Fery Pradolo
Senin, 12 Mei 2025 - 22:37 WIB

Kolaborasi Cahaya dan Arsitektur: in-Lite Menjadi Sorotan di ARCH:ID 2025

Kolaborasi Cahaya dan Arsitektur: in-Lite Menjadi Sorotan di ARCH:ID 2025
Kolaborasi Cahaya dan Arsitektur: in-Lite Menjadi Sorotan di ARCH:ID 2025
Dummy

ECONOMIC ZONEDesain interior yang menarik tidak hanya bergantung pada elemen dekoratif semata, melainkan juga pada pencahayaan yang tepat. Penataan furnitur dan pemilihan aksen ruangan bisa tampak biasa saja tanpa penerangan yang mendukung. Setiap unsur dalam desain membutuhkan pencahayaan untuk benar-benar memperlihatkan nilai estetisnya. Kini, cahaya tidak lagi dianggap pelengkap, melainkan bagian integral dari arsitektur yang menyusun narasi desain sejak awal hingga akhir.

Dalam debutnya di ARCH:ID, General Manager Marketing in-Lite, Fransiska Darmawan, menyampaikan bahwa pencahayaan adalah elemen esensial dalam perancangan ruang. “Kami melihat pencahayaan sebagai elemen dasar, bukan hanya fungsi teknis. Cahaya bisa membentuk ruang, menampilkan tekstur, memperkuat warna, dan mengarahkan perhatian visual. Memahami karakter cahaya adalah kunci menciptakan desain yang luar biasa,” ungkapnya dalam diskusi in-Lite Talk: ‘Beyond Illumination: Lighting Through Space & Structure’ yang digelar pada Jumat (10/5) di ICE BSD.

Acara ini menampilkan kolaborasi antara in-Lite, Pavilion95, dan Insignio Studio, dua tim kreatif di balik konsep in-Lite Pavilion bertajuk ‘A Glowing Light Box’, serta mensanaDANteman, arsitek dari instalasi monumental Jembatan Khatulistiwa—karya terbesar di ARCH:ID 2025. Mereka bersama-sama mengeksplorasi bagaimana pencahayaan dapat mengoptimalkan fungsi ruang dan mempertegas struktur bangunan.

Menurut Lighting Design Director Pavilion95, Agust Danang Ismoyo, pencahayaan berperan sebagai bahasa visual yang halus namun sangat kuat dalam memengaruhi persepsi dan emosi. “Cahaya bisa menghadirkan kenyamanan, membangkitkan semangat, atau bahkan menciptakan suasana kontemplatif. Ini bukan hanya aspek teknis, melainkan sarana untuk mengatur pengalaman inderawi dalam ruang,” jelasnya.

Melalui in-Lite Pavilion, pengunjung diajak mengalami langsung bagaimana cahaya membentuk persepsi dan emosi melalui lima ruang imersif: The Chandeliers, The Room, The Void, The Corridor, dan The Garden. Masing-masing area menunjukkan peran penting interplay antara cahaya dan bayangan dalam mendefinisikan suasana ruang.

Adianto Salim, Co-Founder Insignio Studio, menekankan bahwa pencahayaan harus selaras dengan visi desain sejak awal. “Desain pencahayaan yang efektif lahir dari pemahaman mendalam terhadap konsep arsitektur. Bagi kami, cahaya adalah narasi visual yang memperkuat pesan desain, bukan sekadar tambahan,” ujarnya.

Kolaborasi antara in-Lite, Pavilion95, dan Insignio Studio membuahkan in-Lite Pavilion—sebuah instalasi semi-transparan yang menampilkan filosofi “Beyond Illumination”. Pencahayaan diposisikan sebagai elemen hidup yang membentuk struktur ruang, menghadirkan emosi, serta menyampaikan cerita visual.

Karya ini berhasil mencuri perhatian di ARCH:ID 2025, dan terpilih sebagai salah satu pemenang Best Booth, menegaskan bahwa pencahayaan memegang peran utama dalam arsitektur dan desain interior.

Tak hanya itu, in-Lite juga turut berperan dalam mewujudkan Jembatan Khatulistiwa dengan menyediakan seluruh sistem pencahayaan. Instalasi megah ini menjadi ikon ARCH:ID 2025 dan simbol kolaborasi multidisiplin dalam dunia desain.

Alvar Mensana, arsitek dari mensanaDANteman, menyebut proyek ini sebagai tonggak pencapaian. “Jembatan Khatulistiwa adalah bukti bahwa pencapaian luar biasa bisa diwujudkan melalui sinergi. Arsitektur performatif tidak hanya tentang bentuk atau fungsi, tapi juga kolaborasi dan nilai prosesnya.”

Fransiska menambahkan bahwa keterlibatan in-Lite di ARCH:ID adalah bentuk nyata dari misi mereka. “Kami ingin membuktikan bahwa pencahayaan memiliki peran transformatif, bukan hanya teknis. Partisipasi ini mencerminkan semangat #TerangIndonesia, sejalan dengan komitmen kami dalam mengedukasi dan menginspirasi lewat cahaya.”

in-Lite Pavilion juga mendapat dukungan dari berbagai mitra seperti Artisan Rug, Shema Lab, TACO, Sono Living, Mao You Timber, Growandgrow.id, dan Armonia Paint. Kolaborasi ini membuktikan bahwa kualitas dan estetika dapat dihadirkan melalui produk-produk bernilai tinggi namun tetap terjangkau—menegaskan bahwa desain yang baik harus dapat diakses oleh semua kalangan.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
8 jam yang lalu
Akhir Mei 2026 Stok Beras Nasional Diproyeksi Tembus 6 Juta Ton
Pemerintah juga menargetkan Bulog dapat menguasai hingga 70 persen stok beras nasional guna memperkuat stabilitas harga dan ketahanan pangan nasional.
 
Nasional
8 jam yang lalu
Pemerintah Sikapi Perbedaan soal Polemik Aturan Outsourcing Antara Buruh dan Pengusaha
Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No. 7/2026 tentang Pekerjaan Alih Daya yang diterbitkan Menaker Yassierli menjelang peringatan Hari Buruh Internasional, awal Mei lalu.
 
Nasional
9 jam yang lalu
Industri Kosmetik Menghadapi Jalan Buntu Diproyeksikan Melampaui US$10 Miliar pada 2026.
Ketergantungan tinggi terhadap bahan baku impor hingga potensi kenaikan harga, seiring tekanan geopolitik yang belum mereda menjadi hambatan nyata untuk mencapai potensi besar tersebut.
 
Nasional
07/05/2026 06:17 WIB
Disertasi Doktoral Soroti Urgensi RUU Transfer Pricing untuk Perkuat Kepastian Hukum dan Penerimaan Negara
Rekonstruksi Hukum Transfer Pricing Berbasis Kepastian Hukum untuk Mendukung Optimalisasi Penerimaan Negara Indonesia
 
Nasional
06/05/2026 15:24 WIB
Perry Ambil Langkah BI Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
Berkaitan dengan dua hal penting mengenai nilai tukar usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Merdeka Selasa (5/5/2026).
 
Nasional
06/05/2026 14:55 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada Kuartal I/2026 Mencapai 5,61% (yoy), Tertinggi Sejak Kuartal I/2013
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan realisasi belanja APBN hingga Maret 2026 mencapai Rp815 triliun atau tumbuh 31,4 persen.
 
Nasional
06/05/2026 11:18 WIB
Aksi Nyata Canon: Ubah Sampah Botol Tinta Plastik Menjadi Harapan bagi Anak Prasejahtera
Bekerja sama dengan ATMI Recycle Studio dan didukung oleh Lembaga Daya Dharma Keuskupan Agung Jakarta (LDD-KAJ), inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi dampak sampah plastik sekaligus memberikan kontribusi edukatif bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Telkomsel