RM
Rabu, 16 Juni 2021 - 21:46 WIB

RUPST 2020 IPCC Bukukan Laba Kotor Rp75,71 Miliar, Turun 65,21 Persen

Foto/Dok-IPCC/ECONOMICZONE
Foto/Dok-IPCC/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan tahun 2020 PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham. Hal tersebut seiring dengan kinerja Perseroan yang sedang mengalami penurunan.

“Pada RUPS ini, menyetujui untuk tidak membagikan dividen Perseroan untuk Tahun Buku 2020 sehubungan dengan hal-hal yang telah disampaikan oleh Direksi. Direksi diminta berkerja keras untuk melakukan upaya-upaya peningkatan kinerja perseroan di tahun 2021 sehingga nantinya dapat memberikan dividen yang lebih optimal kepada investor,” kata Abdur Rahim Hasan selaku Komisaris Independen IPCC dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (16/6).

Rio T.N. Lasse, Direktur Operasi dan Teknik IPCC menyampaikan dampak Pandemi membuat kegiatan bisnis dan usaha secara keseluruhan sempat terhenti sehingga mempengaruhi roda perekonomian nasional. Adanya peraturan terkait dengan pembatasan kegiatan di bidang industri lainnya secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kegiatan logistik dan jasa kepelabuhan. Belum lagi adanya kebijakan pembatasan keluar masuk kegiatan ekspor dan impor maupun lockdown di sejumlah negara juga turut mempengaruhi kegiatan usaha di sektor logistik dan jasa kepelabuhan.

“Dari sisi kendaraan penumpang (CBU) di Terminal Internasional mengalami penurunan 29,22 persen (YoY) untuk layanan ekspor menjadi 230.760 unit CBU sepanjang 2020; impor sebesar 33.231 unit atau turun 55,68 persen (YoY). Untuk segmen Alat berat ekspor naik 52,05 persen (YoY) sebanyak 6.278 unit dan impor turun 59,10 persen (YoY) menjadi 3.578 unit yang ditangani. Pada segmen General Cargo/Spareparts naik 1,08 persen (YoY) untuk ekspor dan impor lebih rendah 38,28 persen. Pada Terminal Domestik sebanyak 120.381 unit CBU ditangangi sepanjang 2020 atau turun 8,11 persen (YoY) dengan penyeberangan melalui Dermaga Panjang turun 68,78 persen (YoY) dan melalui Dermaga Ex-Presiden turun 69,28 persen (YoY); Segmen Alat berat yang ditangani turun 16,70 persen (YoY) dengan jumlah 16.219 unit dengan penyeberangan melalui Dermaga Panjang turun 75,06 persen (YoY) dan melalui Dermaga Ex-Presiden turun 78,94% (YoY); General Cargo/Spareparts turun 42,55 persen (YoY); serta bongkar muat Motor turun 1,75 persen (YoY),” jelas Rio.

Sepanjang 2020, angka rasio marjin Perseroan cenderung mengalami penurunan, Operating Margin tercatat -5,0 persen; Net Margin -6,7 persen; dan EBITDA margin 32,7 persen seiring adanya kenaikan penyusutan atas imbas pencatatan Aset Hak Guna. Angka RoE tercatat -0,02 persen dan RoA -0,01 persen. Sepanjang 2020, pendapatan IPCC sebesar Rp356,53 miliar atau lebih rendah 31,86 persen dibandingkan 2019 sebesar Rp523,22 miliar.

“Dengan terjadinya penurunan di sejumlah Beban Pokok Pendapatan, IPCC mampu mencatatkan Laba Kotor sebesar Rp75,71 miliar atau lebih rendah 65,21 persen dari tahun sebelumnya. Di sisi lain, meningkatnya Beban Operasional sebesar 5,51 persen menjadi Rp93,43 miliar dari tahun sebelumnya membuat Perseroan mencatatkan penurunan laba Operasional yang tercatat minus Rp17,72 miliar dari tahun sebelumnya yang tercatat positif Rp129,09 miliar. Alhasil, dari sisi bottom line tercatat rugi tahun berjalan sebesar Rp23,77 miliar dibandingkan tahun lalu yang tercatat laba tahun berjalan sebesar Rp135,30 miliar,” tambahnya.

Selain itu, harga saham IPCC sempat mengalami penurunan hingga ke level terendahnya di harga Rp226 pada 24 Maret 2020 atau turun 66,76 persen dari penutupan di akhir 2019 di level Rp680 per lembar saham. Pasca penurunan dalam tersebut, secara berangsur pergerakan harga saham IPCC kembali mengalami kenaikan seiring upaya manajemen dalam menjaga keberlangsungan bisnis operasional Perseroan. Upaya manajemen tersebut dan dibarengi dengan mulai kembali naiknya pasar saham membuat harga saham IPCC kembali mengalami kenaikan hingga menyentuh level tertingginya kembali di harga Rp670 pada 22 Desember 2020 atau mengalami kenaikan 196,46 persen dari posisi terendahnya.

TAGS
  1. ipcc
  2. rupst
Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
06/08/2026 17:57 WIB
Kuatkan Kolaborasi Ekosistem, AAJI Dorong Langkah Nyata Lewat KAPJ
Melalui penguatan ekosistem tersebut, diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pembiayaan kesehatan dengan berkontribusi dalam penurunan out of pocket (OOP) belanja kesehatan nasional.
 
Nasional
06/08/2026 15:32 WIB
CIMB Niaga Syariah Dukung Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di UNIDA Gontor
Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan edukasi keuangan syariah, optimalisasi pemanfaatanlayanan transaksi digital, serta dukungan terhadap pengembangan UMKM dan unit usaha di lingkungan UNIDA Gontor.
 
Nasional
06/08/2026 14:51 WIB
OJK: Industri Perbankan Syariah 2025 Tumbuh Positif, Aset Tembus Rp1.000 Triliun
OJK menjelaskan bahwa Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) masih menjadi penggerak utama industri dengan kontribusi lebih dari 90 persen terhadap total aset perbankan syariah nasional.
 
Nasional
06/08/2026 14:34 WIB
Piala Dunia 1938: Ketika Italia Mengangkat Trofi, Hindia Belanda Membuka Jalan bagi Indonesia (3)
Di turnamen yang sama, sebuah tim dari wilayah yang masih bernama Hindia Belanda melangkah ke panggung Piala Dunia untuk pertama kalinya.
 
Nasional
06/08/2026 13:25 WIB
Ekonomi Melampaui Ekspektasi, Mirae Asset Soroti Sikap Selektif Investor
Meski IHSG kembali menguat, reli pasar dinilai belum sepenuhnya didukung oleh saham-saham berfundamental besar maupun arus masuk investor asing."IHSG memang melanjutkan penguatan, tetapi kualitas reli masih terbatas.
 
Nasional
06/08/2026 12:18 WIB
Pertumbuhan ekonomi: Rilis data PDB domestik kuartal II 2026 berada di atas perkiraan pasar.
Pergerakan pasar didominasi saham yang menguat. Tercatat 296 saham naik, 87 saham turun, dan 580 saham tidak mengalami perubahan harga.
 
Nasional
06/08/2026 11:52 WIB
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29% pada Triwulan II-2026, Semester I Catat Pertumbuhan Tertinggi dalam 5 Tahun
Capaian tersebut diraih di tengah perekonomian global yang bergerak dalam arus silang antara tekanan konflik global dan akselerasi teknologi, dengan pertumbuhan ekonomi dunia yang diproyeksikan International Monetary Fund (IMF) hanya sebesar 3,0%.
Ad Placholder