ECONOMIC ZONE - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan ketatnya persaingan bisnis, perempuan wirausaha perlu memiliki kemampuan mengelola. Hal itu tentunya sekaligus membangun personal branding yang kuat dan relevan.
Kemudian disampaikan oleh Crafting Your Authentic Personal Brand in Digital Era yang dibawakan Praktisi Digital Branding dan Content Creator Zata Ligouw.
Melalui dua sesi tersebut, peserta Sequis SHEPRENEUR dibekali pengetahuan mengelola keuangan yang sehat sekaligus membangun personal branding yang autentik dan relevan. Diharapkan, pembelajaran ini dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan usaha serta meningkatkan daya saing pada era digital.
Dalam sesi Financial Literacy: Financial Check-Up for You and Your Family, Regional Training Manager Sequis Life Atiek Suhartatiek mengajak peserta memahami pentingnya mengenali kondisi keuangan melalui penyusunan laporan keuangan bisnis.
Usaha kecil dengan pola arus kas yang tidak stabil memiliki kemungkinan hampir dua kali lebih besar untuk tutup dibandingkan dengan usaha dengan arus kas yang lebih teratur.
Tidak hanya menyampaikan teori, peserta juga diajak untuk melakukan simulasi analisis keuangan. Materi yang dibahas mencakup neraca (balance sheet), laporan arus kas (cash flow statement), perhitungan kekayaan bersih (net worth), penyusunan anggaran, serta analisis berbagai indikator kesehatan keuangan.
Melalui simulasi tersebut, peserta diharapkan mampu mengidentifikasi kondisi keuangannya, menyusun langkah perbaikan, serta menyusun action plan yang mencakup penguatan dana darurat, pengelolaan arus kas, hingga strategi investasi untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang.
Atiek mengatakan banyak pelaku usaha berfokus pada peningkatan penjualan, tetapi jarang yang secara rutin mengevaluasi kondisi keuangan pribadi dan bisnisnya. Padahal, keputusan bisnis yang tepat selalu berawal dari pemahaman yang baik terhadap kondisi keuangan.
“Melalui financial check-up, pelaku usaha dapat mengelola arus kas dengan lebih baik, mengendalikan pengeluaran, serta merencanakan pengembangan usaha secara lebih terukur,” ujar Atiek, dalam keterangan resminya, Rabu, 5 Agustus 2026.
Selain fondasi keuangan yang sehat, kemampuan membangun kepercayaan juga menjadi faktor penting dalam mengembangkan usaha yang berkelanjutan. Di tengah banyaknya pilihan produk, keputusan pembelian kini tidak hanya dipengaruhi oleh harga dan kualitas, tetapi juga oleh kredibilitas usaha.
Salah satu cara membangun kredibilitas tersebut adalah melalui personal branding yang autentik. Personal branding tidak lagi sekadar menjadi sarana promosi, melainkan telah menjadi aset strategis yang mencerminkan nilai, kompetensi, dan karakter pemilik usaha secara konsisten kepada publik.
Pada sesi Crafting Your Authentic Personal Brand in Digital Era, Praktisi Digital Branding dan Content Creator Zata Ligouw memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya business branding dan personal branding dalam membangun kredibilitas bisnis serta meningkatkan kepercayaan konsumen.
Zata membimbing peserta mengenali Unique Selling Proposition (USP) melalui identifikasi kekuatan, keterampilan, dan keunikan diri sebagai pembeda dari kompetitor. Selain itu, peserta dibekali tahapan membangun personal branding mulai dari mindset branding, branding canvas, authentic branding, hingga digital branding.
Peserta juga diberikan pemahaman cara melakukan audit akun media sosial, menyusun konten visual dan copywriting, penerapan etika digital, serta pemanfaatan teknologi AI sebagai alat untuk membantu mencari ide, menyusun, dan mengelola konten agar komunikasi dengan audiens menjadi lebih efektif.
“Authentic personal branding tidak hanya meningkatkan visibilitas usaha, tetapi juga membangun kepercayaan dan kedekatan dengan pelanggan,” kata Zata. Menurut Zata, ketika pemilik usaha memiliki identitas yang kuat dan konsisten, bisnis akan lebih mudah diingat serta memiliki nilai pembeda di tengah persaingan.
Personal branding tidak cukup dibangun melalui pencitraan, tetapi harus didukung komunikasi yang autentik, penyampaian informasi produk secara jujur, serta konsistensi antara pesan yang disampaikan dengan kualitas produk maupun layanan sehingga kepercayaan pelanggan dapat tumbuh secara berkelanjutan.
“Jadi pastikan setiap akun media sosial yang dimiliki harus bisa memperkuat citra usaha yang dimiliki,” kata Zata Ligouw.
Melalui pembelajaran mengenai financial check-up dan personal branding, Sequis Life berharap para SHEPRENEUR memiliki pengetahuan sebagai bekal untuk mengembangkan usaha yang bertumbuh, berkelanjutan, dan memiliki ketahanan menghadapi berbagai tantangan. Ke depan, Sequis Life akan terus menghadirkan berbagai sesi pembelajaran untuk memperkuat kompetensi bisnis dan literasi para peserta.
Sequis SHEPRENEUR merupakan bagian dari platform Better Tomorrow with Sequis, komitmen keberlanjutan Sequis Life dalam meningkatkan literasi keuangan dan aksi nyata kepada masyarakat melalui berbagai program edukasi.
Komentar