Endang Muchtar
Rabu, 05 Agustus 2026 - 10:53 WIB

Titik Masalah Pemadaman Listrik Wilayah Kalimantan Terjadi Akibat Proses Pemeliharaan jaringan PLN

Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa pemadaman listrik di beberapa wilayah bukan disebabkan oleh keterbatasan pasokan energi. Hal tersebut disampaikan Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 4 Agustus 2026, usai menerima arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Bahlil menjelaskan bahwa pemadaman di beberapa titik, khususnya wilayah Kalimantan, terjadi akibat proses pemeliharaan jaringan oleh PLN. Presiden Prabowo telah menginstruksikan Kementerian ESDM dan PLN untuk segera mengambil langkah penyelesaian secara terukur.

"Kami harus akui di beberapa wilayah, khususnya di Kalimantan, masih ada pemadaman-pemadaman beberapa titik. Dan karena itu Bapak Presiden memerintahkan kepada saya untuk segera melakukan langkah-langkah yang terukur dengan PLN agar bisa menyelesaikan dengan baik," ujar Bahlil usai menghadap Presiden. Seperti dikutip emitennews.com

Bahlil memastikan bahwa kesiapan daya dan pasokan energi nasional berada dalam kondisi aman. Pihaknya berjanji menyelesaikan gangguan teknis jaringan ini secepat mungkin demi menjaga keandalan listrik masyarakat di berbagai daerah.

Selain isu kelistrikan, pertemuan tersebut membahas stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Bahlil menegaskan arahan Presiden Prabowo agar harga BBM bersubsidi tidak dinaikkan demi menjaga daya beli masyarakat.

Pemerintah juga membuka peluang penyesuaian harga BBM nonsubsidi dengan memantau pergerakan harga minyak mentah dunia atau Indonesia Crude Price (ICP). Jika ICP mengalami penurunan, harga BBM nonsubsidi di tingkat konsumen akan ikut diturunkan mengikuti harga pasar.

"Arahan Bapak Presiden memerintahkan agar menjaga harga BBM dengan subsidi untuk tidak boleh dinaikan. Tetapi kalau memang harga ICP dunia menurun, kita juga yang non-subsidinya juga dipertimbangkan untuk disesuaikan dengan harga pasar," tutur Bahlil.

Terkait sektor pertambangan, Bahlil menekankan bahwa seluruh perusahaan pemegang perpanjangan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) wajib menjalankan komitmen hilirisasi. Pemerintah siap mengambil tindakan tegas bagi pihak yang melanggar guna menegakkan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

 

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
8 jam yang lalu
Di Hadapan Presiden, Menteri PKP Apresiasi Dirut BTN Jadi Penyalur KPR Subsidi Tertinggi
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi kepemimpinan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dalam penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi nasional
 
Nasional
04/08/2026 12:34 WIB
Ganda Putra Indonesia Raih Tiga Gelar Beruntun, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI*
Ganda putra Indonesia mencatatkan tiga gelar dalam tiga turnamen BWF World Tour
 
Nasional
03/08/2026 20:11 WIB
BNI Hadirkan Ekosistem Keuangan Digital bagi Mahasiswa Indonesia di Hong Kong
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperluas akses layanan keuangan digital bagi mahasiswa Indonesia yang akan menempuh pendidikan di Hong Kong
 
Nasional
03/08/2026 18:59 WIB
BNI Perkuat Peran sebagai Mitra Strategis Mahasiswa Indonesia Tempuh Studi di Hong Kong
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat dukungan bagi mahasiswa Indonesia yang akan melanjutkan pendidikan di Hong Kong melalui kolaborasi dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia Hong Kong atau PPI-HK
 
Nasional
03/08/2026 17:08 WIB
Bersama Danantara, BTN Jadi Penyalur Terbesar dalam Akad Massal 62.000 Rumah Subsidi
Sebanyak 30.203 Debitur BTN Mengikuti Akad secara Langsung dan Daring
 
Nasional
03/08/2026 16:40 WIB
Menkeu Purbaya Targetkan Ekonomi 2026 Tumbuh 5,6%-6%
ucap Purbaya dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang digelar di Kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Jakarta, Senin (3/8).
 
Nasional
03/08/2026 14:29 WIB
Melihat Dari Dekat Kawasan Yudikatif dan Proyek Gedung MK IKN yang Terus Dikebut
Berdasarkan paparan progres konstruksi, rata-rata progres bangunan gedung di kawasan yudikatif mencapai 11,8 persen, sementara progres pembangunan jalan kawasan yudikatif mencapai 27,6 persen dengan panjang 7,8 kilometer. Secara khusus, Gedung Mahkamah Konstitusi dan Komisi Yudisial,…
Ad Placholder