Endang Muchtar
Kamis, 21 Mei 2026 - 14:35 WIB

Kenaikan Harga Gabah Ancam Kelangsungan Produsen dan Penggilingan Paling Tertekan

Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Kenaikan harga gabah yang tidak disertai penyesuaian harga eceran tertinggi (HET) berisiko memicu penghentian pasokan beras ke pasar ritel modern di Indonesia pada Mei 2026. Situasi ini berdampak pada tertekannya margin usaha penggilingan padi hingga pemilik merek akibat tingginya ongkos produksi bahan baku.

Pengamat pertanian, Khudori, menjelaskan bahwa porsi bahan baku gabah mendominasi hingga 93 persen dari total biaya produksi beras nasional. Saat harga gabah menyentuh Rp7.500 per kilogram, maka biaya pokok produksi setara beras sudah mendekati angka Rp15.000 per kilogram.

Angka tersebut telah melampaui HET beras premium di zona I yang ditetapkan sebesar Rp14.900 per kilogram dan beras medium senilai Rp13.500 per kilogram. Ketimpangan struktur biaya ini dinilai paling memberatkan sektor penggilingan skala kecil dan menengah yang memiliki keterbatasan modal.

“Ketika harga gabah tinggi dan rendemen giling hanya berkisar 54% sampai 55%, produsen beras pasti tekor ketika menjual sesuai HET,” ujar Khudori dalam keterangan tertulis, Rabu (6/5/2026).

Kondisi ini dipicu oleh kebijakan perberasan sejak 2025 yang menetapkan harga pembelian gabah Rp6.500 per kilogram. Pemerintah juga menargetkan penyerapan gabah oleh Bulog dalam skala besar, yakni 3 juta ton pada 2025 dan meningkat menjadi 4 juta ton setara beras pada 2026.

Dominasi Bulog sebagai pembeli awal di pasar menyebabkan pelaku usaha swasta nonmitra kesulitan mendapatkan bahan baku dengan harga yang bersaing. Khudori memperingatkan bahwa langkah Food Station yang mulai mengurangi suplai bisa diikuti oleh produsen lain jika kerugian terus membengkak. “Jika ini diikuti produsen lain, pasokan akan benar-benar kosong,” katanya.

Tekanan finansial ini tercermin pada laporan keuangan sejumlah emiten beras yang mencatatkan kerugian bersih pada tahun 2025. PT Buyung Poetra Sembada Tbk melaporkan rugi Rp34,24 miliar, sementara PT Wahana Inti Makmur Tbk mengalami kerugian sebesar Rp3,69 miliar.

Meskipun pelaku usaha saat ini masih bertahan demi menjaga jaringan distribusi dan eksistensi merek, namun strategi tersebut dinilai tidak berkelanjutan dalam jangka panjang. Lesunya perdagangan stok antarwilayah juga mengancam daerah defisit seperti Papua dan Maluku yang berisiko mengalami kelangkaan pasokan.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
20/05/2026 21:14 WIB
BPA Fair 2026 Berhasil Lelang Aset Koruptor Sedikitnya Tembus Rp4,8 Miliar
Dari pelaksanaan lelang barang rampasan negara yang berlangsung terbuka, BPA membukukan selisih kenaikan harga di atas nilai limit sebesar Rp1,65 miliar.
 
Nasional
20/05/2026 20:12 WIB
Krom Bank Menyetujui  Pengalokasian  Laba Bersih 100% Digunakan Untuk Penambahan Modal Perseroan 
Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi Perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan.
 
Nasional
20/05/2026 19:23 WIB
POPSI Pertanyakan Kewajiban Ekspor Sawit Melalui BUMN
Desakan itu disampaikan setelah Presiden mengumumkan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam Strategis melalui BUMN dalam penyampaian Rancangan Ekonomi Makro di DPR RI pada Rabu (20/5/2026).
 
Nasional
20/05/2026 17:46 WIB
Jakarta Utara Hadirkan 2.665 Lowongan, Job Fair Dipadati Ribuan Pencari Kerja
Job Fair ini merupakan upaya pemerintah dalam membuka kesempatan kerja, sekaligus mempertemukan para pencari kerja dengan perusahaan dalam satu wadah.
 
Nasional
20/05/2026 16:23 WIB
Pasar Perkantoran Jakarta 2026 Mulai Pulih Terlihat Dari Terbatasnya Pasokan Ruang
Setelah beberapa tahun bergerak lambat akibat tekanan ekonomi dan perubahan pola kerja, sektor perkantoran kini mulai mengalami peningkatan permintaan.
 
Nasional
20/05/2026 14:12 WIB
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.743 per Dolar AS
Pelaku pasar dinilai masih mencermati berbagai sentimen global yang memengaruhi arah pergerakan mata uang, termasuk stabilitas dolar AS di pasar internasional.
 
Nasional
20/05/2026 12:37 WIB
Prabowo Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 di Sidang Paripurna DPR RI
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan langsung arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara sebagai bahan pembicaraan pendahuluan dalam penyusunan RAPBN Tahun 2027 dalam momentum peringatan hari kebangkitan nasional.
Telkomsel