ECONOMIC ZONE - Meskipun kehilangan sedikit porsi pangsa pemirsa prime time September, SCMA masih mempertahankan posisi dominannya di 40.3% (vs. 40.9% pada Agustus). Sementara itu, MNCN membukukan peningkatan pangsa pemirsa prime time menjadi 35.4% (vs 32.0% pada bulan Agustus). Meskipun demikian, kami melihat bahwa kedua saluran TV tersebut memang memiliki pasar sendiri untuk pemirsa selama bulan tersebut karena keduanya mencatat pangsa pemirsa prime time yang lebih tinggi, sedangkan beberapa saluran TV lainnya mengalami penurunan pemirsa.
- RCTI, saluran TV unggulan MNCN, naik secara sebesar 380bps MoM menjadi 22.8% pada bulan September. Sedangkan SCTV sebagai saluran TV utama SCMA meningkat sebesar 170bps MoM menjadi 20.6%.
- Di September, MNCN membukukan peningkatan besar dalam pangsa pemirsa non-prime time sebesar 300bps MoM menjadi 37.6%. Sementara itu, pangsa pemirsa non-prime time SCMA turun 90bps MoM menjadi 32.6% di bulan yang sama, karena penurunan kinerja IVM (Indosiar) sebesar 100bps MoM menjadi 18.2% (vs.19.2% di Agustus).
- Saluran TV non-unggulan MNCN lainnya, Global TV (GTV) dan MNCTV, mendukung peningkatan dalam pangsa pemirsa non-prime time September yang meningkat di bulan tersebut masing-masing sebesar 140bps dan 170bps MoM. Sementara itu, pangsa pemirsa non-prime time RCTI sedikit turun 10bps MoM menjadi 14.9% di bulan September.
- Ketatnya persaingan di media TV akan tetap ada karena para penyiar TV akan terus memproduksi drama segar menyusul turunnya tingkat PPKM. Kami mencatat bahwa ada lagging effect pada pendapatan perusahaan media setelah kenaikan pangsa pemirsa di TV. Walau demikian, kami mempertahankan rekomendasi Netral kami di sektor media.
Komentar