Endang Muchtar
Jumat, 24 April 2026 - 20:13 WIB

Garudafood Catat Laba Rp756,2 Miliar Hingga Bagikan Dividen Rp9,5 per Saham di 2025

Foto/dok.garudafood/ECONOMICZONE
Foto/dok.garudafood/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp9,5 per saham atau total Rp350,33 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta pada Kamis (23/4/2026).

Dana pembagian dividen tersebut diambil dari 50,9 persen laba bersih tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp688,65 miliar. Dilansir dari Money, sisa laba akan digunakan untuk memperkuat modal kerja dan cadangan perusahaan.

"Dividen tersebut akan dibayarkan pada 20 Mei 2026 kepada seluruh pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal pencatatan 6 Mei 2026," kata Hardianto Atmadja, Direktur Utama Garudafood dalam paparan publik.

Sepanjang tahun 2025, emiten produsen makanan ringan ini membukukan laba bersih total sebesar Rp756,2 miliar. Angka ini menunjukkan kenaikan 10,1 persen secara tahunan jika dibandingkan dengan perolehan pada periode tahun sebelumnya.

Peningkatan laba bersih didorong oleh pertumbuhan penjualan bersih yang mencapai Rp13,1 triliun, atau naik 7,2 persen dari posisi Rp12,2 triliun pada 2024. Segmen makanan dalam kemasan menjadi kontributor terbesar dengan porsi 89,9 persen dari total penjualan.

Hardianto Atmadja menilai pencapaian tersebut mencerminkan ketangguhan fundamental bisnis di tengah dinamika ekonomi yang penuh tantangan. Penjualan domestik tetap mendominasi pendapatan perseroan dengan kontribusi sebesar 97,2 persen.

Pertumbuhan di pasar dalam negeri tercatat sebesar 7,6 persen yang didukung oleh penguatan jaringan distribusi dan efektivitas program penciptaan nilai (value creation program). Produk kategori biskuit, susu, dan keju menjadi penopang utama kinerja operasional.

Selain menyetujui pembagian dividen, agenda RUPSLB perusahaan juga menyepakati perubahan susunan pengurus. Pemegang saham mengangkat E. Maurits Klavert sebagai Komisaris Independen menggantikan Dorodjatun Kuntjoro Jakti sebagai bagian dari langkah penyegaran tata kelola perusahaan.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
16 jam yang lalu
Jakarta Utara Hadirkan 2.665 Lowongan, Job Fair Dipadati Ribuan Pencari Kerja
Job Fair ini merupakan upaya pemerintah dalam membuka kesempatan kerja, sekaligus mempertemukan para pencari kerja dengan perusahaan dalam satu wadah.
 
Nasional
17 jam yang lalu
Pasar Perkantoran Jakarta 2026 Mulai Pulih Terlihat Dari Terbatasnya Pasokan Ruang
Setelah beberapa tahun bergerak lambat akibat tekanan ekonomi dan perubahan pola kerja, sektor perkantoran kini mulai mengalami peningkatan permintaan.
 
Nasional
19 jam yang lalu
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.743 per Dolar AS
Pelaku pasar dinilai masih mencermati berbagai sentimen global yang memengaruhi arah pergerakan mata uang, termasuk stabilitas dolar AS di pasar internasional.
 
Nasional
21 jam yang lalu
Prabowo Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 di Sidang Paripurna DPR RI
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan langsung arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara sebagai bahan pembicaraan pendahuluan dalam penyusunan RAPBN Tahun 2027 dalam momentum peringatan hari kebangkitan nasional.
 
Nasional
19/05/2026 19:32 WIB
IHSG Ambruk 2,86%, Saham Tambang dan Komoditas Rontok !!
Dari sebelas indeks sektoral, hanya sektor kesehatan yang berhasil bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0.55% Sebaliknya, sepuluh sektor lainnya kompak melemah dan menyeret IHSG makin dalam ke zona merah.
 
Nasional
19/05/2026 18:36 WIB
Kasus Dana Raib di Bank Muamalat, MUQ Langsa Tegaskan Terus Cari Kepastian Hukum
Hal tersebut setelah sebelumnya pihak MUQ Langsa melaporkan hal ini ke Polda Aceh beberapa waktu lalu yang hingga kini masih tahap penyelidikan. Diketahui dana dari uang makan santri itu disebut mencapai miliaran rupiah raib dan kini menjadi perhatian serius pihak yayasan.
 
Nasional
19/05/2026 17:12 WIB
OJK Rilis Dana Kelolaan Reksadana Meningkat Rp 49 Triliun
Peningkatan dana kelolaan menunjukkan tingkat kepercayaan investor domestik terhadap pasar modal tetap terjaga, bahkan di tengah tekanan sentimen global.
Telkomsel