ECONOMIC ZONE - Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp4,2 triliun untuk pelaksanaan Program Magang Nasional (MagangHub) 2026. Program yang menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi Semester II 2026 ini dirancang untuk memperkuat sektor ketenagakerjaan sekaligus meningkatkan kompetensi lulusan perguruan tinggi melalui pengalaman kerja di dunia industri.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan pemerintah meningkatkan jumlah peserta yang dapat mengikuti program tersebut. Jika sebelumnya kuota ditetapkan sebanyak 100 ribu orang, kini jumlahnya bertambah menjadi 150 ribu peserta. "Kenaikannya itu dari 100 ribu menjadi 150 ribu (orang), dan dengan jumlah anggaran sekitar Rp4,2 triliun," kata Yassierli. Selain meningkatkan kuota peserta, Kementerian Ketenagakerjaan juga telah menetapkan jadwal pendaftaran untuk calon peserta Magang Nasional 2026.
Pendaftaran akan dibuka pada 15–28 Juli 2026, sehingga masyarakat yang berminat masih memiliki waktu untuk mempersiapkan dokumen maupun persyaratan yang dibutuhkan.
"Untuk pendaftaran peserta, ini yang mungkin ditunggu-tunggu, yaitu dibuka pada 15-28 Juli. Jadi masih ada kesempatan 2 minggu lagi (bagi peserta untuk mempersiapkan diri)," ujar Yassierli.
Sebelum pendaftaran peserta dimulai, pemerintah masih membuka kesempatan bagi perusahaan, kementerian, dan lembaga untuk bergabung sebagai mitra penyelenggara program magang melalui platform MagangHub.
Pendaftaran mitra dibuka hingga 15 Juli 2026. Menurut Yassierli, semakin banyak perusahaan yang bergabung maka semakin banyak pula peluang magang yang tersedia bagi para peserta. "Dua minggu ini kesempatan perusahaan untuk mereka login, register ke platform MagangHub, kemudian mem-posting lowongan magang yang dibuka. Silahkan para perusahaan, kementerian dan lembaga memanfaatkan kesempatan ini," katanya.
Yassierli juga memastikan setiap lowongan yang diunggah perusahaan tidak akan langsung ditayangkan kepada calon peserta. Kementerian Ketenagakerjaan akan melakukan proses verifikasi untuk memastikan posisi magang yang tersedia benar-benar sesuai dengan tujuan program dan relevan bagi lulusan perguruan tinggi.
"Kami akan memverifikasi. Yang akan kita verifikasi adalah terkait dengan apakah lowongan itu benar-benar cocok untuk lulusan perguruan tinggi," tegasnya.
Setelah masa pendaftaran berakhir, proses seleksi peserta akan dilaksanakan pada 29 Juli hingga 5 Agustus 2026. Selanjutnya, peserta yang dinyatakan lolos akan diumumkan pada 7 Agustus 2026, sedangkan pelaksanaan Magang Nasional Batch 1 dijadwalkan dimulai pada 10 Agustus 2026. Melalui program ini, peserta akan menjalani masa magang selama enam bulan di perusahaan maupun instansi yang menjadi mitra pemerintah.
Selama mengikuti program, peserta akan memperoleh uang saku setara Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan selama menjalani magang. Selain uang saku, pemerintah juga memberikan perlindungan sosial bagi seluruh peserta melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK). Perlindungan tersebut diharapkan memberikan rasa aman kepada peserta selama menjalani aktivitas magang di tempat kerja.
Komentar