Fery Pradolo
Jumat, 08 Agustus 2025 - 11:57 WIB

SisBerdaya dan DisBerdaya 2025: Dorong UMKM Perempuan dengan Teknologi

SisBerdaya dan DisBerdaya 2025: Dorong UMKM Perempuan dengan Teknologi
SisBerdaya dan DisBerdaya 2025: Dorong UMKM Perempuan dengan Teknologi
Dummy

ECONOMIC ZONE - Mengusung tema ‘Memajukan Bisnis dengan Teknologi’, program SisBerdaya & DisBerdaya 2025 dari DANA dan Ant International resmi mengumumkan 35 pemenang dari kalangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berhasil menunjukkan bagaimana pemanfaatan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), dapat meningkatkan produktivitas, efektivitas, dan keberlanjutan bisnis. Acara penghargaan digelar di Kempinski Jakarta, sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan inovasi para perempuan inspiratif dari seluruh Indonesia.

Komitmen untuk Pemberdayaan Perempuan

Bersama Ant International, DANA memperluas akses dan peluang bagi pelaku usaha perempuan untuk naik kelas di era digital. Program SisBerdaya dan DisBerdaya menjadi wujud nyata dari komitmen ini, sekaligus menjembatani kesenjangan digital di kalangan UMKM perempuan di Indonesia. Program ini menawarkan pelatihan hybrid dengan kurikulum komprehensif yang mencakup:

  • Business Model Canvas untuk perencanaan bisnis yang terstruktur.
  • Digital Payment & Marketing untuk meningkatkan kehadiran di pasar digital.
  • Pemanfaatan AI untuk mendukung operasional bisnis, seperti strategi pemasaran dan pengelolaan data.

Melalui pendampingan intensif, peserta tidak hanya diperkenalkan pada teknologi, tetapi juga didorong untuk menguasainya sebagai alat transformasi. Hal ini memungkinkan mereka untuk meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan membangun kepercayaan diri sebagai pelaku usaha yang mandiri.

“Sebelum ikut SisBerdaya, saya hanya menjual produk ke tetangga sekitar, tanpa tahu cara memasarkan secara online. Selama pelatihan, saya belajar banyak hal, mulai dari digital marketing, pencatatan keuangan, hingga membuat konten yang menarik. Kami juga dibekali dasar-dasar memanfaatkan AI dalam strategi marketing. Sekarang saya bisa memasarkan produk lewat media sosial dan marketplace, bisnis saya pun berkembang dan pesanan semakin banyak. Yang paling penting, saya jadi lebih percaya diri menjalankan usaha ini dan ingin berbagi ilmu dengan ibu-ibu lainnya,” ujar Iis Sadiyah, Pemilik Alfazza Farm sekaligus Pemenang SisBerdaya 2025 Area 3 (Jabodetabek).

Pertumbuhan Peserta dan Dampak Program

Tahun ini, SisBerdaya mencatatkan lebih dari 5.000 peserta dari tiga wilayah utama (Barat, Timur, dan Jabodetabek), meningkat 176% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, DisBerdaya mengalami pertumbuhan empat kali lipat dibandingkan 2024, dengan lebih dari 100 peserta perempuan penyandang disabilitas yang antusias mengikuti program ini. Peserta dari berbagai wilayah, mulai dari Sumatera hingga Papua, telah melalui proses seleksi dan penjurian ketat untuk memastikan kualitas dan potensi dampak usaha mereka.

Rony Ukurta Barus, Kepala Direktorat Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyatakan:

“SisBerdaya dan DisBerdaya menunjukkan bahwa pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas dapat menciptakan dampak nyata dan terukur. Para pemenang hari phiên ini tidak hanya inspiratif, tetapi juga menjadi katalis perubahan yang membuktikan bahwa perempuan pelaku usaha, termasuk dari kelompok disabilitas, memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.”

Pada puncak acara, SisBerdaya 2025 mengumumkan 30 pemenang, sedangkan DisBerdaya 2025 menobatkan 5 pemenang. Mereka dipilih berdasarkan:

  • Kualitas proposal bisnis,
  • Potensi dampak sosial,
  • Strategi pertumbuhan, dan
  • Pemanfaatan teknologi digital dalam operasional usaha.

Para pemenang berhak menerima total hadiah senilai 750 juta rupiah untuk mendukung pengembangan usaha, peningkatan kapasitas, dan adopsi teknologi dalam bisnis mereka.

Dukungan DANA dan Ant International

Vince Iswara, CEO dan Co-Founder DANA Indonesia, menegaskan:

“Penganugerahan SisBerdaya dan DisBerdaya 2025 bukan sekadar selebrasi, melainkan momentum penting untuk mengakui dan mendukung UMKM perempuan sebagai bagian integral dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan 64% pelaku UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan, kemajuan teknologi dan kemudahan akses investasi digital harus mampu menghilangkan kesenjangan ini.”

Wilson Siahaan, Senior Director, Government Affairs and Strategic Development Ant International Indonesia, menambahkan:

“Kami bangga melanjutkan kemitraan strategis dengan DANA untuk menyelenggarakan program SisBerdaya dan DisBerdaya yang telah memasuki tahun ketiga. Program ini menegaskan bahwa transformasi digital tidak hanya menjadi motor penggerak ekonomi keluarga, tetapi juga menumbuhkan keyakinan diri, menciptakan peluang baru, dan menginspirasi perempuan di seluruh Indonesia.”

Program tahun ini menjangkau peserta dari tiga wilayah utama:

  • Area I: Sumatera, Kalimantan, dan Jawa (kecuali Jakarta).
  • Area II: Sulawesi, Bali, NTT, NTB, Ambon, Papua.
  • Area III: Jabodetabek.

Dengan latar belakang usaha yang beragam, mulai dari kuliner, kerajinan, kecantikan, pertanian, hingga teknologi, para peserta membuktikan bahwa perempuan Indonesia siap naik kelas dan memimpin transformasi ekonomi.

Sebagai platform yang aktif mendukung UMKM, DANA telah membantu lebih dari 1 juta pelaku usaha melalui fitur DANA Bisnis. Survei INDEF 2023 mencatat bahwa 98% pelaku UMKM pengguna dompet digital DANA merasakan manfaat nyata dalam operasional bisnis sehari-hari, mulai dari kemudahan transaksi hingga peningkatan efisiensi.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
33 menit yang lalu
Perang Lawan Karhutla di Kalimantan, Pemerintah Lipat Gandakan Water Bombing dan Personel
Berdasarkan pemutakhiran Sistem Pemantauan Karhutla (SIPONGI) Kementerian Kehutanan, pemantauan Satelit NASA-MODIS/Terra-Aqua dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence menunjukkan perkembangan hotspot yang dinamis selama 17–19 Agustus 2026.
 
Nasional
3 jam yang lalu
OJK DORONG PENGUATAN LITERASI DAN INKLUSI KEUANGAN SYARIAH MELALUI EKSiS 2026
Upaya tersebut salah satunya melalui penyelenggaraan Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSiS) 2026 yang berlangsung pada 20 - 23 Agustus 2026 di Kota Kasablanka, Jakarta.
 
Nasional
3 jam yang lalu
RUU P2 APBN 2025 Disepakati, Lanjut ke Sidang Paripurna DPR
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan dan seluruh Anggota Banggar DPR RI yang mewakili seluruh fraksi dan Komisi DPR RI atas dukungan selama proses pembahasan.
 
Nasional
3 jam yang lalu
Menkeu Minta Dampak FTA Dipetakan, Industri Berpeluang Diselamatkan
Selain industri yang telah terdampak FTA, Purbaya menekankan pentingnya melihat sektor baru yang belum menjadi kekuatan utama Indonesia, tetapi memiliki prospek pertumbuhan tinggi.
 
Nasional
4 jam yang lalu
Sequis Life Dorong Perempuan Wirausaha Perkuat Fondasi Keuangan dan Perluas Relasi yang Bermakna
Peserta diperkenalkan pada konsep Perencanaan Finansial Sederhana yang dapat dilakukan melalui tiga langkah, yaitu Adaptasi, Akselerasi, dan Antisipasi.
 
Bisnis
4 jam yang lalu
Riset DBS Ungkap 5 Sektor Indonesia yang Bakal Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Riset Bank DBS Indonesia mengungkap lima sektor strategis yang menghadapi perubahan menuju bisnis berkelanjutan dan berdaya saing kuat.
 
Industri
19/08/2026 19:15 WIB
Career Day 2026 Hadirkan 25 Perusahaan, 75 Lowongan Siap Diperebutkan Anak Muda
Career Day 2026 menghadirkan 25 perusahaan dan 75 lowongan kerja dengan proyeksi serapan 850 tenaga kerja bagi talenta muda Indonesia.
Ad Placholder