Endang Muchtar
Senin, 15 Juni 2026 - 16:36 WIB

Solusi Cucian Menumpuk Ibu Rumah Tangga Terbantu Keberadaan Usaha Loundry

Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Bagi banyak keluarga besar, cucian pakaian bisa menjadi tugas yang tidak pernah ada habisnya. Dengan banyaknya anggota keluarga, terutama anak-anak, pakaian bisa bertambah cepat setiap harinya, dan sebelum kita menyadarinya, tumpukan cucian sudah semakin banyak. 

Bagi orang tua yang sibuk, sering kali cucian menumpuk dan tidak selesai tepat waktu, meninggalkan rasa frustasi. Tentu saja, kita semua ingin pakaian selalu bersih, harum, dan siap dipakai tanpa harus khawatir tentang tumpukan cucian yang tidak pernah habis.

Usaha laundry sangat membantu ibu rumah tangga (IRT) dengan mengatasi masalah cucian menumpuk. Ini menawarkan penghematan waktu dan tenaga, serta hasil yang bersih dan wangi. 

Bagi IRT yang sibuk mengurus rumah dan tidak memiliki waktu untuk keluar, banyak gerai laundry menyediakan layanan tidak seperti usaha "Londri Dewe" yang lokasinya di Ciater Raya (Serpong) yang menawarkan layanan self-service 24 jam dengan tarif sangat terjangkau. 

Salah satunya pemilik usaha loundry melalui karyawannya tidak mau disebut nama dan identitasnya mengatakan sudah hampir 4 tahun berdiri di lokasi cabang Ciater Raya, sebelumnya ada juga cabang tersebar di beberapa lokasi di wilayah Serpong. 

"Alhamdulillah selama ini ga ada komplain konsumen, lanjut karyawan di gerai Londri tersebut yang lokasinya persis dipinggir jalan, selain dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran karenakan ini buka 24 jam melalui sistim pergantian jam kerja. 

Karena ini bukanya 24 jam terkait penghasilan yang didapat setiap hari, cukuplah sekalipun masih sedikit, karena hal itu bagian dari rejekinya, maka patut untuk disyukuri, ujar mengakhiri komentarnya, di Serpong, Senin (15/06/2026). 

Menu jasa pencucian itu juga meliputi pakaian dan bahan tekstil lainnya melayani cuci satuan dan kiloan, yaitu, Cuci kering, Cuci basah, tidak melayani Setrika, dan bebas jenisnya bisa Cuci Sprei, Sprei rumbai, Bad cover kecil, Bad cover sedang, Bad cover besar, Selimut kecil, dan selimut besar.

Laundry menduduki peringkat pertama kegiatan kerumahtanggaan terlama versi saya. Dibanding urusan domestik lain, kegiatan satu ini paling ingin saya hindari. Alasannya karena bisa bikin bad mood.

Aliya, ibu rumah tangga selalu menggunakan fasilitas loundry. "Bagi saya melihat tumpukan baju cukup membuat kacau pikiran, butuh waktu panjang untuk meyelesaikan satu putaran laundry dalam sehari ". 

Dimulai dari mencuci, menjemur, melipat, menyetrika, dan menyimpan pakaian. Malam selesai, pagi-pagi datang lagi si laundry. Kayak nggak capek-capek menyatroni saya . 

Dalam proses laundry, mencuci dilakukan pada urutan pertama. Dulu ketika awal menikah, mencuci saya lakukan dua hari sekali. Semenjak sudah beranak pinak mencuci wajib dilakukan tiap 3 hari sekali tanpa pandang bulu tanggal merah sekalipun.

Kalau menggunakan mesin manual alias mencuci dengan tangan, suami saya biasa merendam pakaian sesuai petunjuk kemasan detergen. 30 menit. Tidak lebih dan tidak kurang. Jadi, waktu merendam plus kucek bilas kurang lebih 60 menit cukup lama. 

Jangan biarkan cucian menumpuk dan membuat anda merasa tertekan. Dengan layanan laundry kilat , anda bisa mendapatkan pakaian yang bersih dan segar dalam waktu singkat, sehingga Anda dapat fokus pada hal-hal yang lebih penting dan menikmati waktu bersama keluarga, ujarnya diakhiri pembicaraan. 

Ibu rumah tangga juga terkadang tidak memiliki banyak waktu untuk mencuci pakaian di tengah kesibukan mengurus rumah tangga lainnya. Karena terlalu banyaknya kesibukan sehingga mereka membutuhkan laundry untuk mencuci pakaian mereka.

Barang-barang berukuran besar seperti karpet, bedcover, dan lain-lain memiliki kesulitan tersendiri ketika terkena noda atau kotor. Hal ini akan sangat menyulitkan jika harus membersihkannya sendiri. Dibutuhkan banyak deterjen dan banyak air untuk mencucinya.

Sehingga, lagi-lagi jasa laundry menjadi salah satu hal yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat ketika tidak mampu mencuci barang-barang besar tersebut. Dengan menggunakan laundry pula, barang-barang tersebut akan menjadi lebih harum dan lebih bersih.

Ternyata ada beberapa alasan mengapa masyarakat saat ini masih menggunakan laundry meskipun mereka sudah memiliki mesin cuci sendiri. Karena mencuci merupakan suatu pekerjaan rumah yang cukup menyita waktu dan tenaga, untuk itu jasa laundry sangat dibutuhkan.

 

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
15 jam yang lalu
Dukung Kampanye Go Green di Lingkungan Sekolah, Bank Mandiri Taspen Serahkan Bantuan Mesin Air Siap Minum ke SMA Dharma Wanita 1 Pare
Bank Mandiri Taspen menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa mesin air minum gratis siap konsumsi senilai Rp 42,4 juta untuk SMA Dharma Wanita 1 Pare
 
Nasional
13/06/2026 14:00 WIB
CIMB Niaga Dukung Bulan Literasi Keuangan OJK 2026
Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan CIMB Niaga terhadap Bulan Literasi Keuangan OJK 2026 sekaligus upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan sejak dini.
 
Nasional
13/06/2026 13:38 WIB
CIMB Niaga Dukung Bulan Literasi Keuangan OJK 2026 melalui Program Tour de Bank
Sebanyak 250 siswa sekolah dasar turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari SDN Kreo 7, SDN Larangan 1, SDN Peninggilan 03, SDN Kreo 1, dan SDN Larangan 6.
 
Nasional
12/06/2026 19:33 WIB
Akselerasi Layanan Digital, Bank Jakarta Kembali Hadir di Jakarta Fair 2026
Bank Jakarta kembali hadir di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI Jakarta pada Jakarta Fair 2026 yang berlangsung dari 11 Juni s/d 12 Juli 2026 di JI Expo Kemayoran
 
Nasional
12/06/2026 19:29 WIB
Gandeng BliBli, Bank Jakarta Hadirkan Engagement Store di Jakarta Fair 2026
Bank Jakarta berkolaborasi bersama BliBli hadirkan engagement store di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI Jakarta pada Jakarta Fair 2026 yang berlangsung dari 11 Juni s/d 12 Juli 2026 di JI Expo Kemayoran
 
Nasional
12/06/2026 16:07 WIB
Kenaikan Harga Pertamax Berdampak Menggerusnya Anggaran Rumah Tangga
Kelompok masyarakat kelas menengah pun dinilai menjadi pihak paling terdampak karena harus menyesuaikan anggaran transportasi di tengah berbagai kebutuhan yang meningkat pula.
 
Nasional
12/06/2026 15:11 WIB
Keterbatasan Lahan Membuat Bertahan Hidup di Ibukota
Bau tidak sedap juga mewarnai kawasan tersebut. Kawasan permukiman itu diapit bantaran kali ibukota. Tempat tersebut juga minim pencahayaan. Di setiap tempat tinggal warga tidak memiliki pintu.
Telkomsel