ECONOMIC ZONE -Calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, hari ini secara resmi menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di hadapan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).
Dalam pemaparannya, Destry menawarkan visi besar bertajuk "Sinergi Merah Putih untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia: Stabilitas, Tumbuh, dan Berkelanjutan" sebagai fondasi arah kebijakan bank sentral ke depan.
Destry Damayanti, yang saat ini mengemban amanah sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI, diajukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Surat Presiden (Surpres) yang diserahkan ke parlemen pada pertengahan Agustus ini.
Rekam jejaknya yang matang, termasuk pengalamannya menjabat dua periode sebagai Deputi Gubernur Senior BI, menjadi modalitas utama penunjukan dirinya untuk memimpin tampuk tertinggi bank sentral nasional.
Di hadapan para anggota parlemen, Destry membeberkan rumus andalan kebijakan moneter dan stabilitas nasional melalui formula "3I dan 1S", yaitu Impactful (berdampak), Inklusif, Integrasi, serta didorong penuh oleh kekuatan Sinergi.
"Sinergi bagi kami bukan sekadar tentang bekerja bersama, melainkan menyatukan kekuatan, saling melengkapi, dan melangkah seirama guna menjawab tantangan ekonomi global dan domestik yang kian kompleks," ujar Destry Damayanti di Gedung Nusantara I, Senayan.
Guna menopang visi tersebut, Destry menjabarkan 5 Inisiatif Strategis utama yang mencakup aspek:
# Ketahanan Pangan dan Energi
# Ekonomi dan Lapangan Kerja
# Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)
# Akselerasi Hilirisasi dan Industrialisasi
# Pembangunan Daerah serta Reformasi Birokrasi
Dalam sesi tanya jawab, para anggota Komisi XI sempat mendalami komitmen independensi BI dalam menyeimbangkan stabilitas nilai rupiah dengan tuntutan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Menanggapi hal tersebut, Destry menegaskan bahwa perluasan mandat BI untuk mendukung pertumbuhan ekonomi tetap mengacu pada koridor penciptaan iklim ekonomi yang kondusif bagi lapangan kerja. "Kolaborasi lintas lembaga yang erat tidak berarti mengurangi kredibilitas maupun mengintervensi independensi Bank Indonesia.
Kami akan tetap teguh bekerja sesuai mandat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK)," pungkas Destry.
Uji kelayakan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda Komisi XI DPR RI dalam memproses pengisian jabatan strategis di sektor keuangan nasional. Jika proses penilaian berjalan mulus, Destry Damayanti diproyeksikan akan mencetak sejarah baru sebagai sosok wanita pertama yang memimpin Bank Indonesia secara definitif
Komentar