Gilbert Sem Sandro
Jumat, 15 Januari 2021 - 21:59 WIB

OVO Sediakan Produk Asuransi Bagi Para Pengguna Sepeda

Foto/Dok-OVO/ECONOMICZONE
Foto/Dok-OVO/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - OVO sediakan akses pembayaran produk asuransi sepeda yang dapat diakses melalui aplikasi OVO, hal ini diungkapkan VP of Financial Services OVO Irene Santoso. Ia menuturkan, bahwa dengan maraknya tren bersepeda, risiko terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti pencurian atau kerusakan dapat dialami oleh para pesepeda, terutama pada sepeda premium.

"Produk asuransi Proteksi Sepeda merupakan wujud dari inovasi berkelanjutan yang kami hadirkan untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan dalam memproteksi benda kepemilikan dari risiko yang sewaktu-waktu dapat terjadi, seperti musibah atau kecelakan yang mengakibatkan kerusakan pada sepeda atau bahkan kehilangan," jelas Irene.

Produk asuransi Proteksi Sepeda ini dapat menanggung harga sepeda hingga Rp 250 juta. Dengan nilai pertanggungan untuk kerusakan hingga 90% dan untuk kehilangan hingga 70% dari harga sepeda. Sementara, nilai premi tahunan yang ditawarkan adalah 2,75% dari harga sepeda.

"Cara menghitungnya sederhana, misalnya harga sepeda yang dimiliki adalah Rp2 juta, maka total pertanggungan untuk kerusakan adalah Rp1,8 juta, sementara untuk kehilangan adalah Rp1,4 juta. Sementara premi tahunannya hanya Rp55.000, dengan periode proteksi selama 12 bulan," ujar Irene.

Lebih lanjut Irene mengatakan, OVO berkomitmen untuk memberikan pengalaman bagi pengguna yang bersepeda membeli produk asuransi yang seamless. Pengguna dapat menikmati produk asuransi Proteksi Sepeda yang lancar, aman, bebas hambatan melalui aplikasi OVO.

"Cukup dengan mengunggah foto sepeda dari berbagai sisi, berikut kelengkapannya sehingga memudahkan proses klaim ketika terjadi kehilangan atau kerusakan. Pengguna juga dapat mengajukan klaim lewat aplikasi OVO," lanjut Irene.

Dengan strategi ekosistem terbuka yang dimiliki, OVO akan menjawab kebutuhan konsumen untuk menghadirkan layanan finansial yang lebih terjangkau.

"Kedepannya, OVO secara bertahap akan mengembangkan strategi bisnis untuk menjadi penyedia layanan finansial yang komprehensif sesuai visi OVO untuk mengakselerasi inklusi keuangan serta menyejahterakan hidup masyarakat Indonesia,” tutup Irene.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
4 jam yang lalu
Surabaya Jadi Surga Pecinta Kopi, 75 Brand Specialty Coffee Bidik Transaksi Rp3 Miliar
Pameran hasil kolaborasi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN bersama Dyandra Promosindo itu menghadirkan puluhan pelaku industri kopi, lifestyle, hingga UMKM kreatif dari berbagai daerah di Indonesia.
 
Nasional
5 jam yang lalu
Pemerintah Tarik Utang Rp386 Triliun hingga Mei 2026
Meski pemerintah terus menambah pembiayaan utang, Purbaya menegaskan kondisi pasar surat utang domestik masih relatif stabil di tengah tekanan pasar keuangan global dan pelemahan nilai tukar rupiah.
 
Nasional
6 jam yang lalu
Kampanye Bumi Hijau Telkomsel Dukung Bisnis Hingga UMKM
Melalui tiga pilar utama yakni Save Our Planet, Empower Our People, dan Elevate Our Business,
 
Nasional
04/06/2026 14:51 WIB
Krom Bank Catat 1 Juta Rekening Hingga DPK Tembus Rp10 Triliun
Selain mencatat pertumbuhan jumlah rekening dan DPK, Krom juga menyatakan mampu mempertahankan profitabilitas secara konsisten sejak beroperasi sebagai bank digital.
 
Nasional
04/06/2026 14:00 WIB
Pemerintah Klim Penerimaan Pajak Mei 2026 Tumbuh 22%
Lonjakan penerimaan itu turut mendorong keseimbangan primer bulan Mei kembali ke zona positif.
 
Nasional
04/06/2026 11:21 WIB
Glodok Sentra Elektronik "Hidup Segan Mati Tak Mau" 
Para pedagang mengeluhkan pembeli yang semakin hilang membuat omzet penjualan turun drastis dan tidak sebesar seperti dahulu saat masih ramai, meski mereka kini mengandalkan pelanggan langganannya.
 
Nasional
03/06/2026 18:32 WIB
Mantan Kepala BGN Dadan Hidayana Resmi Ditahan Kejaksaan Agung
Hingga berita ini ditulis, Kejaksaan Agung belum memberikan keterangan resmi terkait status hukum Dadan Hindayana maupun materi pemeriksaan yang dijalani.
Telkomsel