Endang Muchtar
Senin, 17 Oktober 2022 - 13:32 WIB

IMF Meminta 190 Negara Kencangkan Ikat Pinggang

Foto/EndangMuchtar/ECONOMICZONE
Foto/EndangMuchtar/ECONOMICZONE
Dummy

ECONOMIC ZONE -  JAKARTA - Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva meminta 190 negara anggota untuk bersiap-siap menghadapi "badai hebat" krisis ekonomi global yang sudah ada depan mata.

Pernyataan tersebut diungkapkan Kristalia saat menutup pertemuana tahunan atau IMF Annual Meetings 2022 di Washington D.C., Amerika Serikat pada Sabtu (15/10/2022). “Kencangkan ikat pinggang dan terus berjalan,” ujar Kristalina seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (17/10/2022). Dikutip dari World Economic Outlook 2022, IMF memangkas perkiraan atau outlook pertumbuhan ekonomi global 2023 menjadi 2,7 persen.

Perkiraan tersebut turun dari 2,9 persen pada Juli 2022 dan 3,8 persen pada Januari 2022. IMF menilai dua tahun pandemi Covid-19 yang diikuti meletusnya perang Rusia vs Ukraina berdampak signifikan pada penurunan aktivitas perdagangan global hingga turbulensi pasar keuangan. Sekarang, kata IMF, krisis biaya hidup mengancam masyarakat dunia dimana kelompok paling rentan terkena dampak paling parah. Kondisi tersebut kian memburuk lantaran munculnya ancaman krisis pangan global di berbagai belahan dunia. 

Meski pembuat kebijakan sudah merespons, inflasi tertinggi justru terjadi selama beberapa dekade. Selain itu, ujar IMF, pengetatan pasar keuangan, meningkatnya kerawanan energi, gangguan aliran modal, dan tingkat utang yang tinggi menunjukkan kesulitan dan periode yang tidak pasti di masa depan. "Kita harus siap menghadapi perlambatan pertumbuhan ekonomi, khususnya di negara maju seperti Amerika Serikat, Eropa, dan China," ujar Kristalina.

Efek Suku Bunga The Fed Turunnya prospek ekonomi global dari IMF merupakan peringatakan bahwa upaya bank sentral untuk mendinginkan inflasi dapat menyebabkan kerugian yang lebih besar. Salah satu alasannya karena suku bunga yang lebih tinggi memperlambat aktivitas bisnis dan merugikan ekonomi.

Meskipun sikap hawkish The Fed dan bank sentral negara maju dipandang sebagai pertukaran yang diperlukan untuk mengendalikan harga. "Orang-orang mengharapkan bank sentral untuk terus menekan rem sampai sesuatu benar-benar pecah dalam ekspansi.

Risiko terbesar tetap merupakan resesi yang diinduksi bank sentral," tulis ekonom di JPMorgan Chase & Co beberapa waktu lalu. Kenaikan suku bunga The Fed telah membantu memacu lonjakan nilai dolar AS, yang menghukum negara-negara lain dengan menaikkan biaya impor mereka dan menaikkan inflasi.

Hal tersebut memicu siklus pengetatan mereka sendiri. Itu membuat pejabat The Fed mendengar rentetan kekhawatiran terus-menerus dari negara lain tentang dolar AS yang terus menguat, meskipun bank sentral AS tampaknya akan meningkatkan suku bunga acuan. “Semua orang tampak sangat khawatir. Beberapa orang mengatakan bank sentral perlu memiliki hati. Ingat bahwa di balik setiap kenaikan suku bunga ada orang lain yang menderita," kata menteri ekonomi Brasil Paulo Guedes.

Dummy

Komentar

Dummy

Berita Lainnya

 
Nasional
05/10/2026 18:29 WIB
Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Tekanan Global
Dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan pada 30 September 2026, OJK menyebut perekonomian global menghadapi tantangan berupa kenaikan inflasi, eskalasi konflik geopolitik, kenaikan harga minyak, serta risiko very strong El Nino terhadap harga pangan dan komoditas pertanian.
 
Nasional
04/10/2026 15:12 WIB
Azka Corbuzier Debut di Film Action “Home, Almost”, Tayang Perdana di New York
Azka Corbuzier melakoni debut akting melalui film pendek bergenre drama-action “Home, Almost” karya sutradara Tumpal Tampubolon. Film produksi Aftersun Creative bersama Dektos tersebut akan menjalani world premiere sekaligus berkompetisi di Urbanworld Film Festival 2026 di New…
 
Nasional
03/10/2026 20:34 WIB
CIMB Niaga Hadirkan OCTO untuk Pejuang Mimpi, Permudah Kelola Keuangan hingga Kejar Mimpi
Melalui OCTO, generasi muda dapat mengelola kebutuhan finansial sehari-hari, menabung, berinvestasi, mempersiapkan dana untuk masa depan, serta menikmati berbagai pengalaman hidup secara lebih bijak.
 
Nasional
03/10/2026 18:45 WIB
Festival Palang Pintu XVII Hadirkan Ragam Budaya Nusantara di Kemang
Kegiatan ini melibatkan ratusan pelaku seni dan budaya serta memberdayakan 250 pelaku UMKM.
 
Nasional
02/10/2026 17:20 WIB
DENNY JA TERIMA AMA APPRECIATION AWARD 2026, SEBAGAI PEMIMPIN KORPORASI YANG BERDAMPAK
Penghargaan diberikan dalam AMA Indonesia Conference 2026 yang mengangkat tema “From Management to Wealth Creation,” sebuah tema tentang perubahan makna kepemimpinan korporasi.
 
Nasional
02/10/2026 17:02 WIB
CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026: Menginspirasi Generasi Muda untuk Berani Mengeksplorasi Potensi Diri
CIMB Niaga percaya bahwa proses menemukan mimpi sering kali melibatkan perjalanan yang tidak mudah, namun keberanian untuk melangkah adalah kunci utamanya.
 
Nasional
01/10/2026 17:57 WIB
Padukan Mobilitas Premium dan Seni Kontemporer, BMW Indonesia Jadi Luxury Mobility Partner Art Jakarta 2026
Dalam kemitraan tahun ini, BMW dan MINI menyerahkan total 5 unit kendaraan premium untuk mendukung kelancaran mobilitas para tamu penting, kurator, dan pengisi acara Art Jakarta 2026.
Ad Placholder