Fery Pradolo
Rabu, 24 Juni 2026 - 22:51 WIB

6G Sudah di Depan Mata, Ini yang Terjadi dengan 5G Sekarang

6G Sudah di Depan Mata, Ini yang Terjadi dengan 5G Sekarang
6G Sudah di Depan Mata, Ini yang Terjadi dengan 5G Sekarang
Dummy

ECONOMIC ZONE - Langganan 5G di seluruh dunia telah melampaui angka 3 miliar pada kuartal pertama tahun 2026. Di tengah pertumbuhan tersebut, layanan konektivitas berbasis 5G Standalone (5G SA) dengan teknologi network slicing semakin banyak ditawarkan oleh operator. Sementara itu, trafik data unggah (uplink) kini tumbuh lebih cepat dibandingkan trafik unduh (downlink) di banyak jaringan.

Hal ini terungkap dalam Ericsson Mobility Report (EMR) edisi Juni 2026 yang dirilis baru-baru ini.

Laporan tersebut mencakup periode proyeksi yang sama dengan edisi November 2025, yakni hingga 2031, dengan data dan perkiraan terkini. Pada tiga bulan pertama 2026, tercatat penambahan 162 juta langganan 5G baru, sehingga total mencapai 3,1 miliar. Angka ini diproyeksikan akan terus melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi 6,4 miliar pada akhir 2031.

Saat ini, sekitar 390 operator telekomunikasi telah meluncurkan layanan 5G secara komersial, dengan lebih dari 90 di antaranya sudah mengoperasikan jaringan 5G Standalone. Jaringan 5G menyumbang 48 persen dari total trafik data seluler global pada akhir 2025 dan diperkirakan akan mendominasi hingga 85 persen pada 2031.

Di kawasan Asia Tenggara dan Oseania, pertumbuhan pelanggan 5G juga diprediksi sangat pesat, mencapai sekitar 670 juta pada 2031.

Layanan 5G SA Network Slicing Semakin Meluas

Jumlah penawaran layanan konektivitas khusus berbasis network slicing 5G SA terus bertambah pesat. Teknologi ini memungkinkan operator menjamin kualitas layanan yang berbeda-beda sesuai kebutuhan berbagai kasus penggunaan.

Ericsson mencatat, jumlah penawaran komersial naik dari 65 pada laporan November 2025 menjadi 84 pada Juni 2026. Hal ini menandakan bahwa layanan tersebut mulai beranjak dari tahap uji coba menuju penerapan komersial yang lebih luas.

Erik Ekudden, Chief Technology Officer Ericsson sekaligus penerbit laporan EMR, mengatakan: “Kami melihat jaringan seluler akan mengalami perubahan besar seiring berkembangnya penggunaan AI, dari model yang terpusat di data center menjadi lebih terdistribusi di berbagai perangkat, kendaraan, dan lingkungan yang saling terhubung melalui 5G. Jaringan seluler kini tidak lagi sekadar menyediakan konektivitas, tetapi berkembang menjadi infrastruktur penting yang krusial untuk mendukung berbagai kebutuhan aplikasi. Hal ini tercermin dari meningkatnya jumlah layanan komersial berbasis 5G Standalone network slicing serta semakin banyaknya penyedia layanan yang mengimplementasikan 5G SA.”

Nora Wahby, President Director Ericsson Indonesia, menambahkan: “Terwujudnya transformasi berbasis AI akan sangat bergantung pada jaringan yang dibangun hari ini, karena jaringan tersebut akan menjadi fondasi yang mendukung berbagai aplikasi masa depan. Oleh karena itu, 5G perlu dipandang sebagai infrastruktur nasional yang strategis, yang didukung oleh kebijakan jangka panjang, koordinasi lintas sektor, serta standar keamanan berkelas dunia.”

Sementara itu, Ronni Nurmal, Head of Government and Industry Relations Ericsson Indonesia, menyatakan: “Bagi Indonesia, membangun jaringan yang tangguh dan siap menghadapi kebutuhan masa depan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada terciptanya ekosistem pemasok yang sehat, kompetitif, dan berstandar global. Dengan fondasi tersebut, Indonesia dapat menjaga keberlanjutan layanan, mempercepat inovasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan. Ericsson berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan 5G melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Ketersediaan spektrum yang memadai dan terjangkau akan menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat transformasi digital nasional dan mewujudkan visi Indonesia Digital 2045.”

Fixed Wireless Access (FWA) Semakin Diminati

Operator juga semakin agresif menawarkan paket Fixed Wireless Access (FWA) berbasis kecepatan sebagai salah satu cara meningkatkan pendapatan. Layanan ini menarik karena bisa diterapkan di berbagai jenis pasar, mulai dari negara dengan penetrasi fiber optik yang sudah sangat tinggi (di atas 95 persen) hingga pasar dengan rata-rata pendapatan pengguna (ARPU) rendah seperti India.

Meski adopsi FWA di sebagian Asia Tenggara masih terbatas, kawasan ini memiliki potensi besar seiring meningkatnya kebutuhan akses broadband yang lebih luas dan berkualitas. Pengalaman Filipina membuktikan bahwa 5G FWA mampu menghadirkan konektivitas di daerah-daerah yang infrastruktur fibernya terbatas. Dengan kondisi geografis kepulauan yang mirip, Indonesia juga berpeluang besar memanfaatkan teknologi ini untuk memperluas akses internet.

Trafik Unggah Tumbuh Lebih Kencang

Salah satu tren menarik adalah pertumbuhan trafik uplink yang lebih cepat dibandingkan downlink pada sebagian besar operator. Penyebab utamanya meliputi aplikasi komunikasi dan kolaborasi di ponsel pintar, konten buatan pengguna (user-generated content), serta layanan penyimpanan cloud.

Berdasarkan pengukuran Ericsson, dari 55 penyedia layanan yang diteliti, 43 di antaranya mengalami pertumbuhan uplink lebih tinggi, sementara 17 penyedia mencatat kenaikan uplink lebih dari 1,5 kali lipat dibandingkan downlink. Proyeksi Ericsson menunjukkan bahwa tambahan trafik dari aplikasi AI dapat membuat trafik uplink meningkat hingga tiga kali lipat atau lebih pada 2031 dibandingkan 2025.

Persiapan Menuju 6G

Laporan ini juga mencerminkan semakin kuatnya perhatian industri terhadap pengembangan 6G. Proses standardisasi sedang berjalan, dengan teknologi ini diharapkan mampu menghadirkan konektivitas yang jauh lebih canggih, termasuk integrasi yang lebih baik antara jaringan darat dan satelit, serta efisiensi energi yang lebih tinggi berkat dukungan AI.

Spesifikasi awal 6G diperkirakan rampung pada akhir 2028 atau awal 2029, dengan peluncuran komersial pertama sekitar tahun 2030. Seperti halnya 5G, adopsi awal diprediksi akan dipimpin oleh negara-negara maju sebelum menyebar ke wilayah lain.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
05/10/2026 18:29 WIB
Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Tekanan Global
Dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan pada 30 September 2026, OJK menyebut perekonomian global menghadapi tantangan berupa kenaikan inflasi, eskalasi konflik geopolitik, kenaikan harga minyak, serta risiko very strong El Nino terhadap harga pangan dan komoditas pertanian.
 
Nasional
04/10/2026 15:12 WIB
Azka Corbuzier Debut di Film Action “Home, Almost”, Tayang Perdana di New York
Azka Corbuzier melakoni debut akting melalui film pendek bergenre drama-action “Home, Almost” karya sutradara Tumpal Tampubolon. Film produksi Aftersun Creative bersama Dektos tersebut akan menjalani world premiere sekaligus berkompetisi di Urbanworld Film Festival 2026 di New…
 
Nasional
03/10/2026 20:34 WIB
CIMB Niaga Hadirkan OCTO untuk Pejuang Mimpi, Permudah Kelola Keuangan hingga Kejar Mimpi
Melalui OCTO, generasi muda dapat mengelola kebutuhan finansial sehari-hari, menabung, berinvestasi, mempersiapkan dana untuk masa depan, serta menikmati berbagai pengalaman hidup secara lebih bijak.
 
Nasional
03/10/2026 18:45 WIB
Festival Palang Pintu XVII Hadirkan Ragam Budaya Nusantara di Kemang
Kegiatan ini melibatkan ratusan pelaku seni dan budaya serta memberdayakan 250 pelaku UMKM.
 
Nasional
02/10/2026 17:20 WIB
DENNY JA TERIMA AMA APPRECIATION AWARD 2026, SEBAGAI PEMIMPIN KORPORASI YANG BERDAMPAK
Penghargaan diberikan dalam AMA Indonesia Conference 2026 yang mengangkat tema “From Management to Wealth Creation,” sebuah tema tentang perubahan makna kepemimpinan korporasi.
 
Nasional
02/10/2026 17:02 WIB
CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026: Menginspirasi Generasi Muda untuk Berani Mengeksplorasi Potensi Diri
CIMB Niaga percaya bahwa proses menemukan mimpi sering kali melibatkan perjalanan yang tidak mudah, namun keberanian untuk melangkah adalah kunci utamanya.
 
Nasional
01/10/2026 17:57 WIB
Padukan Mobilitas Premium dan Seni Kontemporer, BMW Indonesia Jadi Luxury Mobility Partner Art Jakarta 2026
Dalam kemitraan tahun ini, BMW dan MINI menyerahkan total 5 unit kendaraan premium untuk mendukung kelancaran mobilitas para tamu penting, kurator, dan pengisi acara Art Jakarta 2026.
Ad Placholder