Endang Muchtar
Senin, 29 Juni 2026 - 17:35 WIB

Kemenaker Mencatat Industri Manufaktur Terbanyak Korban PHK dari 43 Ribu Orang hingga Juni 2026

Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sebanyak 43.000 pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga Juni 2026.Pemerintah menyatakan terus memperbarui data sekaligus menyiapkan berbagai langkah mitigasi guna menekan bertambahnya jumlah pekerja yang kehilangan pekerjaan.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang) Kemnaker, Anwar Sanusi, mengatakan data PHK tersebut dipublikasikan secara berkala melalui portal resmi Satudata Kemnaker dan dapat diakses oleh masyarakat. "Kalau tidak salah kemarin 43 ribu sampai bulan Juni. Artinya kita selalu melakukan pembaruan data, nanti bisa dilihat melalui Satudata," ujar Anwar saat ditemui di Pusat Pasar Kerja Kemnaker, Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026).

Menurut Anwar, pemerintah tidak hanya berfokus pada pendataan jumlah pekerja yang terdampak PHK, tetapi juga mengutamakan upaya mitigasi agar gelombang PHK dapat dicegah sejak dini. "Kami terus melakukan pemantauan terhadap data tersebut. Yang lebih penting adalah mitigasi, yaitu bagaimana menahan agar PHK tidak benar-benar terjadi," katanya.

Terkait sektor yang paling banyak menyumbang angka PHK, Anwar menyebut industri manufaktur diduga menjadi salah satu sektor dengan jumlah PHK terbesar. Namun, ia masih akan melakukan pengecekan lebih lanjut untuk memastikan rincian datanya. "Saya cek lagi ya, kalau tidak salah manufaktur salah satunya. Nanti akan saya sampaikan secara rinci," tuturnya.

Jumlah PHK hingga Juni 2026 menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode Januari hingga Mei 2026. Berdasarkan data Satudata Kemnaker, pada lima bulan pertama tahun ini tercatat 23.470 pekerja mengalami PHK dan terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Kenaikan jumlah pekerja yang terdampak PHK dalam kurun waktu satu bulan terakhir menjadi perhatian pemerintah. Kemnaker menegaskan akan terus memantau perkembangan kondisi ketenagakerjaan nasional serta memperkuat berbagai langkah pencegahan agar angka PHK tidak terus meningkat di tengah tantangan ekonomi yang masih dihadapi berbagai sektor industri.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
2 jam yang lalu
1.000 Lansia Mengikuti Happily Day Jalan Sehat
Sebanyak 1.000 lansia mengikuti Happily Day Jalan Sehat yang digelar Happily, popok celana dewasa 3in1 dari WINGS Care, di Bandung
 
Nasional
9 jam yang lalu
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Resmi Menurunkan Harga LNG Untuk Industri
Pemerintah melihat pemenuhan kebutuhan gas bumi industri secara menyeluruh, tidak hanya dari satu skema pasokan.
 
Nasional
9 jam yang lalu
Sensus Ekonomi, Investasi Pengetahuan untuk Navigasi Pembangunan
Sensus Ekonomi 2026 menjadi penting sebab mengumpulkan data dari pelaku usaha dan rumah tangga di seluruh Indonesia.
 
Nasional
10 jam yang lalu
Kemenperin Tempa IKM Logam Permesinan Masuk Rantai Pasok Manufaktur
Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah melalui pendampingan penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2015 bagi IKM logam dan permesinan agar mampu memenuhi standar industri, meningkatkan produktivitas, serta memperluas peluang masuk ke dalam rantai pasok industri…
 
Nasional
25/06/2026 17:28 WIB
Buka Jalan Difabel, Bank Mandiri Taspen dan PNM Hadirkan Pelatihan Vokasi di Brebes
PT Bank Mandiri Taspen dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Tegal terus melakukan berbagai upaya pemberdayaan untuk membuka akses yang lebih setara
 
Nasional
25/06/2026 17:25 WIB
Pemprov DKI Jakarta dan Bank Jakarta Raih Penghargaan pada Cita Loka Fest 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Bank Jakarta meraih penghargaan dalam ajang Cita Loka Fest 2026
 
Industri
24/06/2026 22:51 WIB
6G Sudah di Depan Mata, Ini yang Terjadi dengan 5G Sekarang
Ericsson Mobility Report Juni 2026: 5G capai 3,1 miliar, uplink tumbuh lebih cepat, dan peluang besar FWA di Indonesia. Simak proyeksi hingga 2031
Telkomsel