Endang Muchtar
Selasa, 12 Mei 2026 - 14:14 WIB

Akhir Mei 2026 Stok Beras Nasional Diproyeksi Tembus 6 Juta Ton

Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Stok beras nasional terus menunjukkan tren peningkatan seiring melimpahnya hasil panen raya di berbagai daerah. Pemerintah optimistis cadangan beras nasional pada akhir Mei 2026 mampu menembus angka 6 juta ton.


Direktur Utama Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan, hingga 11 Mei 2026 stok beras yang dikuasai pemerintah telah mencapai 5,3 juta ton dan diperkirakan terus bertambah dalam beberapa pekan mendatang.
“Insya Allah akhir Mei bisa mencapai 6 juta ton,” ujar Rizal saat ditemui di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, capaian tersebut menjadi sejarah baru bagi Perum Bulog selama 59 tahun berdiri. Sebagai perbandingan, stok tertinggi tahun lalu hanya berada di kisaran 4,2 juta ton.
Rizal menegaskan, lonjakan stok beras ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari petani, penggilingan padi, penyuluh pertanian, hingga dukungan TNI dan Polri dalam menjaga distribusi dan penyerapan gabah.
“Ini capaian luar biasa dan membanggakan. Bukan hanya kerja Bulog, tetapi hasil kerja bersama seluruh elemen,” katanya.


Saat ini, lanjut Rizal, hampir seluruh gudang Bulog dalam kondisi penuh, termasuk gudang sewa milik swasta yang digunakan untuk menampung cadangan beras pemerintah.


Pemerintah juga menargetkan Bulog dapat menguasai hingga 70 persen stok beras nasional guna memperkuat stabilitas harga dan ketahanan pangan nasional.“Kami mendapat arahan langsung dari Presiden untuk memperkuat gudang penyimpanan dan meningkatkan produksi pertanian,” ujarnya.


Rizal menilai, penguasaan stok yang besar akan membawa Indonesia menuju kemandirian pangan yang sesungguhnya dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.
“Dengan stok yang kuat, Indonesia makin percaya diri menuju swasembada pangan,” tambahnya.


Bulog juga memastikan harga gabah petani tetap terjaga sesuai Instruksi Presiden, yakni Rp6.500 per kilogram. Sementara harga beras di tingkat konsumen tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp12.500 per kilogram untuk beras medium dan Rp14.900 per kilogram untuk beras premium.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia berada dalam posisi yang kuat di tengah ancaman krisis pangan global.“Kita tidak panik. Kita sudah menuju swasembada pangan dan sebentar lagi swasembada BBM,” kata Prabowo saat kunjungan kerja di Gorontalo, Sabtu (9/5/2026).

Sementara itu, Food and Agriculture Organization sebelumnya mengingatkan potensi krisis pangan dunia akibat terganggunya jalur distribusi global, termasuk dampak ketegangan di Selat Hormuz terhadap pasokan pupuk dan energi dunia.


FAO mencatat indeks harga pangan dunia pada April 2026 mencapai 130,7 poin atau naik 1,6 persen dibanding bulan sebelumnya, sekaligus menjadi level tertinggi sejak Februari 2023.

 

TAGS
  1. beras ,
Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
2 jam yang lalu
Solusi Tekanan Air Rendah: WizFlo Hand Shower dari American Standard
Budaya Mandi dan Pentingnya Arus Air Stabil bagi Kesehatan
 
Nasional
07/05/2026 06:17 WIB
Disertasi Doktoral Soroti Urgensi RUU Transfer Pricing untuk Perkuat Kepastian Hukum dan Penerimaan Negara
Rekonstruksi Hukum Transfer Pricing Berbasis Kepastian Hukum untuk Mendukung Optimalisasi Penerimaan Negara Indonesia
 
Nasional
06/05/2026 15:24 WIB
Perry Ambil Langkah BI Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
Berkaitan dengan dua hal penting mengenai nilai tukar usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Merdeka Selasa (5/5/2026).
 
Nasional
06/05/2026 14:55 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada Kuartal I/2026 Mencapai 5,61% (yoy), Tertinggi Sejak Kuartal I/2013
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan realisasi belanja APBN hingga Maret 2026 mencapai Rp815 triliun atau tumbuh 31,4 persen.
 
Nasional
06/05/2026 11:18 WIB
Aksi Nyata Canon: Ubah Sampah Botol Tinta Plastik Menjadi Harapan bagi Anak Prasejahtera
Bekerja sama dengan ATMI Recycle Studio dan didukung oleh Lembaga Daya Dharma Keuskupan Agung Jakarta (LDD-KAJ), inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi dampak sampah plastik sekaligus memberikan kontribusi edukatif bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
 
Nasional
05/05/2026 12:00 WIB
Ericsson: 5G Bukan Sekadar Teknologi, Tapi Fondasi Ekonomi Digital Indonesia
Ericsson dorong percepatan 5G untuk tingkatkan ekonomi digital Indonesia, dengan potensi kontribusi hingga 41 miliar dolar AS.
 
Nasional
04/05/2026 13:27 WIB
Indonesia Butuh 9 Juta Talenta Digital pada 2030, vivo Dorong Akses Pendidikan Teknologi Lewat NexGen Scholars
Sebagai bagian dari kontribusi untuk menjawab tantangan tersebut, vivo menghadirkan program vivo NexGen Scholars untuk membuka akses pendidikan tinggi di bidang sains dan teknologi bagi generasi muda Indonesia.
Telkomsel