ECONOMIC ZONE - PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia meluncurkan GEN Prime Link, produk asuransi jiwa unit link (PAYDI) yang memberikan proteksi hingga usia 99 tahun dengan masa bayar singkat. Produk ini mengalokasikan dana investasi 100 persen tanpa potongan biaya asuransi sehingga tidak mengurangi nilai perlindungan.
GEN Prime Link dilengkapi bonus manfaat asuransi hingga 200 persen dari premi dasar berkala tahun pertama serta dapat ditambah manfaat kesehatan, seperti rawat inap, rawat jalan, dan perlindungan penyakit kritis. Skema ini dirancang untuk memberikan kepastian proteksi sekaligus fleksibilitas sesuai kebutuhan nasabah.
Dari sisi investasi, GEN Prime Link menyediakan pilihan dana sesuai profil risiko, mulai dari cash fund, fixed income, hingga equity fund. Produk ini ditujukan untuk mendukung berbagai tujuan finansial jangka panjang, termasuk pendidikan, akumulasi aset, perencanaan usaha, dan persiapan masa depan.
Kebutuhan finansial selalu berubah di setiap fase kehidupan. Di setiap tahapan hidup, kebutuhan akan persiapan finansial kian tinggi, mulai dari persiapan berkeluarga, pendidikan anak, memulai bisnis, hingga persiapan dana pensiun serta persiapan warisan. Sejalan dengan hal ini, di tengah ketidakpastian ekonomi dan meningkatnya tekanan biaya hidup, masyarakat Indonesia semakin menyadari pentingnya pengelolaan keuangan yang lebih matang. Hasil survei Consumer Sentiment 2024 dari TGM Research mengungkapkan bahwa kekhawatiran utama konsumen Indonesia adalah keamanan finansial1, dan terkait dengan hal ini, hasil dari survei lain menyebutkan setidaknya 64,12% masyarakat telah berencana membeli asuransi pribadi2.
Di sisi lain, keberhasilan perencanaan finansial di setiap tahap kehidupan juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang saat ini diproyeksikan terus berakselerasi.
Outlook perekonomian di tahun 2026 menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai 5,2%, dengan suku bunga acuan berada dikisaran 4% dan inflasi terjaga di level 2,5%3.
Dengan proyeksi pertumbuhan yang lebih seimbang sertadukungan belanja fiskal dan kebijakan moneter yang kondusif, tahun 2026 menjadi momentum yang tepat bagi masyarakat untuk mulai berinvestasi sebagai strategi menyiapkan kebutuhan finansial jangka panjang.
Komentar