ECONOMIC ZONE - Badan Pusat Statistik BPS mencatat inflasi Indonesia Juni 2026 mencapai 0,44% secara bulanan (month to month/MtM), naik dari posisi Mei 2026 yang sebesar 0,28%.
Inflasi terjadi karena seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga. Kenaikan tertinggi ada di kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 10,10 persen.
Disusul kelompok makanan, minuman dan tembakau 4,67 persen, transportasi 4,57 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 2,36 persen, serta kesehatan 1,84 persen.
Kelompok lainnya juga naik, mulai dari perlengkapan rumah tangga 1,44 persen, rekreasi 1,40 persen, informasi dan jasa keuangan 1,26 persen, pendidikan 1,27 persen, perumahan 1,04 persen, hingga pakaian 1,00 persen.
Secara wilayah, inflasi y-on-y tertinggi di tingkat provinsi terjadi di Provinsi Papua Pegunungan sebesar 7,84 persen dengan IHK 122,43. Terendah di Provinsi Sulawesi Barat sebesar 2,29 persen dengan IHK 111,54.
Untuk kabupaten/kota, tertinggi di Kabupaten Jayawijaya 7,84 persen dengan IHK 122,43. Terendah di Kabupaten Majene 1,70 persen dengan IHK 111,48.
Secara bulanan, inflasi month-to-month m-to-m Juni 2026 tercatat 0,44 persen. Sedangkan inflasi year to date y-to-d sebesar 1,79 persen.
Inflasi komponen inti y-on-y Juni 2026 tercatat 2,76 persen. Secara m-to-m inflasi inti 0,23 persen dan y-to-d 1,61 persen.
Komentar