Fery Pradolo
Kamis, 27 November 2025 - 20:23 WIB

DBS Bank: Hilirisasi Mineral dan Lonjakan FDI Tiongkok Dorong Indonesia Jadi Pusat Baterai Dunia

DBS Bank: Hilirisasi Mineral dan Lonjakan FDI Tiongkok Dorong Indonesia Jadi Pusat Baterai Dunia
DBS Bank: Hilirisasi Mineral dan Lonjakan FDI Tiongkok Dorong Indonesia Jadi Pusat Baterai Dunia
Dummy

ECONOMIC ZONEIndonesia, dengan kekayaan cadangan nikel, tembaga, bauksit, dan berbagai mineral strategis lainnya, kini berada di pusat perhatian dunia sebagai pemasok utama bahan baku bagi revolusi energi hijau dan kendaraan listrik. Di tengah gejolak geopolitik, perang dagang, serta fragmentasi pasar global, sektor pertambangan tanah air justru memasuki babak baru yang penuh tantangan sekaligus peluang besar.

Untuk merespons situasi tersebut, DBS Bank kembali menggelar “The 4th Metal and Mining Forum 2025: Forging Global Connections”. Acara tahunan ini menghadirkan para pemangku kepentingan dari seluruh rantai nilai pertambangan — mulai dari penambang, smelter, hingga konsumen akhir — untuk berdiskusi secara mendalam mengenai regulasi terkini, risiko rantai pasok, hingga tren investasi di sektor logam dan mineral. Forum ini juga menjadi jembatan penting untuk menarik investasi asing langsung (FDI) yang semakin dibutuhkan guna mempercepat hilirisasi.

Pemerintah Indonesia sendiri telah menetapkan 47 jenis mineral sebagai “mineral kritis” karena perannya yang vital bagi perekonomian dan ketahanan nasional. Mineral-mineral ini tidak hanya mendukung transisi energi global, tetapi juga menyumbang sekitar 10–11% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Oleh karena itu, kebijakan hilirisasi terus diperkuat dengan tujuan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, khususnya pada nikel, tembaga, bauksit, dan timah.

Namun, lanskap global saat ini tidak mudah. Menurut Mike Zhang, Global Head of Metals and Mining DBS Bank, dunia sedang menghadapi “fragmentasi pasar” yang nyata. Tarif impor AS terhadap nikel dan logam tertentu, ditambah pembatasan ekspor rare earth dari Tiongkok, telah mengganggu prinsip harga tunggal global dan menciptakan disparitas harga antarwilayah. Di saat yang sama, “trilemma energi” — yaitu menyeimbangkan harga yang terjangkau, pasokan yang andal, dan keberlanjutan lingkungan — menjadi tantangan besar yang harus dijawab bersama.

Meski demikian, prospek jangka panjang tetap cerah. Permintaan logam untuk baterai, infrastruktur energi terbarukan, dan teknologi tinggi terus melonjak. Dalam sepuluh tahun ke depan, industri pertambangan dunia diperkirakan membutuhkan investasi hingga USD 3,5 triliun, dengan tembaga dan emas masih menjadi primadona.

Di dalam negeri, sentimen pelaku usaha terus membaik. Dukungan kebijakan fiskal yang ekspansif, ruang penurunan suku bunga, serta permintaan domestik yang menguat menjadi angin segar. Radhika Rao, Senior Economist DBS Bank, menilai bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih memiliki fondasi yang solid di tengah ketidakpastian global.

Salah satu bukti nyata adalah lonjakan investasi dari Tiongkok dan Hong Kong. Dari hanya USD 0,6 miliar pada 2015, realisasi investasi Tiongkok ke Indonesia telah melonjak menjadi USD 8,1 miliar pada 2024. Secara kumulatif sejak 2019 hingga kuartal III 2024, investasi Tiongkok mencapai USD 34,19 miliar atau sekitar 18% dari total FDI Indonesia, dengan sektor logam dan pertambangan sebagai penggerak utama.

Anthonius Sehonamin, Head of Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia, menegaskan bahwa di era transformasi ini, pelaku industri membutuhkan lebih dari sekadar pembiayaan. Mereka butuh mitra strategis yang memahami kompleksitas sektor, mampu memberikan analisis pasar yang tajam, serta solusi digital yang efisien. Dengan pengalaman mendalam di 14 sektor strategis dan kehadiran kuat di koridor Tiongkok–ASEAN, Bank DBS Indonesia terus berkomitmen mendampingi perusahaan nasional dalam memperkuat daya saing global, mulai dari tahap eksplorasi hingga pengolahan hilir.

Di tengah berbagai tantangan, satu hal yang pasti: Indonesia tidak lagi hanya menjadi pengekspor bahan mentah, melainkan sedang bertransformasi menjadi pusat pengolahan mineral kelas dunia yang akan menentukan wajah industri masa depan.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
18/09/2026 13:34 WIB
MELALUI 4 (EMPAT) PROGRAM MANFAAT UTAMA, ASABRI BAYARKAN HAK PESERTA LEBIH DARI RP12,7 TRILIUN; ASABRI HADIR DI SETIAP TAHAP PENGABDIAN, MENJAGA AMANAH NEGARA DAN KESEJAHTERAAN PESERTA
PT ASABRI (Persero) terus menjalankan amanah dalam memberikan perlindungan sosial kepada peserta ASABRI sebagai bagian dari penghargaan negara atas pengabdian kepada bangsa dan negara
 
Nasional
16/09/2026 19:06 WIB
5 Tahun Beroperasi, blu by BCA Digital Dongkrak Lonjakan Transaksi Gaya Hidup dan Pembayaran Global
Pertumbuhan ini digerakkan oleh porsi demografi anak muda yang sangat dominan, di mana 56% nasabah blu merupakan Gen Z dan 35% merupakan Milenial (total 91% digital natives). Laju akuisisi nasabah baru pun dipimpin oleh Gen Z dengan pertumbuhan 30% YoY, disusul Milenial sebesar 20%…
 
Nasional
15/09/2026 08:07 WIB
Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth untuk Market B2B ICT di Indonesia
Penghargaan KGI tegaskan kontribusi Telkom Solution bagi transformasi digital di berbagai Industri.
 
Nasional
14/09/2026 22:02 WIB
Dorong Predictive Cyber Intelligence, MDI Ventures Sabet Indonesia Cyber Security Excellence Award 2026
Investasi strategis di CYFIRMA perluas kolaborasi solusi keamanan siber yang inovatif di Indonesia.
 
Nasional
13/09/2026 18:13 WIB
Sequis SHEPRENEUR Gelar SHElebration, Rayakan Semangat dan Perjalanan 60 Perempuan Wirausaha
SHElebration menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada 60 perempuan wirausaha sekaligus merayakan pencapaian TOP 3 SHEPRENEUR 2026
 
Nasional
11/09/2026 17:59 WIB
TelkomGroup Dorong Gaya Hidup Berkelanjutan melalui Zero Plastic Movement
Sediakan fasilitas water refill station bagi karyawan dan perkuat kolaborasi komunitas hingga pelaku usaha.
 
Nasional
10/09/2026 21:55 WIB
Raih Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola, Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan ESG
Pertahankan predikat Bintang 5 tiga tahun berturut-turut, tegaskan komitmen GRC sebagai fondasi keberlanjutan bisnis.
Ad Placholder