Fery Pradolo
Jumat, 24 April 2026 - 09:30 WIB

Rahasia Paviliun Cahaya Bikin Ruangan 'Hidup' Terungkap di ARCH:ID 2026

Rahasia Paviliun Cahaya Bikin Ruangan 'Hidup' Terungkap di ARCH:ID 2026
Rahasia Paviliun Cahaya Bikin Ruangan 'Hidup' Terungkap di ARCH:ID 2026
Dummy

ECONOMIC ZONE - Pemahaman tentang arsitektur melampaui sekadar bentuk fisik bangunan. Lebih dari itu, arsitektur dapat dipandang sebagai sebuah ekologi kolaboratif di mana ilmu pengetahuan mengalir melintasi berbagai disiplin, dan batasan-batasan antar bidang tersebut melebur secara sadar. Berlandaskan pemikiran ini, ARCH:ID 2026 mengusung tema “Skema Sintesa: Integrasi Kolaboratif Arsitektur”. Tema ini menekankan pada pertemuan berbagai elemen yang berbeda menjadi sebuah kesatuan yang utuh. Dalam konteks ini, pencahayaan tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus berpadu secara harmonis dengan elemen ruang lainnya, seperti arsitektur, material, budaya, dan pengalaman manusia.

Berangkat dari semangat tersebut, untuk kedua kalinya, in-Lite LED kembali berpartisipasi dalam ajang tahunan ini melalui sebuah instalasi bernama “Paviliun Cahya” . Instalasi ini merupakan sebuah perjalanan cahaya yang terinspirasi dari sintesa arsitektur Nusantara dan akan berlangsung pada tanggal 23–26 April 2026 di ICE BSD City.

Dalam sesi in-Lite Talks yang bertajuk “Sintesa: Ruang, Seni, dan Cahya”, Commercial Director in-Lite LED, Fransiska Darmawan, menjelaskan bahwa instalasi ini lahir dari pemikiran Raden Ajeng Kartini, yang diwujudkan melalui hasil sintesa antara in-Lite dan para kolaborator yang semuanya adalah perempuan. Ia menjelaskan, “Paviliun Cahya kami rancang sebagai instalasi transisi cahaya yang mengeksplorasi bagaimana cahaya membentuk ruang melalui proses sintesa dengan elemen arsitektural lainnya. Dalam pendekatan ini, cahaya tidak hanya hadir sebagai elemen visual, tetapi juga sebagai medium yang menghubungkan ruang dengan persepsi manusia. Di sini, cahaya tidak hanya dimaknai sebagai hasil akhir, tetapi sebuah proses. Ia hadir secara bertahap, dari ketiadaan menuju kehadiran”

Senada dengan itu, Direktur Dharmawan Group, Inka Dharmawan, menegaskan bahwa cahaya tidak lagi bisa dianggap sebagai elemen pelengkap. “Pencahayaan masih sering diposisikan sebagai tahap akhir dalam proses desain, padahal ketika diintegrasikan sejak awal, hasilnya adalah ruang yang lebih kohesif, berkarakter, dan menghadirkan pengalaman yang lebih kuat bagi penghuninya. Saat ini semakin banyak klien yang mulai menyadari pentingnya pendekatan ini dan secara aktif meminta integrasi pencahayaan yang lebih thoughtful. Saya melihat ini sebagai pergeseran yang sangat positif,” ujarnya.

Interpretasi Sintesa Arsitektur Nusantara Melalui Paviliun Cahya

Paviliun Cahya dirancang sebagai instalasi yang menggali peran cahaya dalam seni dan arsitektur untuk menciptakan ruang pengalaman yang imersif. Dengan pendekatan ini, paviliun menawarkan pengalaman di mana cahaya menjadi bagian tak terpisahkan dari narasi ruang. Arsitek dan seniman Jessica Soekidi, selaku pendesain Paviliun Cahya in-Lite, mengungkapkan bahwa instalasi ini menggunakan pendekatan eklektik kontemporer.

Jessica menjelaskan, “Inspirasi utama Paviliun Cahya berakar dari sintesa arsitektur Nusantara, di mana leluhur kita telah memahami hubungan antara cahaya, ruang, dan alam. Arsitektur Vernakular Indonesia, dari rumah panggung hingga candi, selalu memperhitungkan bagaimana cahaya masuk dan berinteraksi dengan ruang, sebuah kearifan lokal yang wajib dijaga seperti menjaga alam dan bumi. Kolaborasi dengan in-Lite juga menarik karena kami memiliki visi yang sama, bahwa pencahayaan berkualitas tidak seharusnya bersifat eksklusif, tetapi dapat diakses oleh semua kalangan.”

Lebih dari sekadar tampilan visual, pengunjung diajak untuk merasakan cahaya melalui tiga tahap perjalanan: mulai dari kegelapan total, menuju temaram fajar, hingga ruang yang terang penuh. Setiap tahap sengaja dirancang untuk mengaktifkan indera yang berbeda dan membangun pemahaman bertahap tentang bagaimana cahaya membentuk pengalaman ruang.

Momentum Perayaan Peran Wanita dalam Dunia Arsitektur

Pendekatan sintesa dalam arsitektur tidak hanya menyangkut elemen fisik ruang, tetapi juga para pihak yang terlibat di dalamnya. Dalam ekosistem kolaboratif, keberagaman perspektif menjadi kunci untuk menghadirkan ruang yang lebih manusiawi, termasuk peran perempuan yang semakin menguat. Data menunjukkan dari sekitar 27.000 anggota Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), sekitar 5.500 di antaranya adalah perempuan atau sekitar 20 persen, sebuah angka yang mencerminkan ruang untuk terus berkembang menuju keseimbangan yang lebih baik.

Principal Architect Hadiprana Design sekaligus Kurator ARCH:ID 2026, Ar. Afwina Kamal, menilai kondisi ini sebagai peluang untuk memperkuat inklusivitas. Ia mengatakan, “Dalam penyelenggaraan ARCH:ID 2026, kami mendorong kolaborasi yang lebih inklusif di antara para pelaku industri, termasuk peran perempuan yang semakin berkembang. Saya melihat tema sintesa juga merefleksikan cara perempuan bekerja yang kolaboratif, integratif, dan berorientasi pada keharmonisan. Di komunitas arsitektur, perempuan kini semakin vokal dan visible. Ini merupakan kemajuan yang nyata dan terus berlangsung.”

Fransiska menambahkan, “Partisipasi in-Lite di ARCH:ID 2025 menjadi wujud nyata konsep ‘Beyond Illumination’, di mana kami ingin menunjukkan bahwa cahaya tidak sekadar berfungsi sebagai penerangan, sejalan dengan komitmen #TerangIndonesia. Kami juga mendorong keterlibatan perempuan karena kami percaya keberagaman perspektif dapat memperkaya proses kreatif dan menghadirkan pendekatan desain yang lebih inklusif dan humanis.”

Setelah berhasil meraih penghargaan The Best Booth pada partisipasi perdananya di ARCH:ID 2025, tahun ini in-Lite kembali hadir dengan dukungan dari berbagai mitra, termasuk TACO, Sandei, Viro, Himalaya Abadi, Socio Greenhouse, dan Euodia. Kolaborasi ini menegaskan komitmen in-Lite untuk terus berinovasi dan bekerja sama dalam mewujudkan sintesa ruang yang lebih baik melalui pencahayaan.

Sebagai mitra yang konsisten mendukung ARCH:ID setiap tahunnya, TACO turut berkontribusi dengan mengintegrasikan berbagai material produk interior unggulannya ke dalam Paviliun Cahya In-Lite. Mulai dari TACO HPL, TACO Sheet, TACO Flooring, hingga FIDECO Wall Panel, semua diaplikasikan dalam elemen desain ruang untuk memperkuat pengalaman visual dan fungsional instalasi, selaras dengan konsep sintesa antara cahaya, arsitektur, dan pengalaman manusia.

General Manager Community Development TACO, Andika Tjandra, menambahkan, “Partisipasi TACO pada booth in-Lite di ARCH:ID 2026 merupakan komitmen kami untuk terus mendukung ekosistem desain dan arsitektur kolaboratif. Kami berharap kolaborasi ini dapat menginspirasi pelaku industri untuk melihat material secara lebih holistik, tidak hanya dari sisi fungsi, tetapi juga sebagai elemen yang berkontribusi pada kualitas pengalaman ruang secara keseluruhan.”

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
48 menit yang lalu
Bank Jakarta–Persija "United for Jakarta": Dari Sponsorship Menuju Strategic Partnership
Bank Jakarta memperkuat kolaborasinya dengan Persija Jakarta sebagai Official Partner dalam mengarungi musim kompetisi 2026–2027
 
Nasional
06/08/2026 17:57 WIB
Kuatkan Kolaborasi Ekosistem, AAJI Dorong Langkah Nyata Lewat KAPJ
Melalui penguatan ekosistem tersebut, diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pembiayaan kesehatan dengan berkontribusi dalam penurunan out of pocket (OOP) belanja kesehatan nasional.
 
Nasional
06/08/2026 15:32 WIB
CIMB Niaga Syariah Dukung Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di UNIDA Gontor
Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan edukasi keuangan syariah, optimalisasi pemanfaatanlayanan transaksi digital, serta dukungan terhadap pengembangan UMKM dan unit usaha di lingkungan UNIDA Gontor.
 
Nasional
06/08/2026 14:51 WIB
OJK: Industri Perbankan Syariah 2025 Tumbuh Positif, Aset Tembus Rp1.000 Triliun
OJK menjelaskan bahwa Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) masih menjadi penggerak utama industri dengan kontribusi lebih dari 90 persen terhadap total aset perbankan syariah nasional.
 
Nasional
06/08/2026 14:34 WIB
Piala Dunia 1938: Ketika Italia Mengangkat Trofi, Hindia Belanda Membuka Jalan bagi Indonesia (3)
Di turnamen yang sama, sebuah tim dari wilayah yang masih bernama Hindia Belanda melangkah ke panggung Piala Dunia untuk pertama kalinya.
 
Nasional
06/08/2026 13:25 WIB
Ekonomi Melampaui Ekspektasi, Mirae Asset Soroti Sikap Selektif Investor
Meski IHSG kembali menguat, reli pasar dinilai belum sepenuhnya didukung oleh saham-saham berfundamental besar maupun arus masuk investor asing."IHSG memang melanjutkan penguatan, tetapi kualitas reli masih terbatas.
 
Nasional
06/08/2026 12:18 WIB
Pertumbuhan ekonomi: Rilis data PDB domestik kuartal II 2026 berada di atas perkiraan pasar.
Pergerakan pasar didominasi saham yang menguat. Tercatat 296 saham naik, 87 saham turun, dan 580 saham tidak mengalami perubahan harga.
Ad Placholder