Endang Muchtar
Senin, 24 Oktober 2022 - 21:32 WIB

Pemerintah Optimis Pembangunan Ekosistem Kendaraan Listrik Semakin Cepat

Foto/EndangMuchtar/ECONOMICZONE
Foto/EndangMuchtar/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Pemberian berbagai insentif kendaraan listrik pun dilakukan. Target net zero emission (NZE) pada tahun 2060 tidak akan tercapai tanpa ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Untuk mencapainya, perlu dukungan pemerintah dan swasta berupa insentif fiskal dan nonfiskal, dukungan riset agar komponen EV dapat menjadi produk domestik dengan harga kompetitif, juga dukungan sektor keuangan baik bank maupun non-bank untuk memberikan produk-produk pembiayaan.

Menteri Perindustrian Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan, Indonesia tengah memacu penggunaan teknologi zero emission, khususnya kendaraan listrik menuju green mobility. "Ini searah dengan target net zero emission 2060 sesuai dengan komitmen Indonesia dalam COP26 (perubahan iklim)," kata Agus dalam Tempo Energi Day 2022 sesi II bertajuk Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik. 

Agus menjelaskan, saat ini terdapat 4 perusahaan bus listrik, 3 perusahaan mobil listrik, serta 35 perusahaan roda dua dan roda tiga listrik dengan total investasi 1,872 triliun. "Kapasitas produksi mencapai 2.480 unit bus, 14.000 unit mobil listrik, serta 1,04 juta unit untuk kendaraan roda dua atau roda tiga listrik," ujarnya.

Menurutnya, banyak pelaku industri otomotif dan investor baru yang datang ke pihaknya menunjukkan keseriusan untuk berkontribusi dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik termasuk industri produsen baterai EV. Karena itu, Agus optimis pembangunan ekosistem kendaraan listrik akan semakin baik dan cepat.

"Meski kita menyadari ada beberapa tantangan untuk mempercepat pembangunan ekosistem dan popularisasi penggunaan kendaraan listrik nasional, antara lain ketersediaan jaringan charging station, substation, harga kendaraan listrik yang masih lebih mahal, kapasitas baterai yang mempengaruhi jarak tempuh serta kompetensi sumber daya manusia industri itu sendiri," kata Agus.

Karena itu, Agus melanjutkan, pemerintah bersama dengan seluruh pemangku kepentingan akan terus memacu inovasi dan pengembangan SDM, sehingga tantangan tersebut dapat diatasi.
Pelaksana tugas Kepala Pusat Kebijakan APBN, Wahyu Utomo, mengatakan ada beberapa hal yang melatarbelakangi pentingnya untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik. Pertama, momitmen Indonesia untuk menuju net zero emission dan mewujudkan ekonomi hijau.

Kedua, bauran energi saat ini masih didominasi oleh energi fosil. Ketiga, PLN saat ini masih over supply artinya terjadi over kapasitas. Keempat, subsidi energi saat ini sangat tinggi, artinya kalau subsidi energi terhadap fosil tinggi ini akan menghambat pengembangan energi baru terbarukan.

"Nah inilah urgensinya, untuk itu pemerintah sangat mendukung dari sisi fiskal kita sangat mendukung untuk memberikan berbagai insentif kendaraan listrik seperti misalnya ppnbm yang 0 persen kemudian bea masuk 0 persen. Namun demikian dalam mendukung berbagai insentif itu, kita selaraskan dengan roadmap yang ditetapkan oleh Kementerian Perindustrian," kata Wahyu.
Adapun, EVP Pemasaran dan Pengembangan Produk PLN, Hikmat Drajat, mengatakan, kondisi PLN saat ini dari sisi daya atau kemampuan mensuplai sangat memadai. "Jadi tidak perlu ada kekhawatiran di seluruh sistem kelistrikan di Indonesia di Jawa Bali Sumatera Sulawesi dan sebagainya," ujar Hikmat.

Pihaknya pun sudah membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). "Saat ini kurang lebih kami sudah membangun investasi PLN di 150 unit SPKLU dengan berbagai daya kapasitas chargingnya. Kami juga menyiapkan 66 ultra fast charging di Bali, ultra fast charging itu kapasitasnya bayangkan 200KW," kata dia.

Provinsi DKI Jakarta telah mengoperasikan bus listrik.Direktur Operasi dan Keselamatan PT Transjakarta Yoga Adiwinarto, mengatakan, Transjakarta mengoperasikan bus listrik ini adalah mandat dari Pemprov DKI. "Jadi di tahun 2019 itu Pemprov DKI komitmen 50 persen dari armada Transjakarta itu akan listrik di tahun 2025 dan juga 100 persen di tahun 2030," ujarnya.
Yoga menjelaskan, DKI pun memiliki target NZE di 2050. "Jadi kami telah memulai pengoperasian 30 unit bus listrik, tapi pengoperasiannya di feeder bukan di jalur Transjakartanya".

Direktur Utama PT Wika Industri Manufaktur M. Samyarto, mengatakan sebagai pelopor motor listrik, pihaknya telah memulai perencanaan pengembangan untuk kendaraan listrik ini pada 2017. "Ketika itu ada rencana umum energi nasional saat itu dikeluarkan oleh pemerintah, targetnya tahun 2025 itu sekitar 2,1 juta kendaraan," kata dia.

Kemudian, pertama kali melakukan penjualan pada Desember 2019. Menurutnya, pertumbuhan penjualannya cukup bagis dari tahun ke tahun. "Untuk fasilitas produksi kami, sekarang terpasang sekitar 200 unit perharinya atau sekitar 46.000 untuk kendaraan listrik. Seperti yanv disampaikan Pak Menteri Perindustrian kita salah satunya dari kapasitas produksi yang sudah 1,6 juta. Saya berharap memang kendaraan ini terus bisa berkembang," ujarnya.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
03/11/2026 20:08 WIB
UMKM Binaan Telkom Jaring Peluang Bisnis di 18 Negara melalui TEI 2026
Himpun prospek pembeli, termasuk calon mitra internasional, untuk memperluas akses pasar dan membuka peluang ekspor produk unggulan Indonesia
 
Nasional
03/11/2026 17:03 WIB
Telkom Kian Agresif Garap Pasar Enterprise, Digiserve Jadi Ujung Tombak Penggerak Pertumbuhan Baru
Beroperasi dengan nama badan hukum PT Telkom Solusi Indonesia, Digiserve fokus memperluas peluang bisnis melalui integrasi solusi B2B ICT TelkomGroup
 
Nasional
03/11/2026 14:59 WIB
Kapasitas Data Center di Cikarang Terisi Penuh, NeutraDC Perluas Langkah Ekspansi Infrastruktur AI Indonesia
NeutraDC jajaki peluang pengembangan kapasitas hingga 1 GW di lokasi strategis untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan komputasi digital
 
Nasional
03/11/2026 12:16 WIB
Ekonomi RI Makin Tangguh! Inflasi Terkendali, Ekspor Surplus, Manufaktur Cetak Rekor
Kinerja positif juga terlihat pada sektor manufaktur. Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia meningkat menjadi 54,0 pada Oktober 2026, naik dari 52,4 pada bulan sebelumnya.
 
Nasional
02/11/2026 20:52 WIB
Telkom Akselerasi Adopsi AI di Segmen Enterprise, Kesiapan Data dan Talenta Jadi Kunci Utama
Pemanfaatan kapabilitas AI Telkom Solution yang terintegrasi membuka peluang peningkatan efektivitas operasional dan penciptaan nilai bisnis.
 
Nasional
02/11/2026 15:24 WIB
Kinerja Makin Menguat, Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 Triliun melalui Pertumbuhan Empat Segmen Bisnis Utama
Pendapatan meningkat 3,5% YoY, EBITDA tumbuh 2,0% YoY, dan laba bersih normalisasi naik 3,9% YoY.
 
Nasional
02/11/2026 14:02 WIB
Indonesia Fitness Festival x Deddy Corbuzier Tarik Antusiasme Ribuan Pecinta Olahraga
Indonesia Fitness Festival (IFF) x Deddy Corbuzier menarik perhatian ribuan pecinta olahraga dari berbagai kalangan. Festival yang menghadirkan beragam cabang olahraga tersebut menjadi wadah bagi atlet, komunitas kebugaran, pelaku industri olahraga, dan masyarakat umum untuk berinteraksi…
Ad Placholder