Roni Mawardi
Sabtu, 06 Juni 2026 - 17:27 WIB

Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Terkoneksi

Direktur Utama Agus H. Widodo.Foto/Dok-BankJakarta/ECONOMICZONE
Direktur Utama Agus H. Widodo.Foto/Dok-BankJakarta/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - JAKARTA – Direktur Utama Agus H. Widodo menegaskan peran Bank Jakarta sebagai penghubung berbagai elemen pembangunan kota melalui sistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Urban Talks BUMD: Katalisator Kota, Akselerator Pembangunan yang menjadi bagian dari rangkaian Jakarta Future Festival 2026 di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/6).

Menurut Agus, gambaran Jakarta masa depan tidak hanya diukur dari keberadaan gedung pencakar langit, jaringan transportasi modern, atau teknologi kecerdasan buatan yang semakin berkembang. Lebih dari itu, kota masa depan harus mampu membangun keterhubungan antarpemangku kepentingan di dalamnya.

“Jakarta tidak kekurangan gedung, jalan, maupun teknologi. Yang masih perlu diperkuat adalah keterhubungan antara warga dengan layanan, UMKM dengan pasar, investor dengan peluang, serta pemerintah dengan masyarakat,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, jika MRT Jakarta berperan sebagai Mobility Operating System, sementara Transjakarta menjadi platform mobilitas publik dan PAM Jaya mengelola sistem layanan air, maka Bank Jakarta ingin menjadi Financial Operating System bagi Jakarta.

Dalam mewujudkan visi tersebut, Bank Jakarta mengusung empat strategi utama. Pertama, financial inclusion atau inklusi keuangan dengan memastikan seluruh warga Jakarta dapat mengakses layanan keuangan formal secara mudah, aman, dan digital.

“Faktanya masih banyak warga Jakarta yang belum masuk ke dalam sistem keuangan formal. Ini menjadi pekerjaan besar yang harus kami selesaikan,” katanya.

Strategi kedua adalah mendorong pertumbuhan UMKM. Agus menegaskan bahwa dukungan kepada pelaku usaha tidak cukup hanya melalui penyaluran kredit, tetapi juga dengan membantu mereka masuk ke ekosistem digital, memperluas akses pasar, serta memperkuat rantai pasok. “UMKM tidak hanya membutuhkan pinjaman, tetapi juga membutuhkan kesempatan,” ujarnya.

Selanjutnya, Bank Jakarta akan memperkuat program housing inclusion atau akses pembiayaan perumahan. Menurut Agus, salah satu tantangan terbesar generasi muda Jakarta saat ini adalah memiliki rumah yang terjangkau. “Akses pembiayaan rumah harus menjadi bagian dari strategi kota karena banyak anak muda yang kesulitan menjangkau harga rumah di Jakarta,” kata dia.

Strategi keempat adalah investment enablement dengan membangun kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Jakarta. Agus menilai kota global tidak dapat dibangun hanya mengandalkan APBD, melainkan membutuhkan investasi yang kuat dan berkelanjutan.

“Peran Bank Jakarta bukan sekadar menghimpun dana dan menyalurkan kredit, tetapi menjadi penghubung antara warga, UMKM, pemerintah, dan investor dalam satu ekosistem kota,” ujarnya.

Agus juga menekankan pentingnya prinsip no one left behind dalam setiap proses transformasi digital dan pembangunan kota. Menurutnya, modernisasi dan kemajuan teknologi harus mampu memperluas kesempatan bagi seluruh warga, termasuk pelaku usaha kecil, pedagang kaki lima, hingga keluarga muda yang sedang berjuang memiliki rumah pertama.

“Teknologi tanpa inklusi hanya akan menciptakan kesenjangan yang semakin lebar. Karena itu, transformasi digital harus memberi manfaat bagi mereka yang selama ini tertinggal,” katanya.

Ia menambahkan, peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kini telah berkembang dari sekadar menjalankan usaha menjadi penggerak ekosistem pembangunan yang mampu memperluas kesempatan bagi masyarakat.

“Ukuran keberhasilan Jakarta bukan seberapa tinggi gedung yang berdiri, tetapi seberapa banyak mimpi yang dapat diwujudkan oleh warganya. Jika MRT menghubungkan titik-titik kota, maka Bank Jakarta akan menghubungkan peluang-peluang kehidupan,” ujar Agus.

Melalui visi tersebut, Bank Jakarta berharap dapat berkontribusi dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota yang tangguh, cerdas, kompetitif secara global, sekaligus memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh warganya. (*)

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
5 jam yang lalu
Kinerja Makin Menguat, Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 Triliun melalui Pertumbuhan Empat Segmen Bisnis Utama
Pendapatan meningkat 3,5% YoY, EBITDA tumbuh 2,0% YoY, dan laba bersih normalisasi naik 3,9% YoY.
 
Nasional
6 jam yang lalu
Indonesia Fitness Festival x Deddy Corbuzier Tarik Antusiasme Ribuan Pecinta Olahraga
Indonesia Fitness Festival (IFF) x Deddy Corbuzier menarik perhatian ribuan pecinta olahraga dari berbagai kalangan. Festival yang menghadirkan beragam cabang olahraga tersebut menjadi wadah bagi atlet, komunitas kebugaran, pelaku industri olahraga, dan masyarakat umum untuk berinteraksi…
 
Nasional
7 jam yang lalu
Rania Balqis dari Jakarta Barat Raih Juara 3 dalam Kompetisi IPS DKI Jakarta 2026
Final Kompetisi Ilmu Pengetahuan Sosial (KIPS) Tingkat Provinsi DKI Jakarta resmi rampung setelah digelar pada Sabtu (31/10/2026) di SMPN 115 Jakarta
 
Nasional
30/10/2026 20:39 WIB
Telkom Raih "SOE In-House of The Year" di ALB Indonesia Law Awards 2026
Pengakuan ini mencerminkan peran strategis tim legal dalam mengawal transformasi bisnis, memperkuat kepatuhan, dan mendorong inovasi layanan hukum berbasis digital.
 
Nasional
30/10/2026 17:36 WIB
Perkuat Ekosistem Pendidikan Digital, Metranet dan Jayantara Jalin Kerja Sama Strategis
Sinergi portofolio solusi digital untuk mendukung transformasi pendidikan terintegrasi, mulai dari pengelolaan operasional hingga proses pembelajaran.
 
Nasional
30/10/2026 11:13 WIB
Lampaui Target 2025, Kredit Program Pemerintah Tembus Rp294,6 Triliun!
Pemerintah mencatat sekitar 68% pembiayaan kredit program mengalir ke sektor produktif, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 2,14%.
 
Nasional
29/10/2026 17:18 WIB
Telin Perluas Kolaborasi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
Melalui dua sesi diskusi, Telin berbagi perspektif mengenai kedaulatan teknologi Indonesia serta pengembangan ekosistem digital di skala global
Ad Placholder