Endang Muchtar
Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:30 WIB

Jumlah Menyusut, Populasi Kerbau Mendekati Kepunahan

Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Dua bocah mandikan puluhan kerbau, di terusan Sungai Cisadane, Tangerang, Banten, Sabtu (16/5/1026).

Peternak kerbau itu sehari-hari melintasi perkebunan warga yang dilepas pada siang hingga sore hari, sebab pada pagi hari banyaknya petani berada di sawah atau ladang untuk menanam palawija yang dikawatirkan menganggiu aktivitas mereka. 

Setiap hari, ratusan kerbau dilepas di lahan perkebunan untuk memanfaatkan rerumputan hijau itu. Sebagian besar petani di sekitar perkebunan itu memiliki ternak kerbau.

Memiliki ternak kerbau sangat membantu pendapatan ekonomi petani, karena jika mengalami kesulitan ekonomi, kerbau tersebut bisa dijual.

"Kami sangat terbantu secara ekonomi dari ternak kerbau itu," kata Rasidi (60), warga Rangkasbitung Timur, Kabupaten Lebak,akhir pekan lalu.

Para petani mengembangkan ternak kerbau tersebut sebagai usaha sampingan atau tabungan.

Jika hanya mengandalkan tanaman pertanian, dan bila tidak bisa menghasilkan akibat terserang hama maupun penyakit tanaman, petani akan "gigit jari" karena tidak ada pendapatan.

Begitu juga jika keluarga petani mengalami musibah, seperti meninggal dunia maupun kecelakaan, yang bisa menolong mereka adalah ternak kerbau.

Petani bisa menjual ternak kerbau untuk membiayai kebutuhan hidup jika terjadi gagal panen atau ada anggota keluarga yang meninggal dunia.

Saat ini, harga ternak kerbau di tingkat tengkulak dikisaran antara Rp30 juta-Rp35 juta/ekor. Karena itu, kehidupan ekonomi keluarga petani sangat terbantu dengan memiliki ternak kerbau.

Para petani mengembangkan ternak hewan besar itu secara turun temurun. "Kami memiliki kerbau 20 ekor dan bila membutuhkan uang untuk sesuatu bisa dijual hingga empat ekor dan jika tidak membutuhkan tentu tidak dijual," kata Rasidi.

Sapri (55), petani di Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, mengatakan memelihara ternak kerbau untuk mengatasi kesulitan ekonomi.

Kandang kerbau miliknya berada di belakang rumah dan kini ia memelihara 10 ekor kerbau. Selama ini, ternak kerbau mudah dijual untuk mendapatkan uang karena tinggal menghubungi tengkulak.

"Belum lama ini kami kena musibah, orang tua meninggal sehingga terpaksa menjual tiga ekor kerbau dan bisa menghasilkan Rp60 juta," kata Sapri.

Peternakan kerbau di wilayahnya dikelola secara tradisional dengan menggembalakannya di tanah lapang yang banyak rerumputan. "Setelah dari kebun pada siang hari kami menggembala kerbau di tanah lapang yang banyak rerumputan hijau," katanya.

Untuk mengembangkan usaha ternak kerbau, petani terbentur permodalan juga minimnya sumber daya manusia dan teknologi, sehingga usaha mereka dikelola secara tradisional.

Padahal potensi usaha peternakan di wilayah tersebut cukup menjanjikan untuk menjadi sentra lumbung ternak karena didukung lahan yang luas.

Kebanyakan petani menggembalakan ternak dilepas di lahan-lahan perkebunan untuk mencari pakan rerumputan. Pola pengembangan usaha seperti itu tentu kurang mendukung upaya peningkatan populasi ternak besar.

Padahal permintaan kerbau untuk kebutuhan Idul Fitri dan Idul Adha cukup tinggi.

Menurutnya pemerintah daerah berupaya mengoptimalkan edukasi dan pembinaan kepada petani yang mengembangkan ternak kerbau agar dapat meningkatkan kualitas SDM dan teknologi peternakan, antara lain melalui pengembangan budi daya rumput pecong untuk pakan.

Rumput pecong untuk 50 ekor kerbau diperlukan seluas lima hektare, karena kebutuhan pakan 50 kg/ternak/hari.

Selain itu kerbau tidak dilepas dan berada di kandang dengan kondisi bersih, dan setiap bulan mendapatkan pemeriksaan kesehatan dari dokter hewan.

Melalui situs resmi Pemerintah Kabupaten Lebak atau publikasi resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lebak.

Jumlah populasi kerbau di Kabupaten Lebak menurun drastis dari angka sekitar 33.200 ekor pada tahun-tahun sebelumnya, jumlahnya merosot tajam hingga tersisa di kisaran 13.000 hingga 19.000 ekor. 

Menurunnya populasi kerbau itu disebabkan berbagai faktor, antara lain berkurangnya pejantan, alih fungsi menjadi pemukiman lahan yang mengakibatkan sulitnya rerumputan sebagai pakan ternak, dan pencurian ternak.

Selain itu juga faktor penerapan teknologi pertanian pangan, sehingga petani meninggalkan penggunaan bajak ternak kerbau.

Ternak yang dikembangkan petani itu jenis kerbau lumpur dan berat badannya bisa mencapai 500-700 kilogram.

Beberapa tahun lalu Kementerian Pertanian (Kementan) menyalurkan program bantuan pengembangan peternakan kerbau di Kabupaten Lebak. Bantuan ini dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi petani dan mendukung swasembada daging.

Program bantuan ternak ini dilakukan di Kecamatan Cileles dan Panggarangan dengan alasan kedua daerah ini dinilai merupakan sentra penghasil ternak kerbau.

Penyaluran program bantuan itu di antaranya akan menambah jumlah kerbau pejantan, sebab peternak Lebak masih kekurangan kerbau pejantan.

Bantuan kerbau jantan bertujuan untuk mempercepat keturunan juga memiliki kualitas unggul. Sebelumnya tiga tahun beranak, namun dengan bantuan pejantan bisa mempercepat keturunan anaknya menjadi dua tahun.

Selain bantuan ternak juga diberikan pelayanan inseminasi buatan (IB) untuk mempercepat peningkatan pipulasi kerbau. Pemberian IB sangat efektif untuk mendapatkan keturunan yang unggul dengan harga di pasaran cukup tinggi.

Jika kerbau memiliki keturunan unggul harga di pasaran diyakini cukup bagus hingga mencapai ratusan juta rupiah, sehingga akan meningkatkan pendapatan petani.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
14/05/2026 15:12 WIB
Penipuan Online Rugikan Asia Tenggara USD 23,6 Miliar, ASEAN Foundation dan Google Luncurkan Scam Ready ASEAN
Di Indonesia sendiri, sepanjang tahun 2025 tercatat lebih dari 411.000 laporan kasus penipuan online dengan estimasi kerugian finansial mencapai sekitar USD 550 juta atau setara Rp9 triliun, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC).
 
Nasional
13/05/2026 16:19 WIB
Kerugian Rp6 Triliun dan 274.000 Laporan Penipuan, Ancaman Deepfake Kian Mengkhawatirkan
Deepfake, yang merupakan audio, video, dan gambar sintetis yang dihasilkan AI untuk meniru identitas seseorang secara meyakinkan, kini telah bergeser dari ancaman teoritis menjadi instrumen penipuan aktif yang menyasar sistem keuangan Indonesia.
 
Nasional
13/05/2026 15:45 WIB
Lion Parcel dan AstraPay Dorong Digitalisasi Transaksi di Tingkat Agen, Catat Kenaikan Pendapatan Mitra Lebih dari 10%
ratusan mitra agen Lion Parcel di berbagai wilayah Indonesia, dengan 36 agen terbaik mendapatkan apresiasi untuk mendukung pengembangan bisnis mereka.
 
Nasional
13/05/2026 14:21 WIB
Jelang Long Weekend Mei 2026 Sejumlah Emiten Tebar Triliunan Dividen
Tepat setelah masa libur panjang berakhir, jadwal aksi korporasi berupa pembagian dividen tunai akan direalisasikan.
 
Nasional
13/05/2026 12:01 WIB
Pemerintah Himbau Jemaah Lanjut Usia Ibadah di Hotel Seiring Suhu Makkah Capai 43 Derajat Celcius
Pemerintah memberikan instruksi khusus bagi jemaah lanjut usia dan pemilik penyakit komorbid untuk memindahkan aktivitas ibadah seperti salat Dzuhur dan Ashar ke hotel masing-masing.
 
Nasional
12/05/2026 19:53 WIB
Purbaya: Jaga Kepercayaan Publik
Dalam arahannya, Purbaya menegaskan aparatur pajak tidak boleh terlibat praktik titipan, transaksi kepentingan, maupun perlakuan khusus yang dapat merusak integritas institusi perpajakan.
 
Nasional
12/05/2026 17:16 WIB
Solusi Tekanan Air Rendah: WizFlo Hand Shower dari American Standard
Budaya Mandi dan Pentingnya Arus Air Stabil bagi Kesehatan
Telkomsel