulan Koperasi Indonesia 2026
 
Nasional
17/07/2026 18:05 WIB
Bank BSN Incar Aset Rp87 Triliun Siap Bersaing di Papan Atas Syariah
Dengan strategi tersebut, perseroan optimistis dapat meningkatkan daya saing sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap pertumbuhan industri perbankan syariah nasional.
 
Nasional
17/07/2026 15:31 WIB
Kejutan! Putri KW Pulangkan Unggulan Kedua Wang Zhiyi dan Lolos ke Semifinal Japan Open 2026
Dengan kemenangan ini Putri Kusuma Wardani (KW) berhasil mematahkan rekor buruk lawan Wang Zhiyi untuk lolos ke semifinal Japan Open 2026.
 
Nasional
17/07/2026 13:52 WIB
Laporan Bank Indonesia: Indikasi Peningkatan Aktivitas Sektor Swasta pada Q2 2026
Sejalan dengan peningkatan aktivitas usaha, tingkat kapasitas produksi terpakai juga mengalami kenaikan. Pada triwulan II 2026, utilisasi kapasitas produksi tercatat sebesar 73,80%, lebih tinggi dibandingkan realisasi triwulan sebelumnya yang mencapai 73,33%.
 
Nasional
17/07/2026 13:13 WIB
Dorong Restorasi Hutan, Menhut Jadikan Perdagangan Karbon Magnet Investasi Swasta
Menhut menjelaskan bahwa pengembangan pembiayaan kehutanan berbasis Nature-based Solutions perlu didukung dengan informasi yang komprehensif mengenai potensi lokasi, jenis kegiatan, serta tata kelola yang jelas.
 
Nasional
17/07/2026 13:07 WIB
Kementerian Kehutanan dan Uni Eropa Perkuat Kemitraan Konservasi di Sulawesi Utara
Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk meninjau implementasi program konservasi berbasis masyarakat sekaligus memperkuat kerja sama internasional dalam mendukung pelestarian keanekaragaman hayati dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
 
Nasional
17/07/2026 12:37 WIB
Luke Vickery Resmi WNI: Bakal Seperti Apa Wajah Baru Timnas Indonesia Racikan John Herdman?
Prosesi pengambilan sumpah dan janji Luke Vickery sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), dipimpin langsung Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas.
Ad Placholder