Endang Muchtar
Jumat, 22 April 2022 - 11:18 WIB

Laporan Keuangan Teladan Prima Agro (TLDN) 2021 Mencatat Kenaikan Laba Sebesar 129% Menjadi Rp 531,2 Miliar

Foto/Dok-TLDN/ECONOMICZONE
Foto/Dok-TLDN/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Setelah resmi tercatat sebagai perusahan terbuka di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 12 April 2022, PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) merilis laporan keuangan audit untuk periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2021. Perseroan membukukan kenaikan laba bersih sebesar 129% menjadi Rp 531,2 miliar, dengan capaian EBITDA yang meningkat sebesar 43% menjadi Rp 1,3 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain terjadinya peningkatan harga komoditas crude palm oil (CPO), selama tahun 2021 Perseroan mampu menjaga biaya produksi melalui berbagai inisiatif yang berfokus kepada efisiensi biaya serta mendukung kelancaran produksi. Meningkatnya kinerja keuangan tidak terlepas dari produktivitas tanaman Perseroan yang berada pada usia produktif, yakni rata-rata di umur 12 tahun.

"Teladan Prima Agro secara konsisten mampu menjaga kinerja keuangan Perseroan, yang tercermin dalam capaian laba operasi dan laba bersih yang meningkat dibandingkan tahun 2020. Capaian ini merupakan buah dari keberhasilan kami dalam menjaga dan memastikan kinerja serta produktivitas yang prima, terutama selama masa pandemi Covid-19. Walau kami mengalami berbagai tantangan terutama terkait aktivitas panen dan perawatan, serta efek water deficit di tahun 2019 yang terlihat di tahun 2020 dan 2021, namun tim manajemen TLDN yang berbekal pengalaman lebih dari 18 tahun di industri kelapa sawit mampu meresponnya secara tepat," demikian ujar Wishnu Wardhana, Direktur Utama PT Teladan Prima Agro Tbk.

Per 31 Desember 2021, total aset TLDN tercatat sebesar Rp 4,6 triliun, dimana total kewajibannya turun 15,5% menjadi Rp 3,2 triliun dari tahun sebelumnya, dengan porsi penurunan terbesar ialah pada kewajiban jangka panjang kepada bank. Penurunan ini berdampak kepada turunnya beban keuangan dan sejalan dengan program Perseroan untuk membangun fleksibilitas pada neraca keuangan. Total ekuitas TLDN per 31 Desember 2021 sebesar Rp 1,4 triliun, dengan peningkatan berasal dari laba bersih yang dibukukan oleh Perseroan.

Harga jual rata-rata CPO dan Palm Kernel (PK) yang meningkat tentunya memberi pengaruh positif bagi Perseroan. Harga jual CPO meningkat hingga 27,2% dan harga jual PK mengalami peningkatan yang lebih signifikan hingga 72,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan harga komoditas yang signifikan pada tahun 2021 berpengaruh langsung kepada performa pendapatan Perseroan dimana pendapatan dari penjualan CPO dan PK tercatat masing-masing sebesar Rp 2,7 triliun dan Rp 250 miliar atau meningkat 6,6% dan 30,8% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Perseroan optimis akan terus berkembang di tahun 2022 karena umur tanaman mayoritas berada pada umur produktif sehingga mampu memberikan pertumbuhan produksi yang signifikan. Selain iklim yang kondusif selama tahun 2020 hingga 2021, praktik agronomi terbaik dan pemupukan yang optimal diharapkan menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan produksi pada tahun 2022,” ujar Wishnu Wardhana.

Kinerja optimal Perseroan yang tercermin dari laporan keuangan audit per 31 Desember 2021 merupakan komitmen TLDN untuk terus memberikan hasil terbaik bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
06/08/2026 17:57 WIB
Kuatkan Kolaborasi Ekosistem, AAJI Dorong Langkah Nyata Lewat KAPJ
Melalui penguatan ekosistem tersebut, diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pembiayaan kesehatan dengan berkontribusi dalam penurunan out of pocket (OOP) belanja kesehatan nasional.
 
Nasional
06/08/2026 15:32 WIB
CIMB Niaga Syariah Dukung Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di UNIDA Gontor
Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan edukasi keuangan syariah, optimalisasi pemanfaatanlayanan transaksi digital, serta dukungan terhadap pengembangan UMKM dan unit usaha di lingkungan UNIDA Gontor.
 
Nasional
06/08/2026 14:51 WIB
OJK: Industri Perbankan Syariah 2025 Tumbuh Positif, Aset Tembus Rp1.000 Triliun
OJK menjelaskan bahwa Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) masih menjadi penggerak utama industri dengan kontribusi lebih dari 90 persen terhadap total aset perbankan syariah nasional.
 
Nasional
06/08/2026 14:34 WIB
Piala Dunia 1938: Ketika Italia Mengangkat Trofi, Hindia Belanda Membuka Jalan bagi Indonesia (3)
Di turnamen yang sama, sebuah tim dari wilayah yang masih bernama Hindia Belanda melangkah ke panggung Piala Dunia untuk pertama kalinya.
 
Nasional
06/08/2026 13:25 WIB
Ekonomi Melampaui Ekspektasi, Mirae Asset Soroti Sikap Selektif Investor
Meski IHSG kembali menguat, reli pasar dinilai belum sepenuhnya didukung oleh saham-saham berfundamental besar maupun arus masuk investor asing."IHSG memang melanjutkan penguatan, tetapi kualitas reli masih terbatas.
 
Nasional
06/08/2026 12:18 WIB
Pertumbuhan ekonomi: Rilis data PDB domestik kuartal II 2026 berada di atas perkiraan pasar.
Pergerakan pasar didominasi saham yang menguat. Tercatat 296 saham naik, 87 saham turun, dan 580 saham tidak mengalami perubahan harga.
 
Nasional
06/08/2026 11:52 WIB
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29% pada Triwulan II-2026, Semester I Catat Pertumbuhan Tertinggi dalam 5 Tahun
Capaian tersebut diraih di tengah perekonomian global yang bergerak dalam arus silang antara tekanan konflik global dan akselerasi teknologi, dengan pertumbuhan ekonomi dunia yang diproyeksikan International Monetary Fund (IMF) hanya sebesar 3,0%.
Ad Placholder