Endang Muchtar
Selasa, 01 September 2026 - 19:27 WIB

Trem Listrik Bandara–Canggu Segera Dibangun, Groundbreaking Ditargetkan Maret 2027

Foto/ist/ECONOMICZONE
Foto/ist/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI resmi menindaklanjuti rencana pengembangan trem listrik berbasis baterai di Bali.

Moda transportasi massal tersebut dirancang untuk menghubungkan kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan Canggu, Kabupaten Badung, dengan panjang trase awal sekitar 12 kilometer. Kerja sama pengembangan perkeretaapian itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama di Gedung Kertasabha, Denpasar, Selasa (1/9/2026).

Penandatanganan dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, CEO Angkasa Pura, Sekda Kabupaten Badung serta sejumlah pihak terkait.

Pengembangan trem tersebut diarahkan menjadi salah satu solusi transportasi massal untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Badung, terutama koridor Bandara–Canggu yang memiliki tingkat mobilitas sangat tinggi.

Diperkirakan sekitar 150 ribu orang bergerak setiap hari di kawasan tersebut dengan jumlah kendaraan mencapai sekitar 80 ribu unit.

Bukan MRT atau LRT

Berbeda dengan konsep transportasi massal di sejumlah kota besar, PT KAI memilih trem, bukan MRT maupun LRT, untuk dikembangkan di Bali.

Konsep trem dinilai lebih sesuai dengan karakteristik wilayah Bali. Moda ini dirancang berukuran relatif kecil, memiliki tingkat kebisingan rendah, ramah lingkungan dan menggunakan teknologi baterai.

Dengan sistem baterai, trem tidak membutuhkan kabel listrik di sepanjang jalur. Selain itu, pengembangan trem akan diarahkan agar terintegrasi dengan sistem transportasi lainnya serta menyesuaikan karakteristik dan kearifan lokal Bali.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan pengembangan transportasi di Bali harus tetap memperhatikan keunikan daerah serta tidak mengganggu kehidupan masyarakat.

“Pengembangan transportasi harus tetap memperhatikan keunikan Bali, menjaga keindahan Bali, mendukung pariwisata dan tidak mengganggu kehidupan masyarakat,” ujar Koster.

Menurutnya, pembangunan trem tidak boleh mengganggu ekosistem pariwisata Bali. Keberadaan hotel, akomodasi wisata, objek pariwisata, lingkungan, permukiman dan kehidupan masyarakat di sepanjang trase harus menjadi pertimbangan.

Koster juga berharap trem nantinya tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi sekaligus dapat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan. “kenyamanan wisatawan harus tetap dijaga. Keberadaan trem justru diharapkan dapat menjadi daya tarik baru bagi pariwisata Bali,” katanya.

Lebar Trase Sekitar 3 Meter

Rute awal trem akan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan Canggu. Panjang trase diperkirakan sekitar 12 kilometer dengan jalur yang menggunakan dua lajur. Area persilangan juga disiapkan untuk mendukung kelancaran operasional trem.

Lebar trase diperkirakan sekitar tiga meter. Sementara dimensi trem sekitar dua meter lebih sehingga ukurannya relatif kecil, bahkan disebut lebih kecil dibandingkan bus.

Ukuran tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menyesuaikan moda transportasi dengan kondisi kawasan yang dilalui.

Angkut 60 Ribu Penumpang per Hari

Trem Bandara–Canggu diproyeksikan memiliki kapasitas angkut sekitar 15 ribu hingga 20 ribu penumpang dalam kondisi maksimal. Waktu tempuh diperkirakan sekitar 30 menit dengan jeda keberangkatan antartrem sekitar 10 menit.

Jika beroperasi secara maksimal, kapasitas angkutnya diproyeksikan mencapai sekitar 60 ribu penumpang per hari. Jumlah tersebut diharapkan dapat mengakomodasi sekitar 40 persen mobilitas pada koridor Bandara–Canggu.

Pemerintah berharap kehadiran trem dapat mengurangi kepadatan kendaraan, meningkatkan mobilitas masyarakat, memperkuat konektivitas kawasan pariwisata dan mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Groundbreaking Maret 2027

Setelah penandatanganan kerja sama, proyek akan memasuki sejumlah tahapan lanjutan. Mulai dari studi teknis, kajian lanjutan, sosialisasi kepada masyarakat hingga pelibatan desa adat.

Koordinasi juga akan dilakukan dengan pelaku pariwisata, hotel, akomodasi wisata serta pemangku kepentingan lainnya. Groundbreaking pembangunan trem ditargetkan dilakukan pada Maret 2027.

Trase pertama ditargetkan mulai beroperasi pada 2028. Sementara seluruh jalur hingga Canggu ditargetkan selesai dan beroperasi pada 2029. Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan aspek budaya, lingkungan dan kehidupan masyarakat lokal menjadi pertimbangan sejak tahap perencanaan.

Menurut Bobby, Bali memiliki karakter yang berbeda karena memiliki keluhuran budaya, spiritualitas, jati diri masyarakat dan kehidupan sosial yang khas. “Infrastruktur transportasi harus dikembangkan secara hati-hati. Kemajuan teknologi tidak boleh menghilangkan identitas dan harmoni Bali,” kata Bobby.

Teknologi baterai dipilih antara lain untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan dan kebisingan, sekaligus menjaga kenyamanan masyarakat serta wisatawan.

Dengan konsep tersebut, pengembangan trem Bandara–Canggu diharapkan dapat menjadi langkah baru dalam membangun sistem transportasi massal Bali yang modern tanpa mengesampingkan budaya, lingkungan dan kearifan lokal. (nck)

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
05/09/2026 16:32 WIB
RUPSLB Tetapkan Pengurus Baru, BTN Perkuat Regenerasi untuk Akselerasi Transformasi
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menetapkan perubahan susunan Direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
 
Nasional
05/09/2026 06:52 WIB
HADIR LEBIH DEKAT DI BUMI PAPUA, ASABRI BERIKAN LAYANAN DAN SEPENUH HATI DI TIMIKA, PAPUA TENGAH
Wujud Nyata Pemerataan Layanan untuk Memastikan Para Penjaga Kedaulatan Bangsa Memiliki Pemahaman Manfaat dan Kesiapan Finansial Sedari Dini
 
Nasional
02/09/2026 06:08 WIB
Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Ikuti Akad Kredit Massal Bank Jakarta
Bank Jakarta menggelar Akad Kredit Massal bagi 100 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati.
 
Nasional
01/09/2026 20:33 WIB
Dorong UMKM Naik Kelas, Bank Jakarta Salurkan Pembiayaan Pasar Rp326 Miliar
Bank Jakarta mencatatkan realisasi pembiayaan kepada pedagang pasar di berbagai wilayah Jakarta dengan total outstanding mencapai sekitar Rp326 miliar kepada 2.388 debitur hingga Juni 2026.
 
Nasional
01/09/2026 16:27 WIB
Dampak Positif Restrukturisasi, Emiten Konstruksi BUMN Catat Perbaikan Kinerja di Tengah Proses Merger
Berdasarkan laporan kinerja, sejumlah emiten pelat merah menunjukkan perbaikan performa yang signifikan. PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang kuat, sementara PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) juga membukukan kenaikan laba bersih.
 
Nasional
01/09/2026 15:50 WIB
Kemenhut Terapkan Manajemen Risiko Pendakian Gunung Hadapi Puncak Kemarau
Penutupan sementara (risiko tinggi) diterapkan pada kawasan dengan tingkat kerentanan karhutla tinggi, meliputi pendakian Gunung Semeru (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru), TN Kerinci Seblat, TN Gunung Ciremai, TN Tambora, TN Manusela, TN Bukit Baka Bukit Raya, TN Gunung Gede Pangrango,…
 
Nasional
01/09/2026 13:41 WIB
OJK PERKUAT PEMBIAYAAN UMKM MELALUI PEMANFAATAN INOVASI TEKNOLOGI SEKTOR KEUANGAN
Forum tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) yang mendorong pemanfaatan produk dan layanan sektor jasa keuangan untuk mendukung sektor ekonomi unggulan daerah.
Ad Placholder