Istimewa
Kamis, 12 Mei 2022 - 12:26 WIB

Melakukan PHK Sepihak, Koperasi PT Telkom Disomasi

Istimewa
Istimewa
Dummy

ECONOMIC ZONE - Koperasi Metropolitan PT Telkom Indonesia, Tbk (TLKM) mendapatkan somasi dari karyawan tetapnya lantaran diduga melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Sepihak. Tanpa ada surat peringatan sebelumnya, keputusan PHK bahkan diinformasikan pimpinan perusahaan lewat Whattsapp Grup karyawan.

“PHK sepihak ini membuat saya sebagai karyawan tidak mendapatkan hak pesangon sesuai perundangan yang berlaku, karena itu saya melakukan somasi dan upaya hukum akan saya lakukan serta melaporkannya ke Sudin Tenaga Kerja Pemprov DKI untuk meminta bantuan proses mediasi bipartit,” kata Rahadian Pasha dalam siaran persnya, di Jakarta (12/5). Selain ke Sudin Tenaga Kerja, Rahadian juga akan mengajukan permohonan bantuan hukum dari LBH Jakarta perihal kasusnya.

Selain PHK Sepihak, dirinya juga menyesalkan tindakan pimpinan Koperasi PT Telkom Indonesia (TLKM) yang menginformasikan keputusan PHK tersebut lewat Whatssapp Grup karyawan, tidak dengan cara-cara yang sesuai aturan perusahaan. Rahadian sudah meminta waktu bertemu pimpinan Koperasi Metropolitan Telkom Indonesia (TLKM) untuk meminta klarifikasi tapi tidak pernah dijawab. “Masa kerja saya 13 tahun mengabdi para Koperasi PT Telkom dengan kondite baik, tiba-tiba menjelang bulan ramadan kemarin saya malah di PHK sepihak dan tidak bisa meminta penjelasan sampai saat ini,” kata Rahadian.  
 
Menindaklanjuti laporan dari karyawan Koperasi PT Telkom Indonesia tersebut, Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Kota Administrasi Jakarta Pusat Pemprov DKI Drs. Fidiyah Rokhim, M.Si telah melayangkan surat pemanggilan kepada pimpinan perusahaan Koperasi Metropolitan PT Telkom Indonesia (TLKM) bernomor 1115/-1.835.3 tertanggal 28 April 2022. Surat pemanggilan tersebut ditujukan kepada Pimpinan Koperasi PT Telkom Indonesia (TLKM) Radian Sigit Dwiananto untuk melakukan Klarifikasi Bipartit pada Selasa, 17 Mei 2022 kepada Plt. Kepala Seksi Hubungan Industrial dan Kesja Nilza, S.Sos.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
22/05/2026 19:58 WIB
Sikapi Geopolitik Global, OJK Pastikan Fundamental dan Intermediasi Perbankan Tetap Terjaga
Sejalan dengan hal tersebut, jumlah rekening DPK terus mencatatkan peningkatan hingga April 2026 telah mencapai sebanyak 667.169.152 rekening atau tumbuh 7,22 persen (yoy) dan sebagian besar masih didominasi oleh rekening dengan denominasi rupiah.
 
Nasional
22/05/2026 19:52 WIB
Sikapi Geopolitik Global, OJK Pastikan Fundamental dan Intermediasi Perbankan Tetap Terjaga
Sejalan dengan hal tersebut, jumlah rekening DPK terus mencatatkan peningkatan hingga April 2026 telah mencapai sebanyak 667.169.152 rekening atau tumbuh 7,22 persen (yoy) dan sebagian besar masih didominasi oleh rekening dengan denominasi rupiah.
 
Nasional
22/05/2026 15:02 WIB
Medco Memprediksi Gas Berpotensi Menggantikan Batu Bara Sebagai Transisi Energi Dunia
Roberto juga memprediksi transisi energi di Indonesia dan sebagian besar di kawasan Asia akan ditopang oleh keberadaan gas.
 
Nasional
22/05/2026 14:55 WIB
Indocement Tebar Dividen Rp 468 per Lembar Saham
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)
 
Nasional
22/05/2026 14:27 WIB
Kebijakan DHE Siap Berlaku, Presiden Prabowo Pastikan Ekspor Strategis Tetap Jalan
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pelaksanaan ekspor komoditas strategis seperti crude palm oil (CPO), batu bara, dan ferro alloy melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia.
 
Nasional
22/05/2026 11:23 WIB
Kemenprin Perkuat Produk IKM Siap Kuasai Pasar Modern
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ekosistem industri nasional, khususnya bagi pelaku IKM agar semakin mampu bersaing di pasar domestik maupun global.
 
Nasional
22/05/2026 10:36 WIB
S&P kritisi skema ekspor Danantara, IHSG anjlok, sovereign rating dipertaruhkan
IHSG anjlok 3,54% ke 6.094 dipimpin saham tambang pasca-pengumuman Danantara oleh Prabowo, sementara rupiah tetap melemah ke Rp17.678/USD meski BI menaikkan suku bunga 50bps ke 5,25%.
Telkomsel