Endang Muchtar
Kamis, 30 Juli 2026 - 13:27 WIB

Pasar Tenang Usai Gubernur BI Mundur, Mirae Asset Sebut Investor Pilih "Wait and See"

Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar keuangan domestik menunjukkan ketahanan yang lebih baik dari perkiraan setelah pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. 

Meski sempat dikhawatirkan memicu tekanan signifikan di pasar, reaksi investor pada hari pertama berlangsung relatif terkendali. Perhatian pasar kini diperkirakan akan bergeser pada proses transisi kepemimpinan BI dan arah kebijakan yang akan ditempuh ke depan.
 
Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto mengatakan Mirae Asset sebelumnya memperkirakan pengunduran diri gubernur bank sentral akan memicu aksi jual yang lebih besar, khususnya pada saham-saham perbankan. 
 
Namun, kondisi tersebut belum terjadi karena investor masih menunjukkan sikap yang relatif konstruktif. "IHSG memulai pekan dengan kinerja yang lebih resilien dari ekspektasi kami. Kami sebelumnya mengantisipasi sell-off signifikan, khususnya pada saham perbankan, namun BMRI dan BBCA justru menguat, mencerminkan positioning investor yang masih konstruktif dalam jangka pendek," ujar Rully.

Menurut Rully, respons tersebut menunjukkan pelaku pasar belum bereaksi secara berlebihan terhadap perubahan kepemimpinan bank sentral. Namun, kondisi tersebut belum berarti risiko telah sepenuhnya mereda. 
 
Setelah reaksi awal yang relatif tenang, fokus investor diperkirakan akan beralih pada proses transisi kepemimpinan BI serta konsistensi kebijakan moneter yang akan ditempuh untuk menjaga stabilitas ekonomi dan pasar keuangan. " Meski demikian, kami melihat risiko ke depan meningkat, terutama terkait persepsi independensi BI yang berpotensi bergeser ke arah pro-growth. Hal ini dapat memicu volatilitas pada aset domestik," kata Rully.

Menurut Rully, kehati-hatian investor mulai tercermin pada pelemahan nilai tukar Rupiah yang sempat menembus Rp18.000 per dolar AS sebelum kembali bergerak di kisaran Rp17.900 per dolar AS. 
 
Pada saat yang sama, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun meningkat ke sekitar 7,35%, yang mencerminkan meningkatnya premi risiko di pasar.

Sementara itu, Fixed Income Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Jessica Tasijawa mengatakan pasar obligasi domestik saat ini masih menghadapi volatilitas yang cukup tinggi setelah pengumuman pengunduran diri Gubernur BI. 
 
Sebelum pengumuman tersebut, pasar obligasi justru menunjukkan perbaikan yang didukung arus masuk investor asing yang telah mencapai sekitar Rp16 triliun secara year to date (YTD), meningkatnya permintaan dari sektor perbankan, serta peran perusahaan asuransi
dan dana pensiun sebagai penopang permintaan domestik.

Namun, menurut Jessica, sentimen investor berubah setelah pengumuman tersebut karena muncul keraguan terhadap transparansi, kredibilitas, dan tata kelola dalam proses transisi kepemimpinan BI.

Kondisi tersebut mendorong kenaikan imbal hasil SBN sekitar 9 basis poin, sementara nilai tukar Rupiah kembali bergerak di kisaran Rp18.000 per dolar AS. "Kami meyakini kejelasan dan langkah pemerintah dalam proses pengambilan keputusan, khususnya terkait pemilihan Gubernur BI yang baru, akan menjadi faktor yang sangat krusial dalam menentukan
arah kebijakan ke depan sekaligus memberikan kepastian bagi pasar Indonesia," ujar Jessica.

Meski demikian, Jessica menilai fundamental pasar obligasi Indonesia masih didukung sejumlah faktor positif, mulai dari dipertahankannya peringkat dan outlook Indonesia oleh S&P Global Ratings, penempatan kembali dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp200 triliun di bank-bank BUMN,



Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
03/11/2026 20:08 WIB
UMKM Binaan Telkom Jaring Peluang Bisnis di 18 Negara melalui TEI 2026
Himpun prospek pembeli, termasuk calon mitra internasional, untuk memperluas akses pasar dan membuka peluang ekspor produk unggulan Indonesia
 
Nasional
03/11/2026 17:03 WIB
Telkom Kian Agresif Garap Pasar Enterprise, Digiserve Jadi Ujung Tombak Penggerak Pertumbuhan Baru
Beroperasi dengan nama badan hukum PT Telkom Solusi Indonesia, Digiserve fokus memperluas peluang bisnis melalui integrasi solusi B2B ICT TelkomGroup
 
Nasional
03/11/2026 14:59 WIB
Kapasitas Data Center di Cikarang Terisi Penuh, NeutraDC Perluas Langkah Ekspansi Infrastruktur AI Indonesia
NeutraDC jajaki peluang pengembangan kapasitas hingga 1 GW di lokasi strategis untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan komputasi digital
 
Nasional
03/11/2026 12:16 WIB
Ekonomi RI Makin Tangguh! Inflasi Terkendali, Ekspor Surplus, Manufaktur Cetak Rekor
Kinerja positif juga terlihat pada sektor manufaktur. Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia meningkat menjadi 54,0 pada Oktober 2026, naik dari 52,4 pada bulan sebelumnya.
 
Nasional
02/11/2026 20:52 WIB
Telkom Akselerasi Adopsi AI di Segmen Enterprise, Kesiapan Data dan Talenta Jadi Kunci Utama
Pemanfaatan kapabilitas AI Telkom Solution yang terintegrasi membuka peluang peningkatan efektivitas operasional dan penciptaan nilai bisnis.
 
Nasional
02/11/2026 15:24 WIB
Kinerja Makin Menguat, Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 Triliun melalui Pertumbuhan Empat Segmen Bisnis Utama
Pendapatan meningkat 3,5% YoY, EBITDA tumbuh 2,0% YoY, dan laba bersih normalisasi naik 3,9% YoY.
 
Nasional
02/11/2026 14:02 WIB
Indonesia Fitness Festival x Deddy Corbuzier Tarik Antusiasme Ribuan Pecinta Olahraga
Indonesia Fitness Festival (IFF) x Deddy Corbuzier menarik perhatian ribuan pecinta olahraga dari berbagai kalangan. Festival yang menghadirkan beragam cabang olahraga tersebut menjadi wadah bagi atlet, komunitas kebugaran, pelaku industri olahraga, dan masyarakat umum untuk berinteraksi…
Ad Placholder