Endang Muchtar
Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:19 WIB

IHSG Diprediksi Melemah, Cermati Saham Rekomendasi CGS Sekuritas

Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Foto/Endang Muchtar/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE - Pada perdagangan hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kembali melemah, setelah di akhir pekan lalu ditutup terkoreksi 0,41% ke level 7.898.

Berdasarkan analisis yang dilakukan Tim Riset PT CGS International Sekuritas Indonesia, pelemahan pada mayoritas indeks di bursa Wall Street menjadi sentimen negatif bagi IHSG. Kemarin, Dow Jones melemah 0,08% dan S&P 500 turun 0,01%, namun Nasdaq menguat 0,03%.

"IHSG diprediksi bergerak variatif dalam kecenderungan melemah, dengan level support di posisi 7.820 dan 7740, sedangkan resistance-nya di level 7.975 dan 8.055," tulis Tim Riset CGS International Sekuritas dalam analisis harian untuk perdagangan Selasa (19/8). Seperti di kutip financialreview.id

Namun demikian, tim riset menyebutkan bahwa berlanjutnya aksi beli yang dilakukan oleh investor asing akan menjadi katalis positif bagi IHSG. Pada perdagangan Jumat pekan lalu, net foreign buy di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp1,23 triliun.

Untuk perdagangan di BEI hari ini, rekomendasi saham yang disajikan Tim Riset CGS International Sekuritas kepada para trader adalah, akumulasi pembelian pada saham ENRG, CMRY, HEAL, ANTM, INKP dan AKRA.

Sementara itu, menurut analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, hari ini pergerakan IHSG tetap berpeluang menanjak. "Kami memperkirakan, saat ini posisi IHSG sedang berada pada bagian Wave [v] dari Wave 1 dan Wave (3) pada label hitam," kata Herditya dalam riset Daily Scope Wave.

Dia menjelaskan, pola pergerakan secara teknikal tersebut menunjukkan bahwa IHSG tetap memiliki ruang menguat untuk menguji kisaran 8.025-8.102. "Namun demikian, waspada adanya potensi koreksi jangka pendek ke rentang 7.815-7.892," ujar Herditya.

Untuk perdagangan hari ini, kata dia, support IHSG di level 7.800 dan 7.680, sedangkan resistance-nya di level 8.008 dan 8.103. MNC Sekuritas merekomendasikan kepada para trader agar menerapkan strategi Buy on Weakness (BoW) pada BBNI, CMRY, INKP, MAPI dan XISR. 

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
07/05/2026 06:17 WIB
Disertasi Doktoral Soroti Urgensi RUU Transfer Pricing untuk Perkuat Kepastian Hukum dan Penerimaan Negara
Rekonstruksi Hukum Transfer Pricing Berbasis Kepastian Hukum untuk Mendukung Optimalisasi Penerimaan Negara Indonesia
 
Nasional
05/05/2026 12:00 WIB
Ericsson: 5G Bukan Sekadar Teknologi, Tapi Fondasi Ekonomi Digital Indonesia
Ericsson dorong percepatan 5G untuk tingkatkan ekonomi digital Indonesia, dengan potensi kontribusi hingga 41 miliar dolar AS.
 
Nasional
04/05/2026 13:27 WIB
Indonesia Butuh 9 Juta Talenta Digital pada 2030, vivo Dorong Akses Pendidikan Teknologi Lewat NexGen Scholars
Sebagai bagian dari kontribusi untuk menjawab tantangan tersebut, vivo menghadirkan program vivo NexGen Scholars untuk membuka akses pendidikan tinggi di bidang sains dan teknologi bagi generasi muda Indonesia.
 
Nasional
04/05/2026 13:10 WIB
BPS: Kunjungan Wisman pada Maret 2026 naik 10,50% Dibandingkan Tahun Sebelumnya
Angka ini menjadi capaian tertinggi sejak 2020, tetapi laju pertumbuhannya tidak seagresif fase pemulihan sebelumnya. Distribusi kunjungan menunjukkan ketergantungan pada pasar regional.
 
Nasional
01/05/2026 11:12 WIB
BINUS University Gandeng Sarinah Hadirkan “Rupa Kala” untuk Perkuat Ekosistem Kreatif Nasional
Melalui pameran ini, karya-karya terpilih mahasiswa School of Design BINUS University ditampilkan kepada publik luas, sekaligus memperkuat posisi Sarinah sebagai ruang kurasi budaya dan kreativitas Indonesia.
 
Nasional
30/04/2026 21:44 WIB
Daftar Sekarang, DAIKIN Bagikan Rp540 Juta untuk Desainer Interior Se-ASEAN
DAIKIN Designer Award 2026 go ASEAN! Total hadiah Rp540 juta. Buka untuk arsitek, desainer interior & mahasiswa. Daftar 1 Mei-31 Agt 2026.
 
Nasional
30/04/2026 13:57 WIB
Chatgpt Prediksi Lukisan Historis Denny JA Yang Diberkati Paus Fransiskus DI Pinggir Jalan Seharga 34 Miliar Rupiah
Estimasi ini disusun melalui pendekatan skenario pasar berbasis analisis kecerdasan buatan dan pembandingan transaksi karya seni religius di lelang internasional.
Telkomsel