ECONOMIC ZONE - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan realisasi belanja APBN hingga Maret 2026 mencapai Rp815 triliun atau tumbuh 31,4 persen. Pemerintah berkomitmen terus memacu belanja pada kuartal II/2026 untuk menjaga target pertumbuhan tahunan di level 5,4 persen.
Ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,61 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal I/2026 di Jakarta, Selasa (5/5/2026). Capaian yang dilansir dari Ekonomi ini melampaui ekspektasi berbagai lembaga internasional dan menjadi pertumbuhan tertinggi sejak kuartal I/2013.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa sektor konsumsi pemerintah menjadi motor utama dengan lonjakan pertumbuhan mencapai 21,81 persen. Dari sisi lapangan usaha, sektor akomodasi serta makan dan minum mencatat kenaikan tertinggi sebesar 13,14 persen.
"Kalau kita lihat triwulan satu ini tentunya yang relatif paling tinggi dibandingkan dengan sebelumnya," terang Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS. Peningkatan ini didorong oleh perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan momen libur nasional.
Program MBG memberikan dampak signifikan pada subsektor peternakan yang tumbuh 11,84 persen akibat permintaan daging ayam dan telur. Selain itu, pembangunan 6.737 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut memacu pertumbuhan sektor konstruksi sebesar 5,49 persen.
Akselerasi belanja ini menyebabkan defisit fiskal sebesar Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB pada akhir Maret 2026. Hal ini dipicu oleh pertumbuhan penerimaan pajak yang melandai di angka 20,7 persen sementara belanja kementerian meningkat tajam.
Komentar