Hendra Wiradi
Kamis, 24 Juli 2025 - 21:37 WIB

UOB luncurkan Business Circle di Indonesia untuk dukung pemimpin bisnis generasi penerus

Foto/Ist/ECONOMICZONE
Foto/Ist/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONEJakarta, 24 Juli 2025 – UOB Indonesia hari ini resmi meluncurkan The Business Circle, sebuah program khusus yang dirancang untuk mendampingi perusahaan keluarga dalam mengembangkan wawasan, berbagi pengalaman, dan menjalin koneksi dengan rekan bisnis di kawasan ASEAN.

Pertama kali diperkenalkan di Singapura pada 2019, dan kemudian di Thailand serta Malaysia, The Business Circle mendampingi para pemimpin bisnis generasi penerus dalam menghadapi tantangan kompleks pengelolaan usaha. Program ini mencakup berbagai kegiatan seperti forum diskusi, kunjungan pasar, serta sesi berbagi pengetahuan yang membahas isu-isu strategis, mulai dari perencanaan suksesi, transformasi digital, kecerdasan buatan (AI), hingga keberlanjutan. Semua dirancang untuk membantu peserta memperkuat strategi pertumbuhan berkelanjutan dan menciptakan kolaborasi baru lintas negara.

Saat ini, komunitas The Business Circle telah menjangkau lebih dari 1.000 anggota di kawasan. Pada tahun 2024 saja, UOB telah menggandeng sekitar 330 perusahaan untuk mengeksplorasi peluang bisnis di pasar ASEAN dan membangun koneksi baru.

Bapak Harapman Kasan, Wholesale Banking Director UOB Indonesia mengatakan, “Indonesia memiliki komunitas bisnis keluarga yang sangat dinamis, sekitar 95 persen dari perusahaan tercatat di bursa merupakan bisnis keluarga, dan mereka berkontribusi hampir 53 persen terhadap PDB nasional1. Kini, banyak dari bisnis ini dipimpin oleh generasi baru yang berpikiran terbuka, visioner, dan berorientasi global. Sebagai bagian dari komitmen UOB sebagai One Bank for ASEAN, program The Business Circle hadir untuk mendukung para pemimpin muda ini dengan menyediakan ruang untuk berbagi ide, memperluas wawasan, dan membangun warisan bisnis yang berkelanjutan di tingkat regional.”

Berdasarkan UOB Business Outlook Study (SMEs and Large Enterprises) 20252, lebih dari 76 persen pemimpin bisnis di Indonesia merupakan pengambil keputusan dari generasi penerus, yang mendorong transformasi melalui digitalisasi, keberlanjutan, dan ekspansi regional. Hampir 76 persen di antaranya berencana memperluas bisnis ke luar negeri, dengan adopsi teknologi seperti cloud computing (51 persen) dan blockchain (41 persen) yang terus meningkat. Selain itu, para pemimpin ini juga memprioritaskan kesejahteraan tenaga kerja, ketahanan rantai pasok, dan pertumbuhan jangka panjang—menunjukkan adanya pergeseran dari model bisnis tradisional menuju kepemimpinan yang lebih visioner dan berorientasi pada tujuan.

Dengan kehadiran regional yang kuat dan kapabilitas terintegrasi, UOB menghubungkan pelaku bisnis dengan peluang global melalui jaringan perdagangan kami yang luas, didukung keahlian sektor dan platform rantai pasok yang terpadu.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
20 jam yang lalu
Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua Umum HIPMI Periode 2026-2029
Sebagai Ketua Tim, Kaesang berkomitmen mengawal dan memperjuangkan Reynaldo agar bisa terpilih sebagai ketua umum di munas nanti.
 
Nasional
21 jam yang lalu
OJK Rilis Industri Perbankan Syariah Catat Aset Rp1.061 Triliun hingga Maret 2026
Kinerja industri juga tetap terjaga dengan kualitas pembiayaan yang baik. Tercermin dari rasio Non Performing Financing (NPF) Gross dan NPF Net yang masing-masing berada pada level 2,28 persen dan 0,87 persen.
 
Nasional
16/05/2026 15:30 WIB
Jumlah Menyusut, Populasi Kerbau Mendekati Kepunahan
Saat ini, harga ternak kerbau di tingkat tengkulak dikisaran antara Rp30 juta-Rp35 juta/ekor. Karena itu, kehidupan ekonomi keluarga petani sangat terbantu dengan memiliki ternak kerbau.
 
Nasional
14/05/2026 15:48 WIB
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Dikebut Siap Beroperasi Agustus 2026
Jalur ini akan menambah lima stasiun baru, yakni Rawamangun, Pramuka BPKP, Pasar Pramuka, Matraman, dan Manggarai.
 
Nasional
14/05/2026 15:12 WIB
Penipuan Online Rugikan Asia Tenggara USD 23,6 Miliar, ASEAN Foundation dan Google Luncurkan Scam Ready ASEAN
Di Indonesia sendiri, sepanjang tahun 2025 tercatat lebih dari 411.000 laporan kasus penipuan online dengan estimasi kerugian finansial mencapai sekitar USD 550 juta atau setara Rp9 triliun, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC).
 
Nasional
13/05/2026 16:19 WIB
Kerugian Rp6 Triliun dan 274.000 Laporan Penipuan, Ancaman Deepfake Kian Mengkhawatirkan
Deepfake, yang merupakan audio, video, dan gambar sintetis yang dihasilkan AI untuk meniru identitas seseorang secara meyakinkan, kini telah bergeser dari ancaman teoritis menjadi instrumen penipuan aktif yang menyasar sistem keuangan Indonesia.
 
Nasional
13/05/2026 15:45 WIB
Lion Parcel dan AstraPay Dorong Digitalisasi Transaksi di Tingkat Agen, Catat Kenaikan Pendapatan Mitra Lebih dari 10%
ratusan mitra agen Lion Parcel di berbagai wilayah Indonesia, dengan 36 agen terbaik mendapatkan apresiasi untuk mendukung pengembangan bisnis mereka.
Telkomsel