ECONOMIC ZONE - IHSG kemarin ditutup turun tipis, didorong saham-saham di sektor keuangan, material dasar dan teknologi seperti GOTO, BBRI, BBCA, MDKA, and ARTO. Kenaikan harga saham BYAN yang signifikan membantu mengimbangi kerugian tersebut. Investor asing net sell IDR39bn.
Bursa AS naik tipis setelah Bank of Japan memutuskan untuk memperlebar batas atas imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun, sebagai langkah yang lebih hawkish dari pelonggaran kebijakan moneternya. Langkah tersebut diperkirakan akan menarik aliran dana masuk ke Jepang, yang sudah direspons dengan penguatan Yen pasca pengumuman tersebut. Data konstruksi dan izin rumah baru AS di bulan November terus menurun karena biaya pinjaman meningkat, yang diperparah oleh inflasi yang mengurangi keterjangkauan dan permintaan properti. Harga minyak mentah naik 1,2% menjadi USD 76,1/barel di tengah kekhawatiran badai musim dingin di AS minggu ini.
Defisit fiskal Indonesia per November 2022 sebesar IDR237.7tr atau setara dengan 1,22% dari PDB, jauh lebih kecil dari angka defisit APBN-P untuk tahun 2022 sebesar 4,5% dari PDB, dan panduan terakhir ~3%. Angka yang rendah tersebut didorong oleh pendapatan yang kuat dan disiplin anggaran yang baik. Total pendapatan naik 37% dari FY2021, didorong oleh tingginya harga komoditas, pemulihan ekonomi, dan tarif PPN yang lebih tinggi. Sedangkan total belanja hanya meningkat 12% dari FY2021.
Pemerintah memperpanjang relaksasi rasio Loan to Value (LTV) 100% hingga Desember 2023, yang diharapkan dapat membantu memulihkan sektor properti.
BI memulai pertemuan dua harinya hari ini dan akan memutuskan suku bunga kebijakannya besok. Ekonom kami memperkirakan kenaikan suku bunga 25bps. Sebagai catatan, spread treasury Indonesia 10 tahun vs beberapa negara menyempit (spread vs treasury AS 338bps, vs Filipina 331bps, vs India 380bps, vs Meksiko 526bps, vs Afrika Selatan 730bps, dan vs Brazil 1006bps).
Market Indicator
JCI: 6,768.32 (-0.17%)
EIDO: 22.60 (-0.66%)
DJIA: 32,849.74 (+0.28%)
FTSE100: 7,370.62 (+0.13%)
USD/IDR: 15,603 (+0.04%)
10yr GB yield: 6.91 (2.60 bps)
Oil Price: 76.23 (+1.13%)
Foreign net purchase: -IDR38.9bn
Foreign net purchase on single stocks (HOTS screen #0141)
TOP BUY: ITMG, BMRI, FUJI, BUMI, SMGR
TOP SELL: ADRO, BBRI, BBCA, GOTO, INCO
Most actively traded stocks (HOTS screen #0102)
DNET, BBCA, BBRI, SMMA, GOTO
Actual Forecast Previous
USD Building Permits (Nov) 1.342M 1.485M 1.512M
USD Building Permits (MoM) (Nov) -11.2% -3.3%
USD Housing Starts (Nov) 1.427M 1.400M 1.434M
USD Housing Starts (MoM) (Nov) -0.5% -2.1%
*IMPC +0.87%, Direktur PT Impack Pratama Industri Tbk Sugiarto Romeli melakukan pembelian saham IMPC senilai IDR334 juta sebanyak 100,000 saham maka kepemilikan sahamnya naik menjadi 3,375,000 lembar.
*UFOE +0.83%, PT Damai Sejahtera Abadi Tbk raih penjualan IDR541.7 miliar di periode Januari - September 2022 jumlah tersebut tumbuh 4.8% dari periode sebelumnya sekitar IDR516.3 miliar.
*CLEO +1.63%, PT Sariguna Primatirta Tbk melanjutkan ekspansi pada 2023 dengan membangun tiga pabrik baru. Tambahan pabrik tersebut untuk bertambahnya kapasitas produksi.
*GOTO -5.43%, GOTO Peopleverse Fund terus mengalihkan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk dengan melepas sebanyak 58.59 juta lembar saham.
*BULL -3.29%, PT Buana Lintas Lautan Tbk membukukan pendapatan sebesar USD92.27 juta sepanjang sembilan bulan pertama 2022 merosot 49.37% dari periode yang sama tahun lalu sebesar USD137.83 juta.
*MTWI -6.61%, PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk menggelar right issue maksimal IDR139.86 miliar dengan melepas 1.39 miliar lembar pada harga pelaksanaan IDR100 per lembar. Pengeluaran saham baru itu setara 47.83 persen dari modal ditempatkan, dan disetor penuh setelah right issue dengan nominal IDR100.
*INCO -1.70%, ANTM -1.47%, HRUM -4.05%, Turunnya harga nickel USD27179.50 sekitar -4.52%.
Technical Insight by Tasrul (tasrul@miraeasset.co.id)
- IHSG Daily, 6,768.32 (-0.17%), consolidation, daily trading range 6,759 – 6,828, critical level di 6,660. Indikator MFI optimized, indikator RSI optimized dan indikator W%R optimized akan menguji support trendline. Indeks ini berada di bawah center line pada Bollinger Bands Optimized. Pada periode weekly koreksi indikator MFI optimized, indikator RSI optimized dan indikator W%R optimized mulai bergerak naik.
- AKRA Daily, 1,355 (+1.12%), trading buy, TP 1,415, daily trading range 1,350 – 1,405, cut loss level di 1,310. Indikator MFI optimized, indikator RSI optimized dan W%R optimized masih cenderung bergerak naik. Harga saat ini di bawah center line pada Bollinger Bands Optimized.
- BUMI Daily, 164 (-1.80%), trading buy, TP 180, daily, trading range 161 – 173, cut loss level di 158. Indikator MFI optimized, indikator RSI optimized dan indikator W%R optimized sudah berada di oversold area. Harga masih di bawah center line pada Bollinger Bands Optimized. Daily support di 161 dan daily resistance di 173. Cut loss level di 158.
- AGII Daily, 2,200 (+0.46%), trading buy, TP 2,330, daily trading range 2,120 – 2,230, cut loss level di 2,090. Indikator MFI Optimized sudah berada di oversold area, indikator RSI optimized dan indikator W%R optimized berpotensi menguat. Harga masih di bawah center line pada Bollinger Bands Optimized.
Daily Write Up
Media Nusantara Citra (MNCN IJ) - Awaiting for production on Movieland by Christine Natasya (natasya@miraeasset.co.id)
• Kami memangkas proyeksi pertumbuhan pendapatan digital MNCN dari 50% menjadi 30% YoY di 2022F. Kami memproyeksikan pertumbuhan double digit sebesar 15% YoY untuk pendapatan digital MNCN pada 2023F. Sementara itu, kami memproyeksikan pertumbuhan pendapatan FTA TV sebesar 8% YoY untuk 2023F.
• MNCN diharapkan segera melakukan produksi sinetron pertamanya di Movieland (akhir Desember 2022 / 2023F). Movieland merupakan salah satu kawasan hub ekonomi kreatif yang dibangun di atas lahan seluas 21Ha di MNC Lido City. Movieland direncanakan akan menjadi pusat film dan drama seri (TV & OTT) terbesar di Asia Tenggara, terintegrasi dengan berbagai fasilitas dan peralatan berstandar internasional.
• Kami percaya Movieland akan membuat produksi film Indonesia lebih efisien, yang mengarah pada GPM yang lebih baik karena integrasi semua tahapan produksi (dari pra produksi, produksi hingga pasca produksi) dengan produksi yang lebih terkendali. Dengan demikian, kami memperkirakan margin MNCN akan lebih baik karena perusahaan akan mengurangi biaya sewa lokasi baru serta biaya transportasi untuk produksi sinetron.
• Kami mengubah perkiraan kami, dan mempertahankan rekomendasi Buy untuk MNCN dengan TP baru di IDR990 berdasarkan P/E 5x 2023F. Perusahaan saat ini diperdagangkan pada P/E 3.8x 2023F yang cukup murah mengingat hutang perusahaan yang terus menurun.
Komentar