ECONOMIC ZONE - Pada perdagangan hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kembali melemah, setelah di akhir pekan lalu ditutup terkoreksi 0,41% ke level 7.898.
Berdasarkan analisis yang dilakukan Tim Riset PT CGS International Sekuritas Indonesia, pelemahan pada mayoritas indeks di bursa Wall Street menjadi sentimen negatif bagi IHSG. Kemarin, Dow Jones melemah 0,08% dan S&P 500 turun 0,01%, namun Nasdaq menguat 0,03%.
"IHSG diprediksi bergerak variatif dalam kecenderungan melemah, dengan level support di posisi 7.820 dan 7740, sedangkan resistance-nya di level 7.975 dan 8.055," tulis Tim Riset CGS International Sekuritas dalam analisis harian untuk perdagangan Selasa (19/8). Seperti di kutip financialreview.id
Namun demikian, tim riset menyebutkan bahwa berlanjutnya aksi beli yang dilakukan oleh investor asing akan menjadi katalis positif bagi IHSG. Pada perdagangan Jumat pekan lalu, net foreign buy di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp1,23 triliun.
Untuk perdagangan di BEI hari ini, rekomendasi saham yang disajikan Tim Riset CGS International Sekuritas kepada para trader adalah, akumulasi pembelian pada saham ENRG, CMRY, HEAL, ANTM, INKP dan AKRA.
Sementara itu, menurut analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, hari ini pergerakan IHSG tetap berpeluang menanjak. "Kami memperkirakan, saat ini posisi IHSG sedang berada pada bagian Wave [v] dari Wave 1 dan Wave (3) pada label hitam," kata Herditya dalam riset Daily Scope Wave.
Dia menjelaskan, pola pergerakan secara teknikal tersebut menunjukkan bahwa IHSG tetap memiliki ruang menguat untuk menguji kisaran 8.025-8.102. "Namun demikian, waspada adanya potensi koreksi jangka pendek ke rentang 7.815-7.892," ujar Herditya.
Untuk perdagangan hari ini, kata dia, support IHSG di level 7.800 dan 7.680, sedangkan resistance-nya di level 8.008 dan 8.103. MNC Sekuritas merekomendasikan kepada para trader agar menerapkan strategi Buy on Weakness (BoW) pada BBNI, CMRY, INKP, MAPI dan XISR.
Komentar