Fery Pradolo
Kamis, 31 Juli 2025 - 21:51 WIB

DBS Foundation Bangun Talenta Digital melalui Coding Camp

DBS Foundation Bangun Talenta Digital melalui Coding Camp
DBS Foundation Bangun Talenta Digital melalui Coding Camp
Dummy

ECONOMIC ZONE - Bank DBS Indonesia, melalui DBS Foundation, menunjukkan komitmennya dalam mendukung masyarakat rentan dengan menyelenggarakan program pelatihan teknologi intensif bertajuk Coding Camp 2025 powered by DBS Foundation. Program ini telah berhasil melatih 3.000 mahasiswa dan siswa SMK selama satu semester penuh, serta memberikan pelatihan dasar kepada 57.000 talenta digital di bidang Front-End, Back-End, dan Machine Learning. Hasilnya, sebanyak 30.864 kredensial mikro atau sertifikat kompetensi telah diterbitkan, mencakup berbagai tingkat keahlian dari dasar hingga mahir. Selain pelatihan, program ini juga memfasilitasi lulusan melalui Event Bursa Kerja daring untuk mendukung penyerapan tenaga kerja.

Puncak program ini ditandai dengan acara kelulusan yang dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, serta CEO Dicoding, Narenda Wicaksono. Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan Kementerian Pendidikan, pimpinan universitas dan SMK mitra, instruktur dari karyawan Bank DBS Indonesia, serta para lulusan terbaik yang telah menunjukkan prestasi luar biasa.

Transformasi melalui Pendidikan Teknologi

Sejak diluncurkan pada 2023, Coding Camp powered by DBS Foundation dirancang untuk memberikan pembelajaran teknologi yang terstruktur dan berkualitas tinggi. Program ini merupakan bagian dari komitmen Bank DBS yang mengalokasikan SGD 1 miliar selama satu dekade untuk mendukung komunitas rentan dan menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. Dengan fokus pada inklusi digital, program ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan teknis dan non-teknis agar siap bersaing di industri teknologi dan startup.

Wakil Menteri Dikti Saintek, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menyatakan, “Program ini menjadi teladan dalam pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Coding Camp tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga membangun literasi keuangan, kemampuan berpikir kritis, dan karakter yang berempati. Ini adalah langkah nyata dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di era digital.”

Pelatihan Intensif dengan Dampak Nyata

Pada tahun ketiga, Coding Camp menghadirkan pelatihan intensif dengan durasi 833 jam untuk siswa SMK dan 928 jam untuk mahasiswa. Dari lebih dari 63.000 pendaftar, terpilih 2.400 mahasiswa dan 600 siswa SMK dari 575 institusi pendidikan di seluruh Indonesia. Sebanyak 32% peserta adalah perempuan, 93% berasal dari kota kecil dan menengah, serta 625 peserta dari latar belakang ekonomi kurang mampu. Peserta memperoleh pelatihan mendalam di bidang tech skills, soft skills, dan Bahasa Inggris, mempersiapkan mereka untuk menjadi full-stack developer atau AI/machine-learning engineer.

Keunikan program ini terletak pada keterlibatan 103 karyawan Bank DBS Indonesia sebagai pengajar sukarela melalui inisiatif People of Purpose (PoP). Mereka telah mengabdikan 2.852 jam untuk mengajarkan literasi finansial dan soft skills, memperkaya pengalaman belajar peserta.

Karya Inovatif melalui Capstone Project

Di akhir pelatihan, peserta menghasilkan 482 karya digital melalui capstone project, sebuah pendekatan berbasis proyek yang mendorong mereka mengaplikasikan pengetahuan dalam menyelesaikan masalah sosial. Salah satu karya unggulan adalah Isyara, sebuah platform pembelajaran Bahasa Isyarat yang dikembangkan oleh enam mahasiswa dari Universitas Pendidikan Indonesia, Politeknik Negeri Jember, dan Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri. Isyara dirancang untuk mempopulerkan Bahasa Isyarat secara inklusif dan menyenangkan, menjadikannya salah satu dari enam karya terbaik yang dipamerkan pada acara kelulusan.

Inklusivitas dan Kesempatan Kerja

Program ini menonjol dalam pendekatan inklusifnya. Valentio Stanley Gunadi, seorang peserta Tuli dari Universitas Bina Nusantara, mengapresiasi aksesibilitas program melalui modul tertulis dan closed caption. Ia berhasil menguasai Machine Learning dan bercita-cita menjadi IT Specialist. Valentio berharap program ini terus membuka peluang bagi lebih banyak peserta Tuli di masa depan.

Kisah sukses lainnya datang dari Muhammad Siddiq Fathurahman, siswa SMKN 2 Yogyakarta, yang kini bekerja sebagai Front-End Developer Intern di Coding Collective. “Capstone project yang saya presentasikan menarik perhatian perusahaan,” ujarnya. Sebagai putra seorang mitra ojek online, Siddiq bangga dapat meningkatkan taraf hidup keluarganya melalui keterampilan yang diperoleh.

Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, menegaskan, “Melalui pilar keberlanjutan Impact Beyond Banking, kami berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat rentan melalui pendidikan teknologi. Coding Camp bukan hanya tentang keterampilan digital, tetapi juga tentang menciptakan generasi inovator yang siap memimpin ekonomi digital masa depan.”

CEO Dicoding, Narenda Wicaksono, menambahkan, “Kemitraan dengan DBS Foundation sejak 2023 telah memungkinkan kami menghadirkan pelatihan teknologi yang merata bagi 375 kampus dan 200 SMK, termasuk peserta dari kelompok prasejahtera dan penyandang disabilitas. Program ini adalah bukti nyata bahwa talenta digital Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing secara global.”

Dengan pendekatan inklusif, kurikulum berkualitas, dan dukungan menuju dunia kerja, Coding Camp powered by DBS Foundation terus menjadi katalis bagi transformasi digital dan pemberdayaan masyarakat Indonesia.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
27 menit yang lalu
Update Harga Tiket Pertandingan Timnas Indonesia Terbaru di Piala ASEAN Hyundai 2026
Harga tiket Piala ASEAN yang ditetapkan PSSI cukup terjangkau dengan empat kategori tribun. Untuk Tribun Utara dan Tribun Selatan, suporter timnas Indonesia cukup membayar Rp 100.000.
 
Nasional
1 jam yang lalu
Kekecewaan Fans dan Kecaman Publik Terhadap Timnas Argentina
Salah satu faktor yang sering disebut sebagai alasan adalah sikap rasis dan arogan penggemar serta pemain Argentina.
 
Nasional
2 jam yang lalu
Mengenal Internet Rakyat dan Starlite, Dua Layanan Internet dari Grup Surge (WIFI)
Internet Rakyat merupakan inisiatif Surge WIFI, melalui pelaksana operasional Telemedia, dan bekerja sama dengan OREX SAI Inc., perusahaan patungan antara NTT DOCOMO, INC. dan NEC Corporation.
 
Nasional
2 jam yang lalu
Inggris Disingkirkan Argentina, Tuchel Evaluasi Mental Pemain dan Kane Pasrah Kehilangan Kendali
Thomas Tuchel dan Harry Kane kecewa usai Inggris kalah 1-2 dari Argentina. Mentalitas tim dinilai berubah setelah unggul lebih dulu.
 
Nasional
5 jam yang lalu
CIMB Niaga dan Cathay Hadirkan Solusi Perjalanan Internasional Lebih Efisien melalui Cathay Travel Fair 2026
Tawarkan cashback hingga Rp8,8 juta, bonus hingga 88.000 Asia Miles, dan penukaran Poin Xtra hingga 100% untuk perjalanan internasional yang lebih hemat dan nyaman
 
Nasional
20 jam yang lalu
Langkah Tegas OJK Menyerahkan Tersangka Kasus Prolife ke Kejaksaan Bukti Nyata Negara Hadir Melindungi hak-hak Pemegang Polis
Penyerahan tersangka dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Bogor, Rabu
 
Nasional
21 jam yang lalu
Menkeu Klaim Kebijakannya Diakui Internasional Menepis Kritik Pengamat Terkait Risiko krisis Ekonomi
arena itu, dirinya mengajak para investor untuk segera membeli saham di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan juga meminta investor untuk segera menukarkan dolar AS ke rupiah.
Telkomsel