ECONOMIC ZONE - Emiten konstruksi badan usaha milik negara (BUMN) atau BUMN Karya mulai mencatatkan sinyal pemulihan dan perbaikan fundamental keuangan yang positif. Langkah penyehatan melalui restrukturisasi utang dan efisiensi operasional yang dikawal oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bersama Badan Pengaturan (BP) BUMN terbukti mampu menekan beban perusahaan di tengah proses konsolidasi dan merger yang sedang berjalan.
Berdasarkan laporan kinerja, sejumlah emiten pelat merah menunjukkan perbaikan performa yang signifikan. PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang kuat, sementara PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) juga membukukan kenaikan laba bersih.
Di sisi lain, emiten seperti PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk berhasil memperkecil kerugian bersih serta menurunkan beban utang melalui optimalisasi portofolio dan pembenahan laporan keuangan yang lebih realistis.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa agenda restrukturisasi ini difokuskan pada perbaikan tata kelola serta transparansi laporan keuangan yang kredibel. Langkah penuntasan restrukturisasi dan persiapan merger ini bertujuan untuk menciptakan entitas bisnis yang lebih ramping, sehat, dan fokus pada bisnis inti sebagai kontraktor nasional.
Dengan dukungan regulasi dan koordinasi yang intensif bersama pemangku kepentingan, perbaikan kinerja ini diharapkan menjadi fondasi kuat agar emiten konstruksi BUMN mampu kembali mendapatkan kepercayaan penuh dari publik serta investor pasar modal.
Komentar