ECONOMIC ZONE - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan empat pemenang lelang wilayah kerja (WK) minyak dan gas bumi (migas) dalam ajang Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) 2026 yang berlangsung di ICE BSD, Tangsel, Rabu (20/5/2026).
Adapun, empat WK yang dimaksud adalah WK Abar-Anggursi, WK Arwana III, WK Akimeugah II, hingga WK Tuah Tanah.
Dalam paparannya, Dirjen Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengungkapkan, anak usaha Prime Group, Prime Natuna EP memenangkan lelang WK Arwana III di offshore Laut Natuna.
Adapun, tipe kontrak yang disepakati untuk WK tersebut adalah cost recovery dengan bonus tanda tangan sebesar US$200.000. Komitmen yang disepakati untuk 3 tahun pertama eksplorasi adalah 1 G&G, akuisisi dan proses seismik 3 dimensi seluas 200 kilometer (km).
Selanjutnya, untuk pemenang lelang WK Tuah Tanah adalah PT Guna Tesuma Internasional dengan bonus tanda tangan sebesar US$300.000. Estimasi sumber daya di WK tersebut dilaporkan sebesar 52,51 juta barel minyak.
WK tersebut terletak di onshore Sumatra Barat dan Riau dengan tipe kontrak yang disepakati cost recovery. Selain itu, komitmen pasti yang disepakati untuk 3 tahun pertama eksplorasi adalah 3 G&G, akuisisi dan proses 2D seismik seluas 200 km. Berikutnya, untuk WK Abar-Anggursi, dimenangkan oleh perusahaan asal Hong Kong Cinda Energy Limited dengan bonus tanda tangan sebesar US$200.000.
Estimasi sumber daya di WK tersebut mencapai 357 juta barel setara minyak (MMBO) atau gas 1,8 triliun kaki kubik (TCF). WK tersebut terletak di offshore Jawa Barat, dengan tipe kontrak yang disepakati cost recovery. Adapun, komitmen pasti yang disepakati untuk 3 tahun pertama eksplorasi adalah 3 G&G, serta akuisisi dan pemrosesan seismik 2D sepanjang 300 km.
Total komitmen yang disepakati sebesar US$2,35 juta. Lalu, pemenang lelang untuk WK Akimeugah II adalah PT Dongfang Exploration Oil Indonesia dengan bonus tanda tangan sebesar US$200.000. Estimasi sumber daya di WK tersebut dilaporkan sebesar 15 miliar barel setara minyak (BBOE).
WK tersebut terletak di onshore Papua Selatan dan Papua Pegunungan, dengan tipe kontrak yang disepakati cost recovery. Selain itu, komitmen pasti yang disepakati untuk 3 tahun pertama eksplorasi adalah 4 G&G dan pengeboran 2 sumur eksplorasi dengan total komitmen pasti mencapai US$31,15 juta.
Hingga Mei 2026, Kementerian ESDM telah mengidentifikasi 118 WK migas potensial. Perinciannya meliputi 43 wilayah yang masih dalam tahap studi bersama, 50 wilayah potensial pada tahap penawaran studi dan akuisisi data baru, serta 25 wilayah yang telah ditandatangani.
Jumlah tersebut termasuk delapan WK hasil lelang 2025 yang penandatanganan kontraknya disaksikan langsung oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di ajang IPA Convex 2026. Kedelapan WK tersebut adalah Gagah, Bintuni, Karunia, Drawa, Jalu, Southwest Andaman, Barong, dan Nawasena. Perinciannya sebagai berikut:
- WK Gagah, berlokasi di onshore Sumatra Selatan. Wilayah ini memiliki potensi sumber daya 173 juta barel minyak dan 1,1 TCF gas, dengan nilai komitmen pasti US$4,25 juta dan bonus tanda tangan US$300.000.
- WK Bintuni, berlokasi di onshore dan offshore Papua Barat. Potensi sumber dayanya mencapai 2,1 TCF gas, dengan nilai komitmen pasti US$16,55 juta dan bonus tanda tangan US$1,25 juta.
- WK Karunia, berlokasi di onshore dan offshore Sumatra Utara dan Riau. Potensi sumber dayanya sebesar 82 juta barel minyak dan 0,13 TCF gas, dengan nilai komitmen pasti US$9,9 juta dan bonus tanda tangan US$300.000.
- WK Drawa, berlokasi di offshore Papua Barat dan Papua Barat Daya. Potensi sumber dayanya 0,36 TCF gas, dengan total nilai komitmen pasti US$6,45 juta dan bonus tanda tangan US$200.000.
- WK Jalu, berlokasi di offshore Laut Andaman. Potensi sumber dayanya sebesar 2,9 TCF gas, dengan total nilai komitmen pasti US$6,6 juta dan bonus tanda tangan US$300.000.
- WK Southwest Andaman, berlokasi di offshore Laut Andaman. Wilayah ini memiliki sumber daya potensial 3 TCF gas, dengan total nilai komitmen pasti US$8,2 juta dan bonus tanda tangan US$300.000.
- WK Barong, berlokasi di offshore Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Potensi sumber dayanya 2,9 TCF gas, dengan total nilai komitmen pasti US$2,5 juta dan bonus tanda tangan US$200.000.
- WK Nawasena, berlokasi di onshore dan offshore Jawa Timur. Wilayah ini memiliki potensi sumber daya 1,3 TCF gas, dengan total nilai komitmen pasti US$3,5 juta dan bonus tanda tangan US$300.000.
Secara keseluruhan, delapan WK tersebut memiliki total nilai komitmen pasti sebesar US$57,95 juta dan total bonus tanda tangan US$3,15 juta, dengan perkiraan sumber daya mencapai 255 juta barel minyak dan 13,79 TCF gas.
Komentar