Endang Muchtar
Senin, 08 Juni 2026 - 10:35 WIB

BI dan Pemerintah Sepakat Benahi Rupiah

Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Pemerintah, Bank Indonesia (BI), dan DPR RI sepakat memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global.

Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan yang dihadiri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, di Gedung DPR RI, Sabtu (6/6/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter selama ini telah berjalan erat dan akan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas makroekonomi.

"Kami tegaskan bahwa koordinasi fiskal dan moneter selama ini sangat-sangat erat. Bagaimana sama-sama menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Penguatan koordinasi fiskal moneter itu terus kita lakukan dan saat ini memang difokuskan bagaimana fiskal dan moneter seirama, saling mendukung, saling memperkuat dengan kewenangan masing-masing untuk memperkuat upaya-upaya bersama melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah," kata Perry.

Menurut Perry, terdapat dua fokus utama dalam penguatan koordinasi tersebut. Pertama, meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik agar aliran modal asing kembali masuk dan mendukung stabilitas rupiah.

"Yang pertama adalah meningkatkan daya tarik atau imbal hasil supaya portfolio inflows kembali masuk. Dengan kenaikan bunga luar negeri memang itu ada outflow, ada saham dan SBN, dan juga kecil di SRBI. Oleh karena itu, fiskal dan moneter sepakat untuk sama-sama meningkatkan daya tarik imbal hasil supaya inflows ini kembali masuk besar dan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah," ujarnya.

Kedua, menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan melalui pengelolaan kas pemerintah yang disiplin serta penyesuaian remunerasi yang dibayarkan BI kepada pemerintah.

"Nomor dua adalah sama-sama menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan dengan cara pengelolaan kas pemerintah tetap disiplin, tapi tentu saja ada peningkatan remunerasi atau bunga yang dibayarkan BI kepada pemerintah," kata Perry.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai sinergi fiskal dan moneter yang semakin erat akan memperkuat kepercayaan pasar terhadap rupiah sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat.

"Dan tentunya kalau kebijakannya sudah menyatu seperti itu, sinergi penuh, itu harusnya akan mengembalikan kepercayaan pasar ke nilai tukar rupiah, ke rupiah, sehingga rupiah akan meningkat secara signifikan, tidak akan melemah lagi ke level yang lebih tinggi dari sekarang," ujarnya.

Purbaya menambahkan stabilitas rupiah juga berpotensi mengurangi tekanan biaya yang selama ini dirasakan pelaku usaha kecil dan rumah tangga akibat tingginya harga bahan baku impor.

Adapun Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan koordinasi lintas lembaga menjadi penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, kebijakan fiskal dan moneter perlu terus saling memperkuat di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.

"Saya kira ini sebuah gambaran sinyal yang memang kita harapkan, terjadinya koordinasi yang erat, koordinasi yang intens di antara seluruh pemangku kepentingan ekonomi di dalam rangka tadi menjaga baik moneter maupun fiskal kita terus berada di posisi yang kita harapkan," ujar Prasetyo.

Ia menambahkan pemerintah juga akan terus mendorong percepatan sektor ekonomi riil, termasuk melalui program-program di bidang pangan, energi, perikanan, industrialisasi, dan hilirisasi guna menjaga pertumbuhan ekonomi tetap kuat.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
6 jam yang lalu
Telkom Akselerasi Adopsi AI di Segmen Enterprise, Kesiapan Data dan Talenta Jadi Kunci Utama
Pemanfaatan kapabilitas AI Telkom Solution yang terintegrasi membuka peluang peningkatan efektivitas operasional dan penciptaan nilai bisnis.
 
Nasional
12 jam yang lalu
Kinerja Makin Menguat, Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 Triliun melalui Pertumbuhan Empat Segmen Bisnis Utama
Pendapatan meningkat 3,5% YoY, EBITDA tumbuh 2,0% YoY, dan laba bersih normalisasi naik 3,9% YoY.
 
Nasional
13 jam yang lalu
Indonesia Fitness Festival x Deddy Corbuzier Tarik Antusiasme Ribuan Pecinta Olahraga
Indonesia Fitness Festival (IFF) x Deddy Corbuzier menarik perhatian ribuan pecinta olahraga dari berbagai kalangan. Festival yang menghadirkan beragam cabang olahraga tersebut menjadi wadah bagi atlet, komunitas kebugaran, pelaku industri olahraga, dan masyarakat umum untuk berinteraksi…
 
Nasional
14 jam yang lalu
Rania Balqis dari Jakarta Barat Raih Juara 3 dalam Kompetisi IPS DKI Jakarta 2026
Final Kompetisi Ilmu Pengetahuan Sosial (KIPS) Tingkat Provinsi DKI Jakarta resmi rampung setelah digelar pada Sabtu (31/10/2026) di SMPN 115 Jakarta
 
Nasional
30/10/2026 20:39 WIB
Telkom Raih "SOE In-House of The Year" di ALB Indonesia Law Awards 2026
Pengakuan ini mencerminkan peran strategis tim legal dalam mengawal transformasi bisnis, memperkuat kepatuhan, dan mendorong inovasi layanan hukum berbasis digital.
 
Nasional
30/10/2026 17:36 WIB
Perkuat Ekosistem Pendidikan Digital, Metranet dan Jayantara Jalin Kerja Sama Strategis
Sinergi portofolio solusi digital untuk mendukung transformasi pendidikan terintegrasi, mulai dari pengelolaan operasional hingga proses pembelajaran.
 
Nasional
29/10/2026 17:18 WIB
Telin Perluas Kolaborasi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
Melalui dua sesi diskusi, Telin berbagi perspektif mengenai kedaulatan teknologi Indonesia serta pengembangan ekosistem digital di skala global
Ad Placholder