Endang Muchtar
Senin, 06 Mei 2024 - 16:09 WIB

Mirae Asset: Otomotif & Mobil Bekas Masih Bisa Tumbuh, Didukung Turunnya BI Rate dan Ekosistem

CEO PT Autopedia Sukses Lestari Tbk Jany Candra (tengah) Research Analyst Mirae Asset Christopher Rusli, dan Research Analyst Mirae Asset, Abyan Habib Yuntoharjo.
CEO PT Autopedia Sukses Lestari Tbk Jany Candra (tengah) Research Analyst Mirae Asset Christopher Rusli, dan Research Analyst Mirae Asset, Abyan Habib Yuntoharjo.
Dummy

ECONOMIC ZONE - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memprediksi industri otomotif yang sedang kurang kondusif saat ini dapat membaik pada kuartal IV/2024 atau di penghujung tahun, seiring dengan potensi perbaikan daya beli masyarakat dan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia.

“Kami berharap ada pemulihan di akhir tahun seiring potensi turunnya suku bunga acuan,” ujar Christopher Rusli, Research Analyst Mirae Asset, di acara Media Day: May by Mirae Asset Sekuritas hari ini, 6 Mei 2024.

Dia menjelaskan bahwa saat ini daya beli masyarakat sedang tertekan karena kenaikan suku bunga yang menyedot uang beredar di masyarakat serta memicu kenaikan harga. Sebagai gambaran, tuturnya, turunnya daya beli tersebut tercermin dari angka penjualan mobil baru yang turun lebih dari 23% menjadi sekitar 215.000 unit kendaraan pada kuartal I/2024 dari periode yang sama tahun sebelumnya sekitar 282.000 unit.

Dengan asumsi suku bunga The Fed di AS akan turun pada September dan akan disusul oleh penurunan suku bunga acuan BI rate dua kali pada kuartal IV/2024 selama nilai tukar rupiah stabil, dia optimistis daya beli masyarakat dan juga penjualan kendaraan akan membaik pada akhir tahun.

Meskipun bisa membaik pada kuartal IV/2024, tetapi Christopher memprediksi kinerja sepanjang 2024 tidak akan sebaik tahun lalu, salah satunya dari sisi penjualan mobil baru sepanjang tahun ini yang diprediksi 900.000 unit saja, di bawah prediksi pasar 1,1 juta unit.

Abyan Habib Yuntoharjo, Research Analyst Mirae Asset, menambahkan bahwa industri mobil bekas masih terus tumbuh meskipun angka penjualan mobil baru sedang tertekan. Informasi tersebut, lanjutnya, tercermin dari angka pembiayaan otomotif yang terus tumbuh stabil di atas 10% meskipun angka penjualan kendaraan khususnya kendaraan untuk penumpang (passenger car) baru turun sejak akhir 2023 hingga awal tahun ini.

Menurut dia, dengan demikian industri jual-beli mobil bekas relatif tak lekang zaman terutama karena secara alami seberapapun tingkat penjualan kendaraan mobil baru tentunya akan dijual juga oleh pemiliknya.

“Ekosistem dari masing-masing pelaku industri mobil bekas juga dapat mendukung kinerjanya, sehingga semakin lengkap layanan dari satu perusahaan maka akan mendukung kinerja perusahaan tersebut.”

Pada kesempatan yang sama Jany Candra, CEO PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC), mengatakan saat ini ASLC memiliki ekosistem yang lebih lengkap dibanding pesaing. Menurut dia, layanan ekosistem holistik yang 1 tersedia mulai dari lelang online dan offline wholesale melalui Balai Lelang JBA Indonesia, situs penjualan ritel melalui Caroline.id, serta jasa gadai melalui PT Autopedia Sukses Gadai (MotoGadai).

Dia menjelaskan ekosistem ASLC tersebut baru satu level dari total tiga level ekosistem. Potensi dukungan dua level ekosistem perusahaan yang lain yaitu dari level induk usaha PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) dan GrupTriputra yang masih terbuka.

“Kami memproyeksikan kinerja akan terus tumbuh, dengan proyeksi kinerja pendapatan dan laba bersih dapat tumbuh di atas double digit (di atas 10%), dan dengan kinerja kuartal I/2024, kami yakin proyeksi double digit itu akan tercapai. Ekspansi tahun ini akan menambah jumlah cabang Caroline.id dari 10 cabang menjadi 18 cabang pada akhir tahun.”

Tahun 2023, laba bersih tahun berjalan ASLC tumbuh delapan kali lipat atau naik lebih dari 700% menjadi Rp26,74 miliar dari Rp 3,28 miliar, dengan nilai transaksi (gross merchandise value/GMV) Rp 6,5 triliun. Pada kuartalI/2024, laba perseroan melonjak lebih dari 600% menjadi Rp 16,95 miliar dari Rp 2,24 miliar.

Selain memiliki pangsa pasar terbesar untuk mobil bekas wholesale yaitu di atas 40%, Jany mengatakan bahwa perusahaan memiliki keunggulan lain. Pertama, kuatnya neraca yaitu tanpa utang (zero debt) serta memiliki visi keberlanjutan. Kedua dan ketiga, memiliki rekam jejak dan tata kelola perusahaan (good corporate governance/GCG) yang baik. Keempat, terpercaya karena memiliki garansi 7G+ untuk setiap pembelian mobil bekas di Caroline.id.

Di dalam acara Media Day: May by Mirae Asset Sekuritas, turut hadir Chief Economist Mirae Asset Rully Arya Wisnubroto, Chief Financial Officer ASLC Armeza Umar, dan Head of Corporate Finance & Investor Relations ASLC Mikhael Kemur

 

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
03/11/2026 20:08 WIB
UMKM Binaan Telkom Jaring Peluang Bisnis di 18 Negara melalui TEI 2026
Himpun prospek pembeli, termasuk calon mitra internasional, untuk memperluas akses pasar dan membuka peluang ekspor produk unggulan Indonesia
 
Nasional
03/11/2026 17:03 WIB
Telkom Kian Agresif Garap Pasar Enterprise, Digiserve Jadi Ujung Tombak Penggerak Pertumbuhan Baru
Beroperasi dengan nama badan hukum PT Telkom Solusi Indonesia, Digiserve fokus memperluas peluang bisnis melalui integrasi solusi B2B ICT TelkomGroup
 
Nasional
03/11/2026 14:59 WIB
Kapasitas Data Center di Cikarang Terisi Penuh, NeutraDC Perluas Langkah Ekspansi Infrastruktur AI Indonesia
NeutraDC jajaki peluang pengembangan kapasitas hingga 1 GW di lokasi strategis untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan komputasi digital
 
Nasional
03/11/2026 12:16 WIB
Ekonomi RI Makin Tangguh! Inflasi Terkendali, Ekspor Surplus, Manufaktur Cetak Rekor
Kinerja positif juga terlihat pada sektor manufaktur. Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia meningkat menjadi 54,0 pada Oktober 2026, naik dari 52,4 pada bulan sebelumnya.
 
Nasional
02/11/2026 20:52 WIB
Telkom Akselerasi Adopsi AI di Segmen Enterprise, Kesiapan Data dan Talenta Jadi Kunci Utama
Pemanfaatan kapabilitas AI Telkom Solution yang terintegrasi membuka peluang peningkatan efektivitas operasional dan penciptaan nilai bisnis.
 
Nasional
02/11/2026 15:24 WIB
Kinerja Makin Menguat, Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 Triliun melalui Pertumbuhan Empat Segmen Bisnis Utama
Pendapatan meningkat 3,5% YoY, EBITDA tumbuh 2,0% YoY, dan laba bersih normalisasi naik 3,9% YoY.
 
Nasional
02/11/2026 14:02 WIB
Indonesia Fitness Festival x Deddy Corbuzier Tarik Antusiasme Ribuan Pecinta Olahraga
Indonesia Fitness Festival (IFF) x Deddy Corbuzier menarik perhatian ribuan pecinta olahraga dari berbagai kalangan. Festival yang menghadirkan beragam cabang olahraga tersebut menjadi wadah bagi atlet, komunitas kebugaran, pelaku industri olahraga, dan masyarakat umum untuk berinteraksi…
Ad Placholder